Kabul, Gontornews — Presiden Afghanistan Ashraf Ghani mengutuk serangan bom truk yang merobek jantung kawasan diplomat di Kota Kabul, menewaskan sedikitnya 90 orang dan melukai ratusan lainnya.
Ledakan dahsyat pada hari Rabu (31/5) digambarkan oleh pejabat sebagai “salah satu yang terbesar” yang telah menerjang ibukota Afghanistan itu.
Wakil jurubicara Menteri Dalam Negeri, Najib Denmark, mengatakan bahan peledak tersebut disembunyikan di sebuah truk tangki yang digunakan untuk membersihkan sistem septik.
“Dalam serangan dahsyat ini, 90 orang telah terbunuh dan 400 lainnya cedera, termasuk banyak wanita dan anak-anak,” kata pusat media pemerintah sebagaimana dikutip Aljazeera.
Petugas kesehatan memperingatkan, jumlah korban dapat bertambah. Kebanyakan korban warga sipil Afghanistan. [Rusdiono Mukri]

















