10
Tonton Selengkapnya
31 °c
Pecenongan
Thu
Fri
Wednesday, 1 July, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Pendidikan Khazanah

Al-Farabi: Penemu Not Musik

Rusdiono Mukri by Rusdiono Mukri
26 May 2016
in Khazanah
0

Namanya Abu Nasr Muhammad ibn al-Farakh al-Farabi. Namun dia lebih dikenal dengan nama al-Farabi. Merujuk pada kota tempat kelahirannya.

Dia lahir pada tahun 870 di Farab, Turki bagian tengah. Selain dikenal sebagai seorang filsuf, al-Farabi juga dikenal sebagai pakar musik.

Dialah penemu not musik. Temuan ini ia tulis dalam kitab al-Musiq al-Kabir (Buku Besar tentang Musik). Buku yang membahas ilmu dasar musik ini telah menjadi rujukan penting bagi perkembangan musik klasik Barat.

Dalam karya fenomenal itu, al-Farabi menulis bahwa musik dapat menciptakan perasaan tenang dan nyaman. Musik, juga mampu mempengaruhi moral, mengendalikan emosi, mengembangkan spiritualitas, dan menyembuhkan penyakit seperti gangguan psikosomatik.

BACA JUGA

Berusia Lebih dari 7 Abad, Masjid Al-Mustofa Tertua di Kota Bogor

Masjid Prawoto, Masjid Tertua di Wilayah Pati Jawa Tengah

Barus, Kota Tua Jadi Gerbang Dakwah Islam Pertama di Nusantara

Masjid Hidayatullah, Masjid Bersejarah di Raja Ampat

Masjid Agung Sumenep, Kuno dengan Desain Unik

Karena itu bagi al-Farabi, musik bisa menjadi alat terapi. Sebab, musik adalah sesuatu yang muncul dari tabiat manusia dalam menangkap suara indah yang ada di sekelilingnya.

Al-Farabi juga piawai memainkan sejumlah alat musik. Ketika memainkan alat musik, ia mampu membuat pendengarnya tertawa, bersedih, bahkan tertidur.

Kemampuan ini pernah ia tunjukkan di depan penguasa Suriah, Safy ad-Daulah, saat ia diundang ke istana untuk menyaksikan pertunjukkan musik yang dimainkan oleh para musisi istana.

Di mata al-Farabi, para musisi istana itu telah melakukan kesalahan sehingga alunan musik kurang terdengar indah. Ia lalu meminta izin kepada penguasa Suriah untuk memainkan alat musik.

Saat al-Farabi memainkannya, para hadirin tiba-tiba tertawa. Kemudian al-Farabi segera mengubah komposisi musiknya sehingga membuat hadirin menangis. Ia lalu mengubah komposisinya lagi sehingga membuat hadirin tertidur.

Perjalanan Hidup

Al-Farabi menghabiskan masa kanak-kanak dan pendidikan dasarnya di Farab. Kemudian ia melanjutkan pendidikannya di Bukhara, dan menempuh pendidikan tinggi di Baghdad.

Di Baghdad, awalnya ia mempelajari bahasa Arab dan Yunani. Ia belajar tata bahasa Arab dari ahli tata bahasa dan linguistik, Abu Bakr ibn Saraj. Ia kemudian tertarik mempelajari filsafat kuno, terutama filsafat Plato dan Aristoteles.

Al Farabi mempelajari filsafat Aristoteles dan logika di bawah bimbingan filsuf terkenal, Abu Bishr Matta ibn Yunus. Komponen filsafat Platonik dan Aristotelian, ia padukan dengan ajaran dari al-Qur’an dan al-Hadis.

Selain musik dan filsafat, al-Farabi juga mempelajari aritmatika, fisika, kimia, kedokteran, dan astronomi.

Al-Farabi berada di Baghdad lebih dari 40 tahun (901-942). Di kota ini ia belajar dan berkarya dalam bidang filsafat. Ia menerjemahkan karya-karya filsafat Yunani. Bahkan ia dikenal sebagai filsuf Islam pertama yang memperkenalkan filsafat Yunani kepada dunia Islam.

Menurut filsuf Majid Fakhry, al-Farabi dikelompokkan sebagai neoplatonis karena mampu membuat sintesa pemikiran Plato dan Aristoteles.

Menurut Majid, untuk memahami pemikiran kedua filsuf Yunani tersebut al-Farabi harus membaca karya-karya Plato dan Aristoteles berulang kali. Misalnya, al-Farabi membaca On the Soul 200 kali dan Physics 40 kali.

Tak heran jika ia mampu mendemonstrasikan dasar persinggungan Aristoteles dan Plato dalam sejumlah hal, seperti tentang penciptaan dunia, kekekalan ruh, maupun siksa dan pahala di akhirat.

Al-Farabi tak hanya mampu memahami pemikiran Plato dan Arsitoteles. Tapi ia juga mampu menuangkan pemikiran filsafatnya ke dalam kitab Fushush al-Hikam dan kitab al-Ihsha` al-‘Ulum.

Kitab Fushush al-Hikam menjadi karya monumentalnya yang hingga kini masih menjadi buku teks filsafat di berbagai institusi pendidikan.

Sedangkan kitab al-Ihsha` al-‘Ulum menjabarkan klasifikasi dan prinsip dasar sains secara unik dan cerdas.

Karena itu tak heran jika pemikiran al-Farabi banyak mempengaruhi para pemikir sesudahnya seperti Ibnu Sina yang terpengaruh pemikiran metafisik al-Farabi. Demikian juga dengan Abu Sulaiman as-Sijistani, Abu’l-Hasan Muhammad ibn Yusuf al-‘Amiri, dan Abu Hayyan al-Tauhidi.

Al-Farabi juga menghasilkan karya terkenal Ara’ Ahl al-Madinah al-Fadhilah (Model Kota Idaman). Dalam kitab ini, ia menulis negara ideal bagi Muslim adalah negara yang mampu menyediakan berbagai kebutuhan warganya. Selain membantu warga menjalankan ajaran agama dengan baik, pemimpin ideal bagi negara Muslim, menurutnya, adalah raja yang memiliki pengetahuan tentang filsafat.

Dengan kata lain, seorang pemimpin harus memiliki kecerdasan tinggi, menguasai sains, filsafat, dan ilmu agama.

Sebelum menetap di Baghdad, al-Farabi telah berkeliling ke berbagai daerah seperti Iran, Mesir, dan India. Setelah 40 tahun lebih berada di Baghdad, ia meninggalkan kota itu dan tinggal di Turkistan.

Di sini ia menghasilkan karya terkenal at-Ta’lim ats-Tsani. Karena itulah ia mendapat julukan sebagai “mu’allim ats-tsani” dari Timur (guru kedua dari Timur). Al-Farabi kemudian menuju ke Suriah, kemudian ke Mesir. Namun ia lalu kembali ke Suriah dan bermukim di Allepo.

Ia meninggal dunia di Damaskus pada 970 M. Jasadnya dimakamkan di Bab as-Saghir, berdekatan dengan makam Mu’awiyah, pendiri dinasti Ummayyah. [Rusdiono Mukri]

Tags: Al FarabiNot musikPenemu
Share143Tweet89Send
Previous Post

Apoy Wali: Band Pesantren Tak Kalah

Next Post

Besok, Syukuran 90 Tahun Gontor di Istiqlal Jakarta

Rusdiono Mukri

Rusdiono Mukri

Redaksi Majalah Gontor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago Hadiri Sarasehan Nasional Pesantren Memperingati 100 Tahun Gontor

Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago Hadiri Sarasehan Nasional Pesantren Memperingati 100 Tahun Gontor

23 June 2026
Sidang Tahfizh ke-10 SIT Insantama Leuwiliang: Saksi Perjalanan 105 Generasi Qur’ani

Sidang Tahfizh ke-10 SIT Insantama Leuwiliang: Saksi Perjalanan 105 Generasi Qur’ani

22 June 2026
Telaah Akhlak antara Adab dan Pencitraan: Meluruskan Makna ‘Cari Ridha’ dan ‘Cari Muka’

Menuju Abad Kedua Gontor: Tantangan Membangun Jaringan 1.500 Pesantren Menuju Lahirnya Ribuan Ma’had Ashriyah Muttahidah

23 June 2026
18 Lembaga Pendidikan Hadiri Workshop Manajemen “Cara Unik Promosi & Branding Sekolah” di FORBIS National Economic Summit & Expo 2026

18 Lembaga Pendidikan Hadiri Workshop Manajemen “Cara Unik Promosi & Branding Sekolah” di FORBIS National Economic Summit & Expo 2026

21 June 2026
Ajang Kreativitas Arena Gembira PMDG Kampus 9 Sulit Air

Ajang Kreativitas Arena Gembira PMDG Kampus 9 Sulit Air

21 June 2026
BAZNAS Salurkan Daging Kurban kepada Pengungsi Palestina di Suriah

BAZNAS Salurkan Daging Kurban kepada Pengungsi Palestina di Suriah

0
BAZNAS Bersama Kemdiktisaintek Perluas Akses Pendidikan Tinggi dan Pemberdayaan

BAZNAS Bersama Kemdiktisaintek Perluas Akses Pendidikan Tinggi dan Pemberdayaan

0
Struktur dan Kultur

Gontor dan Panggilan Peradaban Abad Kedua

0
Telaah Akhlak antara Adab dan Pencitraan: Meluruskan Makna ‘Cari Ridha’ dan ‘Cari Muka’

Menuju Abad Kedua Gontor: Tantangan Membangun Jaringan 1.500 Pesantren Menuju Lahirnya Ribuan Ma’had Ashriyah Muttahidah

0
Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago Hadiri Sarasehan Nasional Pesantren Memperingati 100 Tahun Gontor

Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago Hadiri Sarasehan Nasional Pesantren Memperingati 100 Tahun Gontor

0
BAZNAS Salurkan Daging Kurban kepada Pengungsi Palestina di Suriah

BAZNAS Salurkan Daging Kurban kepada Pengungsi Palestina di Suriah

24 June 2026
BAZNAS Bersama Kemdiktisaintek Perluas Akses Pendidikan Tinggi dan Pemberdayaan

BAZNAS Bersama Kemdiktisaintek Perluas Akses Pendidikan Tinggi dan Pemberdayaan

24 June 2026
Struktur dan Kultur

Gontor dan Panggilan Peradaban Abad Kedua

24 June 2026
Telaah Akhlak antara Adab dan Pencitraan: Meluruskan Makna ‘Cari Ridha’ dan ‘Cari Muka’

Menuju Abad Kedua Gontor: Tantangan Membangun Jaringan 1.500 Pesantren Menuju Lahirnya Ribuan Ma’had Ashriyah Muttahidah

23 June 2026
Melalui BAZNAS RI, BAZNAS Kalsel Salurkan Bantuan untuk Aceh dan Sumatera

Melalui BAZNAS RI, BAZNAS Kalsel Salurkan Bantuan untuk Aceh dan Sumatera

23 June 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • 🎓BEASISWA JALUR RAPOR✨Kabar gembira bagi alumni Pondok Modern Darussalam
Gontor & Pondok Pesantren Alumni Gontor!Dapatkan beasiswa Free Uang gedung dan Potongn UKT
50% disetiap semester sampai lulus kuliah di Universitas
Ary Ginanjar (UAG) dan wujudkan impianmu menjadi
profesional unggul di berbagai bidang!✍️Syarat Pendaftaran:
✅Lulusan Gontor dan rekanan Gontor tahun
2022-2025
✅Memiliki Hafalan Qur
  • Pre-Order Majalah Gontor Edisi Bulan Juli 2026.1 ABAD GONTOR DALAM SATU GENGGAMAN!
Edisi Paling Bersejarah yang Tak Akan Dicetak Ulang.Menyambut 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor, miliki Majalah Gontor Edisi Spesial bulan Juli - September 2026.KUOTA CETAK SANGAT TERBATAS!
Sistem otomatis ditutup jika stok ludes. Jangan sampai Anda menyesal karena melewatkan edisi bersejarah ini!
Siapa cepat, dia dapat.AMANKAN STOK ANDA SEKARANG!
Kunjungi: https://bit.ly/keranjang-buku
Pengiriman Majalah di tanggal 10 juli 2026.
  • Alur Pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar Pondok Modern Darussalam GontorSource: gontortv
https://youtu.be/cUA3pvD43i8Video ini menjelaskan alur pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar Kulliyatu-l-Mu’allimin Al-Islamiyah (KMI) Pondok Modern Darussalam Gontor secara lengkap dan sistematis.Informasi lengkap terkait pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar KMI Pondok Modern Darussalam Gontor dapat diakses melalui:
https://gontor.ac.id/persiapanPendaftaran online dilakukan melalui halaman resmi:
https://capel.gontor.ac.id
  • Kunjungan Tim Redaksi Majalah Gontor ke Pondok Pesantren Modern Darel Azhar RangkasbitungIntip momen seru kunjungan Tim Redaksi Majalah Gontor saat berkeliling melihat fasilitas, unit ekonomi, hingga suasana belajar di Pondok Pesantren Modern Darel Azhar Rangkasbitung.#DarelAzhar #MajalahGontor #KunjunganMahabbah #PondokModern #Rangkasbitung #SantriIndonesia #UkhuwahIslamiyah #DuniaPesantren #Gontor #LiterasiSantri
#majalahgontor
#gontornews
  • Tujuan dari sains Islam adalah meletakkan kembali jejak Tuhan di dalam kausalitas alam, agar manusia tidak arogan dan menganggap alam bekerja tanpa pencipta.Prof. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil.#nasehat
#motivasionline
#belajarbaik
#hidupislami
#kehidupanislam
#majalahgontor
#gontornews
#kiaiku
#memperbaikidiri
#ilmupengetahuan
  • Membaca Al-Qur
  • Kebebasan dalam Islam bukanlah kebebasan tanpa batas, melainkan
  • Nasehat dalam memimpin suatu lembaga:
(Yang sulit dan menjadi tantangan dalam memimpin lembaga itu adalah:)
1. Noto Atine Dewe
2. Noto Atine Wong Liyo
3. Noto Atine Wong Liyo Sing luwih Tuo
4. Noto Atine Wong Liyo Sing luwih Tuo Sing Tukaran.KH Hasan Abdullah Sahal#nasehat
#motivasi
#belajar
#hidup
#kehidupan
#majalahgontor
#gontornews
  • Beriman itu tandanya jujur. Beriman itu tandanya bersaudara. Iman seseorang bisa diukur dari perilakunyaProf. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil.#nasehat
#motivasi
#belajar
#hidup
#kehidupan
#majalahgontor
#gontornews
#kiaiku
#memperbaikidiri

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result