Ponorogo, Gontornews – Pertemuan ulama dan da’i se-Asia Tenggara yang diadakan oleh pondok modern Darussalam Gontor (16-17/8) menghasilkan sejumlah rekomendasi terkait jaringan dan pemanfaatan dakwah di wilayah Nusantara.
Isi dari rekomendasi tersebut yaitu:
1) Meningkatkan kualitas, peran, fungsi serta wibawa alumni dalam masyarakat;
2) Memperkuat program kaderisasi ulama dalam bidang-bidang yang lebih luas seperti bidang pemikiran, bidang akidah, bidang fikih, bidang sosial, bidang dakwah masyarakat minoritas, bidang kristologi dan lain sebagainya;
3) Mengefektifkan mekanisme hubungan antara ulama di perguruan tinggi dan di perkotaan dengan dai di pedesaan;
4) Meningkatkan atau menambah program kaderisasi ulama dengna program imamah dan manajemen masjid;
5) Perlunya meningkatkan kemampuan ulama mengikuti perkembangan situasi sosial dan politik umat islam agar dapat meningkatkan kepedulian umat terhadap maslahat umat;
6) Perlunya peningkatan model dakwah dalam bentuk kerja sosial (lisanul hal) khususnya untuk masyarakat bawah.
Dalam peringatan ulang tahun k-90, PMDG menyelenggarakan pertemuan da’i dan ulama se-Asia Tenggara dari tanggal 16-17 Agustus 2016 di komplek Universitas Darussalam Gontor kampus Siman, Ponorogo.
Selain menghadirkan sejumlah pendakwah dan ulama di Asia Tenggara, acara ini juga dihadiri oleh perwakilan dari Ikatan Keluarga Pondok Modern Gontor dari seluruh Indonesia serta alumni program kaderisasi ulama.
Dilansir dari laman Gontor.ac.id, berkenan sebagai narasumber yaitu Ustadz Wan Abdullah Tuankaji dari Thailand Selatan dan Ustadz Khulaeli Abi Chumaedi dari Timor Leste. Selain itu, pertemuan tersebut juga menghadirkan KH Abdurrahman Navis (MUI Pusat), Dr Hamid Fahmy Zarkasyi (Wakil Rektor 1 UNIDA Gontor), KH Ainul Yaqin (MUI Jatim), KH Abdul Ghofur Maimun (Pimpinan Pondok Pesantren Al-Anwar 3 Sarang, Rembang), Ustadz Bachtiar Nasir, Ridwan Hamidi (MIUMI) dan Ir Abdul Kadir Baraja dari Yayasan Dana Sosial Al-Falah, Surabaya. [Mohamad Deny Irawan/DJ]





















