San Fransisco, Gontornews β- Sebuah penelitian yang dilakukan oleh seorang Neurobiologis asal University of California, San Fransisco (UCSF), Saul Villeda membuktikan bahwa darah manusia berusia muda dapat meremajakan sel otak orang yang berumur lebih tua.
Periset menemukan bahwa ada sejumlah enzim pada darah manusa berusia muda yang mempengaruhi peremajaan sel otak penyebab turunnya daya kognitif seseorang.
“Awalnya saya tidak mempercayainya,” kata Geraldine Gontier dari UCSF sebagaimana dilansir laman Science Alert.
“Jelas, bahwa beberapa faktor sirkulasi dalam darah mampu mengubah tingkat Tet-2 di dalam otak,” tambahnya.
Tet-2 merupakan enzim yang memanikan aktifitas penentu epigenetik dalam sejumlah gen. Seiring dengan bertambahnya usia seseorang, Tet-2 melakukan mutasi terhadap gen yang menyebabkan risiko kanker, stroke dan penyakti kardiovaskular meningkat.
“Beberapa gen yang dimaksudkan bertanggungjawab terhadap regenerasi sel otak. Faktanya, seseorang akan semakin tidak efisien seiring bertambahnya usia yang mereka rasakan,” kata Gontier.
Penelitian ini menggunakan dua ekor tikus sebagai objek percobaan. Tikus pertama diberikan transfusi darah dari tikus yang muda, sedangkan tikus lainnya diberikan transfusi darah dari tikus yang lebih tua.
Hasilnya, tikus yang menerima transfusi darah dari tikus muda diketahui mampu memperbaiki ingatan, pembelajaran serta memperbaiki hubungan sel di hipokampus, yaitu bagian dari otak besar yang berperan untuk kegiatan mengingat dan navigasi ruangan.
Sedangkan tikus penerima transfusi darah dari tikus yang lebih tua diketahui mengalami peningkatan penuaan kognitif.
Tim menggunakan teknik yang disebut parabiosis, yaitu teknik yang melibatkan pembedahan yang menghubungkan sistem peredaran darah dalam periode tertentu.
“ini luar biasa, karena ini seperti memperbaiki ingatan mereka seperti ingatan pada manusia sehat berusia 30 tahun,” kata Saul Villeda dalam penelitian yang diterbitkan oleh Cell Reports.
“Dalam penelitian ini, kami menemukan bahwa suatu enzim Tet-2 mampu menyelamatkan kemunduran regeneratif dan meningkatkan beberapa fungsi kognitif pada otak tikus dewasa,” pungkas Gontier. [Mohamad Deny Irawan]





















