pesanan-majalah-edisi-khusus
29 °c
Pecenongan
Fri
Sat
Thursday, 10 September, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Wawancara

Perjuangan Gontor Belum Usai

KH Hasan Abdullah Sahal, Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor

Rusdiono Mukri by Rusdiono Mukri
22 January 2018
in Wawancara
0
Perjuangan Gontor Belum Usai

Tahun 2016, Pondok Modern Darussalam Gontor telah mencapai umurnya yang ke-90 tahun. Model pendidikan modern yang diterapkan, telah membuat Gontor dianggap sebagai pembaru sistem pendidikan pesantren di Indonesia. Sejumlah alumninya berkiprah di berbagai bidang, baik skala nasional maupun internasional. Sebut saja misalnya: KH Idham Chalid, KH Kafrawi Ridwan, KH Hasyim Muzadi, Prof Dr Din Syamsuddin, Dr Hidayat Nur Wahid, Adnan Pandu Praja, Husnan Bey Fananie, dan Dr Hamid Fahmy Zarkasyi.

Prestasi ini tak pelak menjadi acuan Wakil Presiden Jusuf Kalla untuk mengapresiasi Gontor dengan segala kemampuan yang dimilikinya dalam menghasilkan para alumni yang berkualitas. Namun, pujian dari tokoh nasional sekaliber Jusuf Kalla rupanya tidak membuat KH Hasan Abdullah Sahal, salah satu Pimpinan Pondok Modern Gontor, berbangga diri.

Sebaliknya, Ustadz Hasan, sapaan akrab santrinya, justru merasa Gontor masih seumur jagung dan masih bisa lebih banyak berbuat untuk Indonesia dan dunia. Berikut penuturan Ustadz Hasan pada acara Sujud Syukur Menyambut 90 Tahun Pondok Modern Gontor di Masjid Istiqlal, Jakarta, Sabtu (28/4/2016), yang dikompilasi oleh wartawan Majalah Gontor, Mohamad Deny Irawan, dalam format dialog:

Bagaimana Ustadz memaknai perayaan ulang tahun Gontor ke-90?

BACA JUGA

UNIDA Ingin Duduk Bersama Universitas-universitas Kelas Dunia

Belajar Jadi Pengusaha Teladan dan Bermanfaat bagi Umat

Abad Kedua Gontor Dimulai Hari Ini!

Titik Terang Kembalikan Lunturnya Adab dalam Dunia Pendidikan  

Kembali ke Fitrah: Apa yang Berubah Setelah Ramadhan?

Ini bukan perayaan. Ini peringatan. Khilfatan liman arāda an yadzakkara aw arāda syukūran. Adalah ingat dan bersyukur. Banyak orang tidak ingat dan tidak bersyukur. Maka perlu kami jelaskan tema yang ada di depan bapak-bapak, ibu-ibu, saudara-saudara, wali murid dan keluarga besar pondok modern Darussalam Gontor. Katakata mengestafetkan, kata-kata ini sebenarnya istilah dalam keolahragaan tapi maksudnya adalah memberikan tongkat kelanjutan perjuangan kepada generasi yang akan datang.

Apa yang diestafetkan kepada generasi yang akan datang?

Kami mengestafetkan dan menyampaikan nilai-nilai, bukan sekedar orangnya, gedungnya, ataupun uangnya. Nilai-nilai pondok tidak boleh berubah, tidak boleh ada yang mencoba-coba untuk mengubah nilainilai Pondok dengan Panca Jiwanya dan menyimpangkan Panca Jangka Pondok Modern Darussalam Gontor. Kami mengestafetkan nilai-nilai kemusyawarahan sebagaimana dicontohkan KH Ahmad Sahal, KH Zaenuddin Fanani, KH Imam Zarkasyi, KH Shoiman Luqmanul Hakim, KH Abdullah Syukri Zarkasyi hingga KH Imam Badri. Sekarang, saya, Pak Syukri dan Pak Syamsul Hadi Abdan selalu mengadakan musyawarah. Ini mentalitas, ini moralitas.

Watak kepemimpinan Pondok adalah kebersamaan dan musyawarah. Yang akan datang, watak kepemimpinan seperti ini harus diteruskan dan antum semua harus menjadi saksi ini semua. Kami selalu berusaha mendahulukan maslahatul ma’had. Dalam bahasa Arab ada istilah isti’lā dari kata bahasa Arab ‘alā-ya’lū-‘uluwwan artinya tinggi, meninggikan, meletakkan di tempat tertinggi, isti’lāu al-imān, isti’lāu syarī‘ti al-islāmiyyah, isti’lā u al-sibghah al-islāmiyyah, isti’lāu al-sibghah alma’hadiyyah. Dan yang ketiga, isti’lāu maslahati al-ma’had li ‘izzi al-islām wa al-muslimīn.

Alumni Gontor kompak dalam menginisiasi beragam kegiatan positif di tengah masyarakat, mengapa demikian?

Alhamdulillah, anak-anak kita, doktor, profesor, ada yang jendral, ada yang prajurit, ada yang pegawai, ada yang pedagang dan lain sebagainya, semuanya itu li ‘izzi al-islām wa almuslimīn. Semua mencair karena paham kepondokmodernan. Seperti ini tadi, saya kasihan sama yang moto-moto, ingin foto-foto saja, sekalian biar selesai. Semuanya tidak susah diatur karena terbiasa. Ūsīkum waiyyāya bitaqwallāh.

Gontor mengajarkan tiga hal. Pertama, tandzim , pengaturan, pengorganisasian karena kemodernan. Kedua, an-nidzam, aturan dan peraturan. Dan yang ketiga, al-intidzam , kedisiplinan atau seperti yang disampaikan oleh Abdurrahman Muhammad Fachir, konsistensi. Kalau menurut saya, konsistensi adalah kedisiplinan dalam memegang nilai-nilai Pondok. Ini harus diwariskan kepada generasi yang akan datang.

Pujian berdatangan atas kiprah Gontor dan para alumninya, apakah Gontor sudah berhasil?

Kami ini selalu merasa malu, almarhum KH Ahmad Sahal, KH Zaenuddin Fanani, KH Imam Zarkasyi sudah tidak ada. Kami bertiga belum berbuat apa-apa, amat sangat belum berbuat apa-apa. Tapi Allah SWT memberikan rahmat semacam ini. Kami malu karena cita-cita Gontor masih jauh. Ibarat perjalanan menuju Jakarta, kita baru sampai Madiun. Ibarat kita akan ke Mekkah, baru sampai Jakarta. Belum apa-apa. Kalau ada orang membanggakan alumni Gontor ada yang jadi Menteri, ada yang jadi Rektor, ada yang jadi Duta Besar, itu baru sampai Jakarta. Itu ibarat perjalan ke Mekkah, baru sampai Jakarta. Kalau sampai alumni Gontor menjadi imam Masjid Istiqlal, kalau alumni Gontor sudah menjadi imam Masjidil Haram, kalau alumni Gontor sudah menjadi Syaikh Al-Azhar, kalau alumni Gontor sudah menjadi presiden-presiden di dunia untuk meninggikan islam wal muslimīn , itu baru Gontor yang dicita-citakan. Jadi ibarat berjalan ke Bandung, kita baru sampai Jabung. Jangan mengaku sampai Bandung. Baru minum dawet di Jabung, tapi mengaku sudah sampai Bandung. Maka cita-cita kita masih jauh sekali.

Ingat, sejak tahun 1926 Gontor sudah mencanangkan empat sintesa: Aligarh, Al-Azhar, Santiniketan dan Syanggit. Saya menyebut Syanggit dengan berat. Saat ini nasib Syanggit menyedihkan sekali disebabkan kurang kompaknya internal, sekarang Syanggit punah. Gontor tidak! Internal dikuatkan. Konsolidasi internal, sehingga nanti InSya Allah seperti yang kita citacitakan. Kita harus pandai bersyukur, mewaspadai virus-virus yang akan mengganggu ini semua.

Apa pesan Ustadz untuk bangsa Indonesia?

Sebelumnya, saya mau tanya, bangsa kita ini sakit atau sehat? Badan anak-anak kita itu baik atau nakal? Bangsa kita ini baik apa nakal? Takut ya? Takut ada Pak Wakil Gubernur ya? Tidak apa-apa. Tidak marah dia, tidak marah. Orang Jakarta ini banyak yang baik apa yang nakal? Baik-baik atau nakal? Sakit atau sehat? Orang sakit itu dimarahi atau diobati? Kalau ada anak sakit, diobati. Kalau ada anak nakal, dinasihati, diperbaiki. Bangsa kita ini lagi tidak beres, kecuali yang beres. Bangsa kita ini lagi sakit, kecuali yang sehat. Maka, bangsa kita ini harus disembuhkan. Harus dipimpin. Harus dididik Gontor dalam memilih lembaga pendidikan. Gontor tidak marah-marah, tidak memarahi orang-orang yang menjengkelkan. Gontor tidak marah-marah dengan orang yang salah. Gontor tidak mengutuk orang-orang yang sesat. Biarin saja. Kita didik, kita tetap lembaga pendidikan.

Terakhir, apa pesan Ustadz untuk para alumni Gontor?

Gontor akan mendidik, mendidik, mendidik dan sampai kapanpun Gontor akan terus mendidik. Doakanlah kami semuanya umur panjang, amal shalih, husnul khatimah, Rādhiyatan mardhiyyah, shafā’ah Rasulullah SAW. Ini yang penting. Sakralnya Pondok. Inilah yang menjadi ciri. Jadi kehidupan yang sakral. Pesantren itu bukan karena ilmunya saja. Bukan karena barokahnya kiai saja. Bukan karena gedung-gedungnya saja. Bukan karena dananya saja.

Tetapi karena kehidupan sakralnya. Bukan barokahnya kiai, tapi barokahnya ţalabu al-‘ilmi. Barokahnya proses belajar mengajar. Barokahnya keikhlasan, barokahnya kebersamaan, barokahnya pengorbanan, barokahnya kedisiplinan, barokahnya ketaatan, semuanya. Itulah yang dapat menjadikan sumber-sumber barokah.

Maka dari itu, kami titipkan. Kami generasi (umur) 60-70 ke atas, kami titipkan nilai-nilai Pondok ini untuk perjuangan umat. Ini saja, mudah-mudahan dengan adanya penekanan ini ada gunanya dan jujur, malu kepada diri saya, karena kami belum berupaya seperti yang diharapkan.

Tetapi Subhanallah, inilah umat kita. Mudah-mudahan, ini yang daftar pesantren membludak, larisnya pondok pesantren bukan karena rusaknya di luar pesantren, tapi karena kualitas pesantren yang baik. Doakan kami tetap istiqamah, sehat, sabar, tabah bisa menjalankan tugas dengan benar dan baik. Jangan sampai lupa juga mendoakan yang ada di rumah, Bapak KH Syamsul Hadi Abdan, tunggu rumah, penjaga gawang. Jangan sampai semuanya pergi. Yang datang ke sini saya dan Pak Syukri.[]

 

 

 

 

Tags: 90 Tahun GontorKH Hasan Abdullah SahalPondok Modern Gontor
Share127Tweet80Send
Previous Post

Bisnis Halal Life Style, Tijaratan Lan Tabur

Next Post

Gaya Hidup Halal, Tren Internasional

Rusdiono Mukri

Rusdiono Mukri

Redaksi Majalah Gontor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Menggapai Ridha Allah dengan Memudahkan Urusan Sesama

Menggapai Ridha Allah dengan Memudahkan Urusan Sesama

6 September 2026
60 Siswa SIT Insantama Leuwiliang Ikuti Haflah Tilawatil Qur’an Ke-5

60 Siswa SIT Insantama Leuwiliang Ikuti Haflah Tilawatil Qur’an Ke-5

5 September 2026
YMI Peduli Wakafkan 100 Sepeda kepada Gontor

YMI Peduli Wakafkan 100 Sepeda kepada Gontor

3 September 2026
Lulus Tahsin, 60 Siswa SIT Insantama Leuwiliang Naik Level ke Program Tahfizh

Lulus Tahsin, 60 Siswa SIT Insantama Leuwiliang Naik Level ke Program Tahfizh

6 September 2026
Kapolri Listyo Dukung Pramuka PUI Perkuat Karakter Kebangsaan Generasi Muda

Kapolri Listyo Dukung Pramuka PUI Perkuat Karakter Kebangsaan Generasi Muda

4 September 2026
Rekonstruksi Pendidikan Akhlak di Era AI: Transformasi Generasi Stroberi Menuju Generasi Kemiri Berdasarkan Nilai-nilai Pendidikan dalam Surat Luqman

Rekonstruksi Pendidikan Akhlak di Era AI: Transformasi Generasi Stroberi Menuju Generasi Kemiri Berdasarkan Nilai-nilai Pendidikan dalam Surat Luqman

0
Festival Kaligrafi Internasional 100 Tahun Gontor Resmi Dibuka

Festival Kaligrafi Internasional 100 Tahun Gontor Resmi Dibuka

0
Kunci Sukses dalam Hidup

Kunci Sukses dalam Hidup

0
1926: Ketika NU dan Gontor Menjawab Zaman

1926: Ketika NU dan Gontor Menjawab Zaman

0
PBNU Berharap Hubungan NU-Gontor Kian Harmonis di Usianya yang Ke-100

PBNU Berharap Hubungan NU-Gontor Kian Harmonis di Usianya yang Ke-100

0
Festival Kaligrafi Internasional 100 Tahun Gontor Resmi Dibuka

Festival Kaligrafi Internasional 100 Tahun Gontor Resmi Dibuka

9 September 2026
Rekonstruksi Pendidikan Akhlak di Era AI: Transformasi Generasi Stroberi Menuju Generasi Kemiri Berdasarkan Nilai-nilai Pendidikan dalam Surat Luqman

Rekonstruksi Pendidikan Akhlak di Era AI: Transformasi Generasi Stroberi Menuju Generasi Kemiri Berdasarkan Nilai-nilai Pendidikan dalam Surat Luqman

9 September 2026
Kunci Sukses dalam Hidup

Kunci Sukses dalam Hidup

9 September 2026
1926: Ketika NU dan Gontor Menjawab Zaman

1926: Ketika NU dan Gontor Menjawab Zaman

6 September 2026
JK Tegaskan Pentingnya Reorientasi Pendidikan Modern dan Makna 100 Tahun Gontor

JK Tegaskan Pentingnya Reorientasi Pendidikan Modern dan Makna 100 Tahun Gontor

6 September 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Bismillah.
Paket Perpustakaan.
EDISI TAHUN 2020 - 2025Hanya : Rp. 149.000,-
Didapatkan:
1. Isi 20 Eksemplar
2. Edisi Tahun Acak
3. + SUBSIDI ONGKIR 10.000,-Pesan Via WhatsApp
0812 3416 0133, 0858 1760 8802Website : www.gontornews.com
Instagram : @gontornews#majalahgontor
#majalahgontor
  • Bismillah.
tersedia baju kaos lengan panjang atau pendek. Warna putih dan hitam. Degan Sablon DTF.Ukuran : S, M, L, XLLink Pembelian : https://tinyurl.com/pesan-baju#majalahgontor
#gontornews
  • Edisi Khusus Bulan September 2026 spsial 100 tahun .Pesan sekarang
https://bit.ly/pesan-majalah#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah, kami kembali membuka kesempatan kepada Alumni Gontor ataupun Pondok Alumni yang memiliki usaha yang ingin diperkenalkan melalui Majalah Gontor pada bulan oktiober ini.
Kami membuka 3 paket pilihan :
1. 1/4
2. 1/6
3. Iklan MiniLink pendaftaran : https://bit.ly/pasang-iklan-mgatau bisa lihat di link Bio.#majalahgontor #gontornews
  • Alhamdulillah Majalah Gontor Edisi Khusus Bulan September spesial100 tahun Gontor telah tersedia. Stok edisi khusus semakin menipis pula (Juli - September). Bagi yang belum memiliki bisa Langsung pesan melalui link berikut :
https://bit.ly/pesan-majalahJangan sampai kehabisan.Untuk Baju kaos bisa juga pesan melalui link ini : https://tinyurl.com/pesan-bajukontak bagian penjualan :
0812-3416-0133
#majalahgontor #gontornews #gontor #alumnigontor
  • Tersedia Ukuran:
S, M, L, XL, XXLWarna : Hitam dan Putih
Sablon : DTF
  • Kumpul-kumpul alumni di acara puncak 100 Tahun gontor boleh juga ini. Silahkan yang mau pesan bisa langsung ke link berikut : https://tinyurl.com/pesan-kaos
atau bisa pesan ke nomor yang ada pada flyer.Bahan : Cotton Combed 24s
Warna tersedia : Hitam dan Putih
Tersedia lengan pendek dan lengan panjang.
Ukuran : S, M, L, XL, XXL.Catatan:
Gambar yang ada pada katalog ini mungkin tidak 100% akurat dengan aslinya. Hal tersebut disebabkan adanya faktor perbedaan cahaya dan tampilan pada media elektronik yang digunakan.#gontornews #majalahgontor
  • Bismillah, PRE-ORDER
Limited Edition
Tersedia Warna Hitam dan Putih
Ukuran yang tersedia : S, M, L, XL, XXL
Bahan : Cotton Combed 24s
Sablon : DTFLink Pemesanan : https://tinyurl.com/pesan-baju#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah.  Alumni Gontor 2007 wakaf 100 unit sepeda untuk guru-guru di Gontor
Insya Allah akan diserahkan secara simbolis pada acara peringatan 100 tahun Gontor.#majalahgontor #gontornews #gontor #pondokmoderngontor @risang.wijanarko @pondok.modern.gontor

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result