Florence, Gontornews – Kematian anak laki-laki Afghanistan berusia 10 tahun karena berdesakan di atas sebuah kapal yang membawa setidaknya 66 orang dengan tujuan Pulau Lesbos, Yunani, Sabtu (25/11) membuat prihatin Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM).
Tragedi itu terjadi sehari setelah IOM mengatakan lebih dari 33.000 orang tewas di lautan setelah mencoba mencapai Eropa sejak tahun 2000. Hal ini menjadikan Laut Tengah sebagai laut yang paling mematikan di dunia.
Profesor Philippe Fargues dari European University Institute di Florence, penulis laporan IOM, mengatakan angka kematian sesungguhnya lebih besar dari angka tersebut.
Menurut IOM, tahun ini sekitar 161.000 migran dan pengungsi tiba di Eropa melalui laut. Sekitar 75 persen dari mereka mendarat di Italia, dan sisanya di Yunani, Siprus dan Spanyol. “Hampir 3.000 lainnya meninggal atau hilang,” kata IOM seperti dikutip Aljazeera. [Rusdiono Mukri]





















