Jakarta, Gontornews — Setelah 15 tahun lulus dari Pondok Modern Gontor, alumni angkatan 2000 yang dikenal dengan nama Laviola mengungkapkan rasa syukurnya karena pesantren terbesar di Indonesia ini akan menggelar acara puncak 90 Tahun Gontor, September 2016, di Gontor, Ponorogo, Jawa Timur.
Sebagai ungkapan rasa syukurnya, Laviola menginisiasi sebuah kegiatan khataman al-Qur’an sebanyak 90 kali.
“Targetnya sehari khatam sekali, tapi ada juga yang sehari khatam tiga kali. Ini semua atas kehendak dan kemudahan yang diberikan Allah SWT,†ungkap Munif Attamimi, ketua Laviola kepada Gontornews, Kamis (12/5) sore.
Munif menjelaskan, alumni Gontor angkatan tahun 2000 yang berjumlah 423 orang ini tersebar di berbagai wilayah di Indonesia.
Mereka ada yang menjadi guru, dosen, pengusaha, wiraswasta, politikus, pejabat pemerintahan bahkan ada yang mengabdikan diri menekuni profesi di dunia militer.
Di sela-sela aktivitasnya, mereka tetap meluangkan waktu untuk mengikuti program khatam al-Qur’an 90 kali dalam rangka menyambut 90 Tahun Gontor.
Khataman ini direalisasikan melalui media sosial WhatsApp. Melalui jejaring media sosial ini dihimpun alumni yang bertanggng jawab mengkhatamkan juz 1 sampai juz 30.
Pembagian juz dimulai pukul 05.00 – 21.00 yang setiap jamnya akan di-update siapa saja yang sudah Khatam. Bagi anggota yang khatam lebih awal diperbolehkan menambah bagian lain atau membantu yang belum selesai.
“Biasanya mereka membaca al-Qur’an setelah Shubuh atau Maghrib karena waktu-waktu itu mereka di rumah,†tutur pria yang tinggal di Pasuruan itu.
Penanggung jawab kegiatan Khoirul Iman mengatakan, kegiatan ini semata-mata dilakukan untuk mengharap keberkahan dari Allah SWT melalui al-Qur’an.
Di usianya yang ke- 90 tahun, semoga Gontor semakin maju dan benar-benar memenuhi kebutuhan umat yang kian haus pendidikan berkualitas, baik secara eksternal (zahir) maupun internal (batiniah).
“Termasuk menjaga kualitas akhlaqul karimah para santri dan alumninya,†tuturnya.
Pria yang tinggal di Yogyakarta ini mengaku, Laviola tidak mampu mempersembahkan hadiah materi yang “wah” dalam acara 90 Tahun Gontor.
Namun untuk memberikan hadiah yang terbaik menurutnya dengan mengoordinir kawan-kawan satu angkatan yang terjaring di grup WA mengaji 90 kali khataman al-Qur’an untuk Gontor dan kesuksesan acara di Gontor nantinya.
Khoirul menegaskan, al-Qur’an melandasi nilai–nilai Gontor yang menjadi pelajaran penting para santrinya.
Misalnya dalam Panca Jiwa Gontor ada nilai keikhlasan, tanpa harus diajarkan secara verbal, hal ini telah ditanamkan pada diri santri oleh guru-guru yang memiliki integritas sangat tinggi. Dan para kiainya tidak ada yang mementingkan kehidupan pribadi.
“Seluruh kehidupan mereka diabdikan kepada ilmu untuk mengajar para santri dan ini sesuai dengan nilai-nilai al-Qur’an, karena yang mereka harap tidak lain kecuali imbalan akhirat. Sebuah orientasi yang jauh dari sekedar kehidupan dunia,†terangnya.
Kesederhanaan juga menjadi pelajaran berharga yang disuarakan para kiai. Kesederhanaan bukan berarti miskin karena terkandung nilai-nilai al-Qur’an dan makna filosofis yang sangat mendalam.
Meskipun di antara alumni ada yang kaya tapi tidak lantas menonjol-nonjolkan kekayaannya. “Kami dididik berdiri sama tinggi duduk sama rendah, tawadhu dengan yang kami miliki karena sejatinya itu milik Allah SWT,†paparnya.
Meskipun baru dimulai sepekan, program ini sudah mencapai 14 kali khatam al-Qur’an dan dimungkinkan semakin meningkat di bulan Ramadhan yang sebentar lagi tiba.
Tentu bukan sekedar mengkhatamkan saja, sisi positif dari kegiatan ini, Laviola menjadi semangat mengaji mushaf al-Qur’an dan mempelajari nilai-nilai al-Qur’an.
“Berharap Rahmat Allah berlimpah kepada keluarga mereka masing-masng,†pungkasnya. [Ahmad Muhajir/Rus]




















