Ponorogo, Gontornews — INCEIF University Malaysia menggelar kunjungan ke Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor, Selasa (20/10/2026). Kunjungan yang digelar dalam program Student Mobility itu bertujuan untuk mempelajari dan memperdalam ilmu mengenai pengelolaan keuangan sosial Islam (Islamic Social Finance), khususnya peran wakaf dalam mendukung keberlanjutan pendidikan Islam.
Rektor UNIDA Gontor, Prof Dr Hamid Fahmy Zarkasyi MAEd MPhil, dalam sambutannya mengatakan, pertemuan antara INCEIF University dan UNIDA Gontor merupakan kesempatan yang baik untuk kedua perguruan tinggi beda negara tersebut bertukar pengetahuan mengenai pengembangan sistem keuangan sosial Islam yang berkelanjutan dan berorientasi pada kemaslahatan umat.
Prof Hamid menambahkan, wakaf memiliki peran strategis dalam menjaga keberlangsungan pendidikan sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi lembaga pendidikan Islam. Pengelolaan wakaf yang terencana dan produktif memungkinkan aset wakaf memberikan manfaat secara berkelanjutan bagi penyelenggaraan pendidikan dan pengembangan institusi.
“Wakaf bukan sekadar instrumen filantropi biasa, melainkan fondasi ekonomi strategis yang menjamin kesinambungan pendidikan umat serta kemandirian institusi seperti Pondok Gontor secara turun-temurun,” ujar Prof Hamid.
Penjelasan Prof Hamid dalam sambutannya di hadapan para delegasi Internasional itu memberikan gambaran mengenai praktik pengelolaan wakaf yang diterapkan di lingkungan Pondok Modern Darussalam Gontor.
Melalui pemanfaatan aset secara produktif, lanjutnya, wakaf tidak hanya berfungsi sebagai sarana sosial keagamaan, tetapi juga menjadi salah satu instrumen untuk mendukung pembiayaan pendidikan dan keberlangsungan kegiatan kelembagaan.
Sebagai perguruan tinggi yang mengembangkan pendidikan Islam berbasis pesantren, UNIDA Gontor terus mendorong penguatan kajian akademik dan pertukaran pengetahuan di tingkat internasional.
“hal itu tentu menjadi bagian dari upaya UNIDA Gontor dalam memperluas kontribusi keilmuan serta memperkuat posisinya sebagai Universitas Islam Terbaik yang mengintegrasikan nilai-nilai Islam dengan pengembangan ilmu pengetahuan dan praktik kelembagaan,” jelasnya.
Rangkaian Student Mobility Program dirancang untuk memberikan pemahaman teoretis sekaligus pengalaman praktis kepada peserta. Agenda kegiatan meliputi Expert Talk, kunjungan lapangan ke sejumlah unit usaha produktif di lingkungan Gontor, termasuk BMT, unit percetakan, dan pusat perbelanjaan La Tansa. Peserta juga mengikuti kolokium bersama mahasiswa pascasarjana serta lokakarya untuk merancang solusi keuangan sosial berbasis wakaf.
Melalui kunjungan lapangan tersebut, para peserta yang berasal dari 10 negera, meliputi Malaysia, Hong Kong, Tunisia, Sudan, Kanada, Maladewa, Pakistan, Kamerun, Prancis, dan Etiopia itu berkesempatan mempelajari keterkaitan antara prinsip keuangan sosial Islam, pengelolaan aset produktif, dan dukungan terhadap keberlanjutan pendidikan.
Selain itu, diskusi akademik dan lokakarya juga membuka ruang bagi pertukaran perspektif lintas negara mengenai peluang pengembangan wakaf dalam menjawab kebutuhan masyarakat modern.
Kolaborasi antara UNIDA Gontor dan INCEIF University Malaysia diharapkan dapat memperkuat jejaring akademik internasional, membuka peluang kerja sama riset, serta mendorong lahirnya inovasi dalam pengelolaan wakaf produktif. Melalui sinergi tersebut, kedua institusi berupaya memperluas pemanfaatan keuangan sosial Islam sebagai instrumen pemberdayaan masyarakat dan peningkatan kesejahteraan umat.
Kegiatan ini sekaligus menegaskan pentingnya kolaborasi perguruan tinggi dalam mengembangkan model pengelolaan wakaf yang profesional, produktif, dan berkelanjutan. Dengan mempertemukan pengalaman kelembagaan dan perspektif akademik dari berbagai negara, program ini diharapkan memberikan manfaat bagi pengembangan pendidikan Islam serta memperkuat kontribusi UNIDA Gontor sebagai Universitas Islam Terbaik dalam pengembangan keilmuan dan praktik keuangan sosial Islam. []

























