pesanan-majalah-edisi-khusus
29 °c
Pecenongan
Thu
Fri
Wednesday, 9 September, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Inpirasi Dakwah

KH Hasan: Bangsa Ini Sedang Sakit

Dedi Junaedi by Dedi Junaedi
13 February 2018
in Dakwah, Nasional
0

BACA JUGA

JK Tegaskan Pentingnya Reorientasi Pendidikan Modern dan Makna 100 Tahun Gontor

GIHES 2026: Realisasi Pendidikan Islam Holistik Jadi Agenda Bersama

PMDG: Pesantren Model Pendidikan Islam Holistik Khas Indonesia

Pendidikan Pesantren Solusi Holistik Untuk Indonesia dan Dunia

GIHES 2026: Mencerdaskan Bangsa Melalui Pengembangan Pendidikan Holistik

Magetan, Gontornews — Kondisi umat (bangsa) kita saat ini sedang sakit. Dalam kondisi demikian, janganlah diberi dalil ini dan itu. Jangan pula malah diajak diskusi ini dan itu. Nanti kondisi sakitnya justru akan semakin parah.
Pernyataan bernada seloroh seperti sekenanya tersebut disampaikan KH. Hasan Abdullah Sahal, salah satu dari tiga Pimpinan Pengasuh Pondok Modern Darussalam Gontor Ponorogo, saat memberikan taushiyyah dalam Silarturahmi dan Haflah Idul Fitri 1438 H, Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) Jawa Timur yang digelar di Gedung Al Ikhlas, Takeran, Magetan, Jawa Timur, Sabtu 28 Syawal 1438 / 22 Juli 2017 siang.
Tampak hadir dan berbicara dalam kesempatan itu diantaranya, H. Sudarno Hadi, Sekretaris DDII Jawa Timur mewakili H. Tamat Anshori Ismail, Ketua DDII Jawa Timur yang tengah sakit. Kemudian Miftahul Anam dari DDII Pusat.
KH. Hasan, lebih lanjut menyebutkan, untuk menyembuhkan dan memulihkan kondisi sakit umat (bangsa) ini, diantaranya harus diketahui penyebabnya. “Yang membuat sakit itu siapa? Kalau di Indonesia ini, ada yang menyebut-nyebut ada yang memecah belah bangsa Indonesia, itu siapa yang telah memecah belah bangsa ini?. Lebih jauh lagi, itu Syiria, Yaman yang menjadi sakit dan morat-marit, kemudian juga ada ISIS, siapa sebenarnya yang telah membuat demikian?” tandasnya.
Ditambahkan pula; “Kita ini dibuat menjadi bingung. Apa bangsa ini benar-benar sudah menjadi bodo. Ini, adakah karena gara-gara politik yang sudah sangat bernafsu terhadap harta, tahta, sehingga negeri ini menjadi demikian tidak aman?,” tambahnya bernada tanya.
Kondisi umat (bangsa) yang sedang sakit, kata KH. Hasan, kemudian bagimana menanganinya. Apakah justru dengan cara represif. Seperti menurunkan orang yang sedang berbicara, berpidato dari mimbar. Apakah itu menyelesaikan masalah. Memblokir situs-situs di internet, cobalah, apakah itu juga dapat menyelesaikan masalah.
Salah satu langkah untuk menyembuhkan; mendidik bangsa ini, untuk mengamalkan pembukaan UUD 1945 yang menyebut mencerdaskan kehidupan bangsa. Kemudian senantiasa mewaspadai sebenarnya ada pihak-pihak yang memang menghendaki bangsa ini terpecah-belah. Akan merasa rugi besar jika bangsa ini justru dapat bersatu. Ada pihak dengan segala kekuatannya mendorong bangsa ini untuk menjadi kuda, sedang pihak tersebut nanti sebagai kusirnya. Ada pihak yang seperti tidak bersalah, telah menggadaikan pesantrennya, menjual agamanya, menjual aqidahnya. Akhirnya dengan sangat mudah dikerjai atau diperalat.
Langkah yang lain, dengan memperbanyak silaturahmi, diantaranya seperti yang dilaksanakan DDII saat ini. Silaturahmi tidak ada pada agama lain. Tapi kemudian ada muncul “silatu-pencitraan”, serta silatu-silatu yang lain. Silaturahmi yang diperlukan di Negara ini adalah yang dilaksanakan dengan penuh kesadaran.
“Untunglah, saya dan segenap yang ada di Gontor tidak berpolitik,” kata Kyai Hasan dengan mengungkap bahwa sejak zaman penjajahan, bangsa ini seperti tidak ada yang berubah. “Ya begini ini, ada yang rela menjadi budak, ada yang dengan sadar justru menjadi antek asing. Ada yang menjadi atheis dan ada pula yang anti atheis. Untung bangsa ini masih sadar, dan masih memiliki Pancasila dan UUD 1945. Tapi ada pula, disatu pihak yang merasa sangat pancasila sedang dipihak lain tidak. Umat Islam ini, tidak hanya menegakkan satu-dua atau tiga pilar kebangsaan. Melainkan puluhan pilar kebangsaan didirikan tegak oleh umat Islam,” tandasanya dengan meminta semua pihak ke pesantren-pesantren; betapa akan menjumpai Bhineka Tunggal Ika, Pancasila dan UUD 1945 ditegakkan dengan sangat benar.
Kyai, jebolan Fakultas Dakwah dan Ushuluddin Universitas Islam Madinah dan mengambil spesialisasi Hadis di Universitas Al Azhar Kairo ini, kemudian mengungkap yang terjadi di sekitar tahun 1965.
“Saya tahu dengan PKI. Apa yang terjadi di sekitar tahun 1965, indikasinya nyaris sama dengan kondisi saat ini. Masalahnya sekarang; pingin mati atau pingin hidup. Kalau tidak pingin hidup, hendaklah matilah dengan yang baik. Umat Islam, mengetahui bagaimana mati yang baik itu. Kemudian kalau tidak ingin mati, hendaklah hiduplah dengan hidup yang baik,” pesannya seperti dikutip Suara Islam.
KH. Hasan Abdullah Sahal, putra ke enam dari KH. Ahmad Sahal—salah satu dari tiga bersaudara (Trimurti) pendiri dan pemimpin Pondok Modern Darussalam Gontor. Saat menyampaikan taushiyyah berharap segala sesuatu yang disampaikan jangan sampai dianggap sebagai ujaran kebencian.
Berwasiat
“Saya bertemu dengan Pak Natsir di tahun 1967, saat Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) ini didirikan. Pak Natsir meninggalkan politik dan memimpin DDII. Saya dan kami semua yang di Gontor sejalan, juga tidak berpolitik. Sepenuhnya mengajar agama, mengurus anak-anak yang belum bisa shalat, agar menjadi bisa salat, “ katanya.
Dengan posisi yang tidak berpolitik demikian, KH. Hasan menggambarkan yang disampaikan tidak jarang bisa saja disalah artikan. Seperti ketika mengingatkan peternak babi dan pemelihara anjing.
“Saya katakan pada peternak babi itu, babi itu kotor dan haram. Sedang kepada pemelihara anjing itu, saya katakana air liur anjing itu najis. Jika terkena air liurnya, membersihkan harus dengan beberapa kali dibasuh air dan debu. Demikian itu, apakah saya menyampaikan ujaran kebencian atau ajaran agama…?” kata KH. Hasan dengan nada bertanya.
Di ujung taushiyyahnya; KH. Hasan mengutip tiga ayat akhir Surat Al Fajr, yang biasa dibaca seorang modin ketika menghantar penguburan jenazah; Ya ayyuhan nafsul muthma’innah // Irji’ii ilaa robbiki rodziyatam mardziyah// fadkhulili fii ‘ibaadii// wadkhulii jannatii// Wahai Manusia yang telah memiliki jiwa yang tenteram. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang ridha dan diridhaiNya. Maka masuklah ke golongan hamba-hamba Ku. Dan masuklah ke dalam Surga Ku.
“Saya kini, sudah hampir 71 tahun. Orang bilang usia senja. Kalau saya bilang sudah surup—- matahari menjelang tenggelam. Karena itu, saya wasiatkan dengan mengajak memahami lebih mendalam tiga ayat tersebut. Wahai manusia yang sudah mempunyai jiwa yang tenteram, masuklah ke dalam haribaanKu (Allah), di sanalah terdapat kedamaian. Jangan sampai surga kita di obrak-abrik oleh musuh-musuh Islam, orang asing dan antek-antek asing.
Karena itu, kalau saat ini berada di dalam kehidupan berpolitik, berpolitiklah yang benar. Kalau saat ini berada di bidang ekonomi, bertindaklah dalam bidang ekonomi yang benar. Kalau saat ini berada di bidang hukum; bertindaklah dengan hukum yang benar. Kita, tidak mau Negara ini menjadi seperti Styuriah dan Yaman.” Katanya mengakhiri taushiyyahnya.[DJ]

Tags: IndonesiaKH Hasan Abdullah SahalSakit
Share17Tweet11Send
Previous Post

Anton Bantah Tuduhan Oplos Beras

Next Post

Inilah Profil Jamaah Haji Indonesia

Dedi Junaedi

Dedi Junaedi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
YMI Peduli Wakafkan 100 Sepeda kepada Gontor

YMI Peduli Wakafkan 100 Sepeda kepada Gontor

3 September 2026
Menggapai Ridha Allah dengan Memudahkan Urusan Sesama

Menggapai Ridha Allah dengan Memudahkan Urusan Sesama

6 September 2026
60 Siswa SIT Insantama Leuwiliang Ikuti Haflah Tilawatil Qur’an Ke-5

60 Siswa SIT Insantama Leuwiliang Ikuti Haflah Tilawatil Qur’an Ke-5

5 September 2026
Lulus Tahsin, 60 Siswa SIT Insantama Leuwiliang Naik Level ke Program Tahfizh

Lulus Tahsin, 60 Siswa SIT Insantama Leuwiliang Naik Level ke Program Tahfizh

6 September 2026
Gontor Gelar GIHES 2026 di Jakarta

Gontor Gelar GIHES 2026 di Jakarta

30 August 2026
Rekonstruksi Pendidikan Akhlak di Era AI: Transformasi Generasi Stroberi Menuju Generasi Kemiri Berdasarkan Nilai-nilai Pendidikan dalam Surat Luqman

Rekonstruksi Pendidikan Akhlak di Era AI: Transformasi Generasi Stroberi Menuju Generasi Kemiri Berdasarkan Nilai-nilai Pendidikan dalam Surat Luqman

0
Festival Kaligrafi Internasional 100 Tahun Gontor Resmi Dibuka

Festival Kaligrafi Internasional 100 Tahun Gontor Resmi Dibuka

0
Kunci Sukses dalam Hidup

Kunci Sukses dalam Hidup

0
1926: Ketika NU dan Gontor Menjawab Zaman

1926: Ketika NU dan Gontor Menjawab Zaman

0
PBNU Berharap Hubungan NU-Gontor Kian Harmonis di Usianya yang Ke-100

PBNU Berharap Hubungan NU-Gontor Kian Harmonis di Usianya yang Ke-100

0
Festival Kaligrafi Internasional 100 Tahun Gontor Resmi Dibuka

Festival Kaligrafi Internasional 100 Tahun Gontor Resmi Dibuka

9 September 2026
Rekonstruksi Pendidikan Akhlak di Era AI: Transformasi Generasi Stroberi Menuju Generasi Kemiri Berdasarkan Nilai-nilai Pendidikan dalam Surat Luqman

Rekonstruksi Pendidikan Akhlak di Era AI: Transformasi Generasi Stroberi Menuju Generasi Kemiri Berdasarkan Nilai-nilai Pendidikan dalam Surat Luqman

9 September 2026
Kunci Sukses dalam Hidup

Kunci Sukses dalam Hidup

9 September 2026
1926: Ketika NU dan Gontor Menjawab Zaman

1926: Ketika NU dan Gontor Menjawab Zaman

6 September 2026
JK Tegaskan Pentingnya Reorientasi Pendidikan Modern dan Makna 100 Tahun Gontor

JK Tegaskan Pentingnya Reorientasi Pendidikan Modern dan Makna 100 Tahun Gontor

6 September 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Edisi Khusus Bulan September 2026 spsial 100 tahun .Pesan sekarang
https://bit.ly/pesan-majalah#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah, kami kembali membuka kesempatan kepada Alumni Gontor ataupun Pondok Alumni yang memiliki usaha yang ingin diperkenalkan melalui Majalah Gontor pada bulan oktiober ini.
Kami membuka 3 paket pilihan :
1. 1/4
2. 1/6
3. Iklan MiniLink pendaftaran : https://bit.ly/pasang-iklan-mgatau bisa lihat di link Bio.#majalahgontor #gontornews
  • Alhamdulillah Majalah Gontor Edisi Khusus Bulan September spesial100 tahun Gontor telah tersedia. Stok edisi khusus semakin menipis pula (Juli - September). Bagi yang belum memiliki bisa Langsung pesan melalui link berikut :
https://bit.ly/pesan-majalahJangan sampai kehabisan.Untuk Baju kaos bisa juga pesan melalui link ini : https://tinyurl.com/pesan-bajukontak bagian penjualan :
0812-3416-0133
#majalahgontor #gontornews #gontor #alumnigontor
  • Tersedia Ukuran:
S, M, L, XL, XXLWarna : Hitam dan Putih
Sablon : DTF
  • Kumpul-kumpul alumni di acara puncak 100 Tahun gontor boleh juga ini. Silahkan yang mau pesan bisa langsung ke link berikut : https://tinyurl.com/pesan-kaos
atau bisa pesan ke nomor yang ada pada flyer.Bahan : Cotton Combed 24s
Warna tersedia : Hitam dan Putih
Tersedia lengan pendek dan lengan panjang.
Ukuran : S, M, L, XL, XXL.Catatan:
Gambar yang ada pada katalog ini mungkin tidak 100% akurat dengan aslinya. Hal tersebut disebabkan adanya faktor perbedaan cahaya dan tampilan pada media elektronik yang digunakan.#gontornews #majalahgontor
  • Bismillah, PRE-ORDER
Limited Edition
Tersedia Warna Hitam dan Putih
Ukuran yang tersedia : S, M, L, XL, XXL
Bahan : Cotton Combed 24s
Sablon : DTFLink Pemesanan : https://tinyurl.com/pesan-baju#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah.  Alumni Gontor 2007 wakaf 100 unit sepeda untuk guru-guru di Gontor
Insya Allah akan diserahkan secara simbolis pada acara peringatan 100 tahun Gontor.#majalahgontor #gontornews #gontor #pondokmoderngontor @risang.wijanarko @pondok.modern.gontor
  • Global Islamic Holistic Education Summit.
Lokasi : Hotel Borobudur Jakarta, Indonesia
Tanggal : 5 - 6 September 2026Akhir Pendaftaran : 27 Agustus 2026Dalam rangka Peringatan 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor, kami mengundang Bapak/Ibu untuk berpartisipasi dalam Global Islamic Holistic Education Summit (GIHES) 2026.GIHES 2026 merupakan forum Internasional yang mempertemukan pimpinan pesantren, lembaga pendidikan Islam, akademisi, pembuat kebijakan, dan tokoh pendidikan untuk berbagi perspektif, membahas tantangan strategis, serta membangun sinergi dan kolaborasi bagi kemajuan pendidikan dan generasi mendatang.#gontornews #majalahgontor #gihes
  • Dari Los Angeles, California, Amerika Serikat, tepatnya di Hollywood Sign dengan jarak kurang lebih 14.000 kilometer dari pondok Modern Darussalam Gontor. Doa-doa kebaikan disampaikan kepada Pondok Modern Darussalam Gontor dan Keluarga Besar Gontor.#majalahgontor #gontornews #100tahungontor #gontorponorogo

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result