Bamako, Gontornews — Sedikitnya empat penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan seorang tentara Mali tewas dalam dua serangan terpisah di Mali utara. Demikian kata pejabat PBB.
Serangan hari Jumat, yang juga menyebabkan 21 tentara lainnya cedera, terjadi ketika pasukan PBB di negara tersebut, yang dikenal sebagai MINUSMA, melakukan operasi gabungan dengan pasukan Mali di dekat perbatasan dengan Niger.
Serangan pertama terjadi pada hari Jumat pagi di Indelimane, menyebabkan tiga penjaga perdamaian dari Niger dan seorang tentara Mali tewas. Yang kedua terjadi di dekat Douentza dan menyebabkan seorang penjaga perdamaian tewas.
Belum ada yang mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut.
Dalam sebuah pernyataan, Sekjen PBB Antonio Guterres mengutuk insiden “yang memalukan” terhadap MINUSMA. Ia memperingatkan, menargetkan pasukan penjaga perdamaian merupakan kejahatan perang.
Sekretaris Jenderal menyampaikan belasungkawa terdalamnya kepada Pemerintah Burkina Faso, Mali dan Niger dan simpati mendalamnya terhadap keluarga korban. “Dia berharap korban luka segera pulih,” kata jurubicaranya seperti dikutip Aljazeera.
Misi tersebut, yang memiliki lebih dari 11.000 tentara dan didirikan pada tahun 2013, adalah salah satu operasi penjaga perdamaian yang paling berbahaya di dunia. Pasukan PBB kerap diserang oleh kelompok bersenjata.
Menurut PBB, lebih dari 146 anggota misi telah tewas sejak 2013.
Bulan lalu, tiga penjaga perdamaian PBB dari Chad terbunuh saat kendaraan mereka menabrak ranjau darat dan pasukan penjaga perdamaian keempat meninggal kemudian akibat luka-luka.
Situasi keamanan di Mali rapuh sejak 2012 setelah kelompok bersenjata menguasai seluruh bagian utara negara itu, hanya satu tahun setelah Prancis melakukan intervensi militer di negara itu. [Rusdiono Mukri]





















