Ponorogo, Gontornews — Acara Silaturahim dan Lokakarya Pengusaha Alumni Gontor laksana sebuah seminar motivasi untuk para alumni Gontor yang berkecimpung di dunia bisnis. Hal ini karena di tengah-tengah ratusan peserta yang memadati ruangan Rabithah, Pondok Modern Darussalam Gontor, hadir seorang narasumber, alumni senior yang sukses menjalani berbagai macam bisnis.
Dialah HM Sodiq Nur Hadi, pengusaha dari Bojonegoro, Jawa Timur, yang memiliki beberapa macam bisnis mulai dari swalayan, toko bangunan, toko sembako, distributor pupuk, SPBU, koperasi, perkebunan, pertanian, transportasi bisnis tembakau, dan bermacam bisnis lainnya.
Pak Sodiq, sapaan akrab pria berkacamata ini, juga menjadi lokomotif gerakan dakwah dan pendidikan di wilayah Bojonegoro, dengan masjid, sekolah dan pesantren modern yang memiliki fasilitas cukup memadai. Uniknya, pria yang dikaruniai 10 anak ini hanya belajar tiga tahun di Gontor, namun beberapa usahanya untuk membantu kegiatan di Gontor.
Di hadapan peserta, Sodiq memberikan nasihat jangan sampai berhenti menuntut ilmu. Sebab ilmu tidak hanya didapat dari sekolah saja tapi dari mana saja. Berbekal pelajaran 3 tahun di Gontor, Sodiq pulang ke Bojonegoro menjadi kernet angkot dan berkembang menjadi supir. Tahun 1974 ia mengambil kredit bank untuk membeli angkot dan disupiri sendiri. Semakin lama mobilnya berkembang menjadi 4 mobil. Kalau mobilnya rusak Sodiq pun memperbaiki sendiri.
“Ini pelajaran dari Gontor. Kalau diesel penggilingan padi rusak saya yang memperbaiki,” paparnya dalam lokakarya berjudul “Peran Alumni dalam Menghadapi AFTA dan MEA” di Pondok Modern Gontor, Jumat (2/9).
Sodiq memaparkan, pada tahun 1977 ia sempat menjual empat mobilnya untuk biaya haji orangtuanya. Sisanya digunakan untuk mendirikan toko bangunan dan toko elektro. Semakin lama, bisnisnya berkembang di berbagai bidang seperti toko swalayan Latansa, PT Laroiba, Isma Toko Swalayan (ITS), Isma Toko Bangunan (ITB), hingga mendirikan sekolah boarding school di Sumberejo, Bojonegoro.
Meskipun tak terjun di dunia politik praktis, Sodiq juga menjadi tokoh penting yang menyukseskan terpilihnya Bupati Bojonegoro Suyoto hingga dua periode.
Hubungannya dengan Gontor hingga saat ini terjalin mesra karena beberapa kali bidang usahanya selalu menjadi kunjungan studi panding Pesantren Gontor dan Pesantren al-Amin Madura untuk mengembangkan usaha.
Sodiq mengakui keberhasilannya berbisnis karena menjalankan prinsip-prinsip dan ajaran Gontor. Ia pernah diperintahkan pimpinan Gontor untuk membenahi UKK agar bisa dikelola dengan baik. Ia juga pernah mendapat tugas dari Gontor untuk menyalurkan sembako di era Menteri Koperasi Adi Sasono.
Terakhir, menjelang Peringatan 90 Tahun Gontor, Sodiq membantu pembangunan jalan menuju Gontor yang masih berlubang.
“Prinsip saya, ambillah manfaat dari Gontor dan berilah manfaat untuk Gontor,” terangnya.
Ditemui Gontornews.com usai acara, alumni Gontor tahun 1972 ini menegaskan bahwa alumni Gontor akan lebih sukses dari dirinya jika berprinsip tidak mencari manfaat dari Gontor tapi mengutamakan kepentingan Gontor dan memberi manfaat sebesar-besarnya untuk Gontor.
“Saya hanya kelas tiga Gontor, antum lebih sukses di pendidikan, yakinlah antum lebih sukses daripada saya,” terangnya. [Ahmad Muhajir/Rus]



















