Montreal, Gontornews — Qatar Airways sekarang mempunyai rute baru penerbangan. Rute itu melalui perairan internasional di Teluk yang dikendalikan oleh Uni Emirat Arab dan Bahrain.
Jurubicara Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) yang berbasis di Montreal, Kanada, Anthony Philbin, mengatakan pada hari Selasa (8/8), pihaknya telah meminta sejumlah negara di Timur Tengah untuk memastikan akses yang adil bagi pesawat yang terdaftar di Qatar.
“Beberapa rute udara telah tersedia dan terjamin. Selain itu juga ada beberapa rute sementara atau kontingensi baru juga telah dikembangkan termasuk melalui wilayah udara Bahrain dan UEA,” katanya kepada kantor berita AFP.
Qatar telah meminta ICAO untuk menyetujui rute baru setelah Arab Saudi, UEA, Bahrain dan Mesir melarang Qatar Airways terbang di wilayah udara mereka sebagai bagian dari boikot ekonomi dan diplomatik yang diberlakukan mulai 5 Juni 2017.
Pembatasan lalu lintas udara telah menyebabkan ‘pusing’ 2,4 juta penduduk Qatar, 90 persen di antaranya adalah orang asing, karena penerbangan terpaksa mengambil rute yang lebih jauh, misalnya ke Asia Tenggara.
“ICAO dan negara-negara yang terlibat terus memantau kesesuaian rute udara dan pengelolaan ATM (manajemen lalu lintas udara), yang mungkin masih akan mengalami modifikasi lebih lanjut jika perlu, dengan kesepakatan bersama,” kata Philbin.
Sementara itu Saj Ahmad, kepala analis pada konsultan penerbangan Strategic Aero Research, mengatakan bahwa koridor baru, meskipun sementara, menjadi pertanda baik untuk solusi jangka panjang yang dapat memberikan ruang bernapas yang sangat dibutuhkan bagi Qatar Airways. [Rusdiono Mukri]





















