California, Gontronews – Sebuah penelitian menunjukkan, aktivitas menyusui yang dilakukan ibu, setidaknya selama 6 bulan, dapat mengurangi risiko diabetes tipe 2. Penelitian ini diterbitkan oleh JAMA Internal Medicine pada 16 Januari 2018.
“Kami menemukan hubungan yang sangat kuat antara durasi menyusui dan rendahnya risiko diabetes, bahkan setelah memperhitungkan segala risiko yang mungkin terjadi,” kata Erica P Gunderson, periset senior dari Kaiser Permanente, Oakland California, AS.
Gunderson menambahkan bahwa wanita menyusui mampu mengurangi risiko diabetes tipe 2 hingga 47 persen dibandingkan mereka yang tidak menyusui sama sekali.
Dalam penelitianya, Gunderson dan tim menganalisa data sepanjang 30 tahun yang terdapat pada the Coronary Artery Risk Development in Young Adults (CARDIA). Penelitian ini setidaknya melibatkan 5000 orang dewasa berusia antara 18 hingga 30 tahun.
Tidak hanya itu, wanita yang menyusui juga mendapatkan perlindungan dari risiko terkena kanker payudara dan ovarium.
“Kejadian diabetes menurun secara bertahap seiring dengan aktivitas menyusui, terlepas adanya perbedaan ras, diabetes gestasonal, perilaku gaya hidup, ukuran tubuh, dan sejumlah faktor risiko metabolik lainnya yang diukur pada masa kehamilan, yang memungkinkan ditemukannya mekanisme yang bersifat biologis,” ungkap Gunderson sebagaimana dilansir Science Daily.
Mekanisme biologis yang dimaksud oleh Gunderson yaitu pemberian ASI kepada bayi serta perlindungan yang diperoleh seorang wanita menyusui. Salah satu efek perlindungan yang diberikan adalah adanya pengaruh hormon terkait laktasi pada sel pankreas yang mampu mengendalikan kadar insulin dalam darah sehingga berdampak pada kandungan gula dalam darah.
“Kami telah lama mengetahui bahwa menyusui memiliki banyak manfaat baik untuk ibu dan bayi, namun, bukti yang ditemukan sebelumnya menunjukkan bahwa menyusui dapat melemahkan penyakit kronis pada wanita,” ujar Direktur Kesehatan Wanita Kaiser Permanente, Tracy Flanagan.
“Sekarang kita melihat perlindungan yang lebih kuat yang menunjukkan bahwa ibu yang menyusui selama berbulan-bulan setelah melahirkan, dapat mengurangi risiko terkena diabetes tipe 2 hingga sang ibu beranjak tua. Ini adalah alasan lain mengapa dokter, perawat, pihak rumah sakit, serta pemberi kebijakan harus mendukung wanita untuk menyusui selama mungkin,” tambahnya.
Terakhir, Gunderson mengatakan bahwa penelitian ini tidak hanya mengandalkan pelaporan diabetes secara mandiri atau mengikuti wanita lanjut usia tetapi penelitian ini mengikuti perilaku wanita secara khusus saat berada pada masa subur serta menyaring secara teratur potensi diabetes sebelum dan sesudah kehamilan. Gunderson dan timnya, dalam penelitian ini, juga memperhitungkan obesitas, glukosa, insulin, gaya hidup, riwayat keluarga dan periode perinatal (periode prakelahiran). [Mohamad Deny Irawan]



















Comments 1