Jakarta, Gontornews — Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Republik Indonesia, Ahmad Muzani, menyatakan dukungannya terhadap penyelenggaraan forum Global Islamic Holistik Education Summit (GIHES) 2026. Muzani menilai penyelenggaraan GIHES 2026 dapat menjadi momentum penting untuk memperkuat peran pesantren dalam membangun sistem pendidikan, yang tidak saja aspek akademik tetapi juga pembentuk karakter, spiritualitas dan kepemimpinan generasi bangsa.
βKami selaku perwakilan dari MPR mendukung penuh seluruh rangkaian acara 100 tahun Gontor, termasuk di antaranya agenda besar GIHES ini. Ini momentum penting bagi pendidikan nasional,β ungkap Muzani saat menerima audiensi pantia penyelenggara GIHES 2026 di kantor MPR-RI, Senayan Jakarta, Jumat (15/8/2026).
Sebagai informasi, acara yang masuk dalam rangkaian peringatan 100 tahun Pondok Modern Darussalam Gontor ini rencananya akan diselenggarakan di Hotel Borobudur Jakarta, 5-6 September 2026, mendatang.
Muzani menambahkan, MPR RI memandang institusi pendidikan Islam memiliki peran strategis dalam membentuk karakter bangsa. Lembaga atau institusi pendidikan Islam seperti pesantren juga berperan dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia generasi penerus bangsa.
Sementara itu, Ketua Panitia Peringatan 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG), Prof Dr KH Hamid Fahmy Zarkasyi, mengapresiasi dukungan MPR RI terhadap penyelenggaraan GIHES 2026.
βDukungan ini membuktikan bahwa negara menyadari kontribusi vital pesantren dalam dunia pendidikan,β kata Prof Hamid.
βPerlu ditegaskan bahwa nilai pendidikan holistik yang paling murni dan diterapkan secara 100 persen justru ada di pesantren modern. Hal ini kini mendapatkan apresiasi nyata dari lembaga tinggi negara seperti MPR,β sambung Rektor Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor itu.
Melalui pertemuan dan momentum GIHES 2026, panitia berupaya untuk memperkenalkan model pendidikan pesantren sebagai solusi pendidikan global. GIHES 2026 juga akan menghadirkan pakar pendidikan serta pembicara kunci dari negara-negara di lima benua untuk membedah sistem pendidikan masa depan yang relevan tanpa mengabaikan nilai moral.
βPertemuan strategis ini diharapkan dapat melahirkan kolaborasi internasional dalam memperkuat posisi pesantren di kancah peradaban global,β tutup Ketua GIHES 2026, Dr KH Anang Rikza Masyhadi. [Mohamad Deny Irawan]





















