Makassar, Gontornews — Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mendesak santri agar melupakan mimpi untuk menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Santri harus menjadi pengusaha yang banyak membuka lapangan kerja.
“Jadi anak-anak yang lulus dari pesantren jangan terlalu berharap untuk jadi PNS, lupakan itu semuanya. Iya lupakan,” kata JK saat meresmikan Pondok Pesantren Ikatan Masjid Musala Indonesia Muthahidah (IMMIM) Putera II di Kecamatan Moncongloe, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Sabtu (28/10).
Pada acara peresmian yang dihadiri ribuan santri Pondok Pesantren IMMIM itu, JK mengungkapkan adanya perbedaan jumlah lulusan sarjana serta penerimaan PNS tiap tahunnya.
“Zaman dulu orang andalkan ijazah, zaman sekarang ijazah tidak berarti lagi. Mengapa tidak berarti ijazah sekarang, karena dulu ijazah dipakai untuk jadi pegawai negeri. Sekarang pegawai negeri yang diterima selama setahun paling tinggi 50 ribu (orang), itu pun mungkin kurang, kemarin cuma 25 ribu (orang), sedangkan yang lulus sarjana 1 juta (orang) tiap tahun,” ungkap pria yang juga pernah menjabat sebagai Wakil Presiden periode 2004-2009.
JK meminta kepada seluruh pesantren agar mampu berinovasi serta meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan. Menurutnya, pesantren saat ini tidak sama dengan pesantren di masa lampau.
“Pesantren modern memang meniru Gontor, tapi Gontor modern pada waktunya. Sekarang harus lebih baik dari dahulu. Harus menciptakan suatu kreatif, itu yang dimaksud modern di dewasa ini bukan hanya bajunya,” pungkas JK sambil menekankan pentingnya meningkatkan kemampuan ketimbang mengandalkan ijazah. [Mohamad Deny Irawan]






















