Kuala Lumpur, Gontornews — Polisi bersenjata menyerbu sebuah penerbangan Malaysia Airlines yang terpaksa kembali ke Australia setelah seorang penumpang yang mengaku membawa bom mencoba memasuki kokpit.
“Dia berkata, ‘Saya akan meledakkan pesawat, saya akan menerbangkan pesawat,'” kata Lewis Leoncelli, salah satu penumpang, kepada Australian Broadcasting Corp, Kamis (1/6).
“Dia gelisah, 100 persen dia gelisah,” ujar Leoncelli. Penumpang tampak ketakutan.
Wakil Menteri Transportasi Malaysia Abdul Aziz Kaprawi mengatakan, seorang warga negara Sri Lanka, yang tampaknya mabuk, dibekuk oleh penumpang dan awak kapal.
“Ini bukan pembajakan, salah satu penumpang mencoba memasuki kokpit pesawat,” kata Aziz kepada kantor berita AFP.
“Salah seorang penumpang mengaku punya bom. Tapi itu ternyata hanya powerbank. Semua orang di pesawat aman … Dia dibawa keluar dari pesawat dan diborgol petugas keamanan Australia.”
Pesawat MH128 meninggalkan Melbourne pada pukul 11:11 malam (13: 11GMT) pada hari Rabu (31/5), namun segera berbalik arah sesaat setelah seorang penumpang mengancam akan meledakkan pesawat, kata polisi Australia.
Inspektur Polisi Andy Langdon mengatakan tersangka tersebut tampaknya memiliki riwayat penyakit jiwa.
“Kami tidak percaya ini terkait teroris saat ini,” kata Langdon seperti dikutip Aljazeera. [Rusdiono Mukri]

















