Gontornews–Wakil Gubernur DKI Jakarta Drs Djarot Saiful Hidayat MSi mengaku kagum dengan kiprah alumni Gontor diberbagai bidang. Ia menyebutkan Dr Hidayat Nur Wahid menjadi Wakil ketua MPR RI, Dr AM Fachir menjadi Wakil Menteri Luar Negeri, juga alumni Gontor yang menjadi menteri, duta besar dan lain sebagainya.
“Gontor ini menghasilkan alumni yang luar bisa bermanfaat bagi umat dan bangsa,” akunya yang kekaguman dengan prestasi Gontor.
Pernyataan ini disampaikan saat memberikan sambutan acara Sujud Kesyukuran 90 Tahun Gontor di Masjid Istiqlal Jakarta, (28/5). Hadir pula antara lain Wakil Presiden RI HM Jusuf Kalla, Pimpinan Pondok Modern Gontor Dr KH Abdullah Syukri Zarkasyi, KH Hasan Abdullah Sahal, Ketua Takmir Masjid Istiqlal Muzammil Basyuni, dan sejumlah tokoh lainnya.
Di masjid yang menjadi kebanggaan umat Islam di Indonesia tersebut, Djarot memaparkan beberapa persoalan yang dihadapi bangsa. Diantaranya adalah masalah kemerosotan moral dan etika.
“Kita menyadari bahwa keberhasilan ekonomi sangat menggembirakan. Tapi itu tidak cukup jika tidak diikuti pembangunan jiwa, karakter, budi pekerti di masyarakat,” paparnya.
Alumni Gontor, katanya, jangan hanya mengisi pos-pos strategis tapi harus mampu menggelontorkan nilai-nilai untuk membangun karakter bangsa ini. Dia yakin alumni Gontor memiliki niat yang sama bagaimana meniupkan api Islam di masyarakat sehingga menjadi Islam yang rahmatan lil alamin, membangun ukhuwah Islamiyah, wataniyah dan basyariyah.
Fenomena bullying, korupsi, kerusakan moral, budaya hedonis, lanjutnya, sering menggoda masyarakat sehingga menyebabkan umat lebih mementingkan kulit tapi lupa substansinya. Inilah yang menjadikan bangsa ini kehilangan jati dirinya.
“Kita bisa menjadi bangsa tiruan dan lupa dari ajaran para pendiri bangsa. Oleh karena itu kami menyambut gembira apa yang akan dilakukan alumni Gontor,” tukasnya.
Mantan Walikota Blitar dua periode tersebut juga mengapresiasi semangat 90 tahun Gontor yang tidak hanya dirayakan dengan sujud syukur tapi juga mengekstafetkan nilai-nilai perjuangan untuk umat dan bangsa.
Ibarat obor telah dinyalakan ditengah gelap gulita, akan terus diserahkan kepada tunas-tunas muda. “Barang siapa yang bersungguh-sungguh akan berhasil. Jayalah Gontor, tanamkan seribu Gontor untuk Indonesia bahkan dunia,” pungkas pria kelahiran Gorontalo, 30 Oktober 1955 ini. [Ahmad Muhajir/DJ]























