Ponorogo, Gontornews – Peneliti Institut pemikiran dan peradaban islam (INPAS), Kholili Hasib, menyebut bahwa pertemuan yang melibatkan ulama dan da’i se-Asia Tenggara yang diinisiasi oleh Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) dapat meningkatkan jaringan dakwah secara komprehensif dan luas di seluruh nusantara.
“Ini merupakan pertemuan berharga. Bertukar informasi perkembangan dakwah di Asia Tenggara,” ungkap Kholili melalui pesan singkat kepada Gontornews.com, Rabu (17/8).
“Ada jaringan yang bisa dibangun sebagai upaya penyelesaian masalah,” tambahnya.
Dalam peringatan ulang tahun k-90, PMDG menyelenggarakan pertemuan da’i dan ulama se-Asia Tenggara dari tanggal 16-17 Agustus 2016 di komplek Universitas Darussalam Gontor kampus Siman, Ponorogo.
Selain menghadirkan sejumlah pendakwah dan ulama di Asia Tenggara, acara ini juga dihadiri oleh perwakilan dari Ikatan Keluarga Pondok Modern Gontor dari seluruh Indonesia serta alumni program kaderisasi ulama.
Salah satu acara yang menarik perhatian dalam pertemuan ini adalah terdapatnya dialog yang bertema ‘identifikasi tantangan dakwah dan konsolidasi agenda dakwah.’ Dalam dialog tersebut Ketua Ulama Thailand Selatan, Syeikh Wan Abdullah serta ulama asal Timor Leste, Syeikh Khulaeli Abi Chumaedi berkenan menjadi narasumber dialog.
Kholili menambahkan, semangat pesaudaraan muslim di kepulauan nusantara seolah terwakili dalam pertemuan tersebut. Alumnus Program pascasarjana Institut Studi Islam Darussalam (sekarang UNIDA) tersebut menekankan bahwa nusantara disatukan oleh agama.
“Pada hakekatnya, kita tidak terpisah dan disatukan oleh agama, madzhab dan ras yang sama-sama Melayu. pada zaman dahulu, kita tersatukan oleh agama dan bahasa,” ungkapnya.
Senada dengan Kholili, Abumazar Alim, alumnus PKU angkatan 2 dari Jakarta memberikan pendapat serupa yang menyebut bahwa pertemuan ini memudahkan para da’i dan ulama dalam memetakan persoalan dakwah di berbagai daerah.
“Pertemuan ini bisa membangun jaringan dakwah dimanapun kita berada. informasi seputar peta dakwah dari berbagai daerah juga dapat diketahui sehingga dapat segera menemukan solusi penyelesaian permasalah umat yang terjadi di daerah saya,” terang Abumazar Alim. [Mohamad Deny Irawan/DJ]






















