Kairo, Gontornews.com — Tsani Lizziah merupakan alumnus Gontor Putri tahun 2009 yang dulu terpilih sebagai finalis di ajang Dai Muda ANTV tahun 2012. Pada awal perjalanan dakwahnya, Tsani juga telah banyak mengalami lika-liku dakwah yang cukup berkesan.
Semua perjalanan dakwah secara lengkap telah diceritakan Tsani lewat buku berjudul “Lentera Surga” karangannya. Termasuk cerita awal saat mengikuti audisi hingga terjun dakwah di masyarakat.
Menurutnya, tujuan pertama mengikuti audisi tersebut adalah karena ia terdorong ingin mengaplikasikan apa yang sudah di dapat selama belajar di Pondok Gontor Putri. “Alhamdulillah saya menjadi salah satu yang terpilih dari 800 peserta lebih se-Jawa Barat,” terang Motivator Muslimah versi Republika tersebut. Sampai akhirnya, bertemu dengan 20 orang finalis se-Indonesia dari berbagai provinsi.
Wanita kelahiran Sukabumi, 02 Desember 1990 itu, juga sangat menikmati rangkaian kegiatan selama audisi. Karena selain bisa berdakwah di atas panggung, mereka juga diajak untuk berdakwah langsung di lapangan.
“Kita pun dituntut untuk dapat berdakwah di lapangan, di kalangan anak punk, di pasar-pasar, di mall,” jelasnya kepada Majalah Gontor. Bahkan, lanjut Founder komunitas MCM (Muslimah Cerdas Multitalenta) ini, khusus untuk dai (putra) diterjunkan ke tempat prostitusi untuk berdakwah disana.
Setiap minggunya para finalis dibimbing oleh ‘tuan guru’ Ustadz Bachtiar Nasir. Ada juga beberapa guru tamu yang bergantian setiap minggunya, seperti Ustadz Yusuf Mansur, Ustadz Habsyi, Ustadz Subki, Mamah Dedeh, dll. Setelah 4 bulan berkutat di acara tersebut, para finalis semakin bersyukur karena merasa lebih pawai mengaplikasikan ilmu-ilmu dakwah mereka secara langsung di masyarakat.
Dirinya pun sempat berdakwah di daerah pelosok Jampang Sukabumi. Saking susahnya medan perjalanan yang harus dilalui, sebagian jamaah yang berjalan kaki bahkan harus menempuh waktu 2 jam untuk tiba di tempat tersebut.
Saat ini, Tsani bersama suami tengah berada di Mesir. “Sekarang saya ikut suami ke Mesir dan ikut menggali ilmu agar siap terjun lagi ke masyarakat,” pungkas finalis ajang International Muslimah Icon di Kuala Lumpur, Malaysia, yang diikuti oleh kontestan dari 8 negara ini. [Edithya Miranti/DJ]





















