Depok, Gontornews – Alam terus berkembang. Semakin lama semakin besar dengan pergerakan yang semakin cepat. Fenomena ini terkait dengan adanya energy gelap (dark energy), kata Prof Dr Brian P Schmidt di Depok.
Peraih Nobel Fisika 2011, Brian P. Schmidt, mengisi kuliah umum tentang The Accelerating Universe di Universitas Indonesia, Depok, Senin, (29/5). Astrofisikawan dari Australian National University (ANU) Australia itu menjelaskan penelitiannya terkait percepatan alam semesta yang hingga kini dipercaya terus “mengembang”.
“Ketika kita melihat alam semesta, kita dapat melihat bahwa alam semesta semakin membesar. Semua hal di alam semesta bergerak menjauhi satu sama lain (sehingga semesta meluas) dan pergerakan tersebut terjadi semakin cepat,” ujar Brian saat presentasi di Ruang Apung, Gedung Perpustakaan UI, Depok.
Bersama tim dari berbagai negara, Brian menemukan teori ihwal energi gelap (dark energy) yang membuat semesta terus berekspansi. Sebuah energi yang diperkirakan akan menolak energi gravitasi.
“Dark energy adalah suatu hal yang kami duga merupakan energi yang mengisi angkasa luar itu sendiri. Kita tidak tahu mengapa energi tersebut ada di sana, tapi energi tersebut memang nyata dan ada,” imbuh Brian.
Dewasa ini, dark energy yang dimaksud Brian masih menjadi misteri. Kini, semakin banyak pula penelitian di dunia yang mencari tahu apa sebenarnya dark energy itu.
Menjadi Rektor Australian National University (ANU) sejak 2016, Profesor Brian Schmidt AC adalah salah satu astrofisikawan paling terkemuka di dunia. Lahir di Amerika Serikat, ia belajar fisika dan astronomi di University of Arizona dan menyelesaikan gelar Magister dan PhD di bidang astronomi di Universitas Harvard.
Dia pindah ke Australia untuk bergabung dengan ANU pada 1995 dan menjabat sebagai Rektor dan Presiden ANU sejak Januari 2016.
Berbagai penghargaan telah diterima Profesor Schmidt, antara lain Shaw Prize 2006 untuk bidang Astronomi, Hadiah Gruber 2007 untuk bidang Kosmologi dan Breakthrough Prize 2014 di bidang Fisika.
Pada tahun 2011 ia dianugerahi Penghargaan Nobel di bidang Fisika, bersama dengan Adam Riess dan Saul Perlmutter, atas riset mereka tentang ekspansi percepatan alam semesta.
Beliau adalah anggota Akademi Ilmu Pengetahuan Australia, Akademi Ilmu Pengetahuan Amerika Serikat, Royal Society of London, dan merupakan anggota asing Spanish Royal Academy of Sciences, serta Akademi Ilmu Pengetahuan India. [DJ]





















