Jakarta, Gontornews — Sabtu (13/5), sejumlah pelajar Indonesia yang merupakan finalis Lomba Karya Ilmiah Remaja (LKIR) Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) tahun 2016, akan bertolak ke Amerika Serikat (AS) untuk mengikuti kompetisi ilmiah internasional Intel International Science and Engineering Fair (Intel ISEF) 2017. Lomba akan digelar tanggal 14-19 Mei 2017 di Los Angeles, California, AS.
“Ajang Intel ISEF merupakan kesempatan yang baik, jangan hanya fokus pada kompetisinya, namun berjuanglah sebaik-baiknya dan gunakan kesempatan ini untuk membangun jaringan yang lebih luas lagi,” ujar Kepala LIPI, Iskandar Zulkarnain, saat Pelepasan Pemenang LKIR 2016 ke Ajang Intel ISEF Amerika Serikat, di Media Center LIPI Jakarta, Senin (8/5).
Pelajar yang berangkat ke ajang Intel ISEF ini, antara lain: Chyntia SYH dan Zahratul Jannah asal SMAN 80 Jakarta, Juara II LKIR kategori life sciences dengan penelitian Hubungan Daya Rekat Lamella Cicak Rumah (Cosymbotus platyurus) terhadap Tingkat Kekasaran Media Pijak Melalui Pengamatan Perilaku; Azizah Dewi Suryaningsih asal SMAN 1 Yogyakarta, Juara I LKIR kategori earth and marine sciences dengan penelitian Hutan Bambu: Sistem Penahan Laju Awan Panas Gunung Merapi.
Pelajar lainnya, Shofi Latifah Nuha Anfaresi dan Intan Utami Putri asal SMA 1 Sungailiat Provinsi Bangka Belitung, Juara III LKIR kategori earth and marine sciences dengan penelitian Pemanfaatan Pasir Laut Bangka sebagai Adsorben Ion Logam Berat Pb pada Tailing Timah Kapal Isal Produksi; Latifah Mar’atun Sholikhah asal SMA Teras Boyolali Jawa Tengah, Juara I LKIR kategori social sciences dengan penelitian Anak-Anak Terbuang (Studi tentang Sikap Masyarakat terhadap Penderita ADHA di Surakarta).
Selain itu, juga Miranti Ayu Kamaratih dan Octiafani Isna Ariani asal SMA Al Hikmah Surabaya, Juara I LKIR kategori engineering sciences dengan penelitian Konversi Energi Surya Menjadi Energi Listrik melalui Prototype Dye Sensitized Solar Cells (DSSC) Menggunakan Ekstrak Pewarna Alami dari Kulit Buah Naga Merah.
Mereka berangkat ke AS bersama Tim LIPI dan para pendamping. LIPI juga akan membawa Aiman Hilmi dan Muhammad Farhan asal SMAN 1 Yogyakarta sebagai student observer di ajang tersebut.
Ketua Scientific Review Committee Indonesia yang juga peneliti Pusat Penelitian Bioteknologi, Subyakto, menuturkan, para finalis ini telah dibina terlebih dahulu oleh LIPI dan semua karyanya mengikuti standar internasional.
“Kemampuan para pelajar ini bisa dikatakan luar biasa, proses yang mereka lalui tidak mudah,” papar Subyakto seperti dikutip lipi.go.id.
Mereka akan berkompetisi bersama 1.800 pelajar dari 75 negara dalam ajang yang memperebutkan total hadiah lebih dari 4 juta dolar AS. [Rusdiono Mukri]





















