Batang, Gontornews – Memaknai peringatan hari ulang tahun Indonesia yang ke-71, Pimpinan Pondok Modern Tazakka, Batang, adalah dengan senantiasa mensyukuri nikmat Alalh swt. Meski tidak seperti negara-negara lain yang lebih dahulu merdeka, Indonesia tetap dianggap sebagai negara pelopor perdamaian dunia.
“Sikap bangsa ini jelas terhadap penjajahan. Dan dalam sejarahnya, Indonesia selalu menjadi pelopor perdamaian dunia baik untuk tingkat kawasan di Asia Tenggara, Asia pada umumnya bahkan untuk dunia,” ungkap KH Anang Rikza melalui pesan singkat kepada gontornews.com
Dibanding dengan negara-negara maju seperti Amerika Serikat, Indonesia mungkin belum seberapa. Namun, ada juga negara di kawasan Asia yang hari proklamasinya jauh ketimbang Indonesia seperti Korea Selatan dan Singapura yang saat ini sedang menapaki jalan menuju negara maju.
Ustadz Anang, sapaan akrabnya, menganggap bahwa kemajuan sebuah negara tidak dapat dinilai dari usia kemerdekaannya. Sebaliknya, Maju tidaknya sebuah bangsa dilihat dari tingkat kesadaran rakyat di untuk bekerja keras dan bersatu padu mewujudkan impian bersamanya.
“Artinya, capaian kemajuan suatu negara bukanlah semata didasarkan atas usia kemerdekaannya. Namun lebih kepada kesadaran bangsanya untuk bekerja keras dan bersatu padu mewujudkan impian bersama sebagai sebuah bangsa,” terang alumnus Gontor 1996 tersebut.
Indonesia adalah negara dan bangsa yang besar. Luas negara kepulauan ini, dari Sabang hingga Merauke. Jika dibandingkan, luas wilayah Indonesia seperti halnya jarak antara Teheran (Iran) dan London di Inggris.
Pun dengan jumlah penduduknya yang saat ini mencapai 260 juta orang disebutnya hampir berimbang dengan 21 negara yang berada di kawasan Timur Tengah.
Selain luas dan demografinya, Indonesia, disebut oleh lulusan Kajian Timur tengah Universitas Gajah Mada tersebut, juga diikuti dengan melimpahnya sumber daya alam dan manusia.
“Secara sumber daya alam, tidak perlu diragukan lagi bahwa Indonesia memiliki kekayaan alam terpendam yang luar biasa, baik di daratan maupun di lautan. Segala puji bagi Allah yang telah menganugerahi kekayaan alam tersebut di bumi pertiwi ini,” katanya.
“Presiden Soekarno, misalnya, adalah pencetus, pemrakarsa sekaligus pelopor gerakan negara non blok yang sangat fenomenal, kepemimpnan Soekarno diakui di tingkat dunia,” tambahnya sembari menjabarkan peran presiden-presiden RI seperti Soeharto, dan Burhanuddin Jusuf Habibie di kancah internasional.
Ustadz Anang mengajak kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk mensyukuri segala sesuatu yang telah diberikan Allah swt pada bangsa ini. Baginya, kesyukuran yang dimaksud memerlukan sinergi dalam bentuk karya-karya besar.
“Kesyukuran kemerdekaan ke-71 ini harus menjadi momentum untuk terus memajukan bangsa sehingga sejajar dengan bangsa-bangsa lainnya,” papar pria yang sempat menjadi penasehat pimpinan cabang istimewa Muhammadiyah Mesir itu.
“Seluruh potensi bangsa harus disinergikan dan diformulasikan dalam bentuk karya besar untuk dimanfaatkan sebanyak mungkin bagi kesejahteranaan bangsa,” pungkasnya. [Mohamad Deny Irawan/DJ]





















