Batang, Gontornews – Pakar wakaf dari Badan Wakaf Indonesia (BWI) pusat, Dr Fakhrurrozi mengapresiasi pelaksanaan wakaf uang yang diterapkan oleh Pondok Modern Tazakka, Batang. Menurutnya, wakaf uang merupakan wakaf langsung yang terwujud dalam bentuk sarana, prasarana fisik pendidikan atau infrastruktur.
“Yang selama ini berjalan kan itu, orang wakaf untuk bangun gedung kelas, asrama, masjid dan lain-lain. Itu tidak akan ada habisnya, karena kebutuhan akan terus berkembang,” ungkap Dr Fakhrurrozi saat mengikuti Rapat Kerja Wakaf di PM Tazakka, Batang, Ahad (4/3).
Dr Fakhrurrozi menambahkan jika wakaf uang merupakan sektor produktif yang manfaatnya bisa digunakan untuk pemenuhan kebutuhan pondok. “ini menjaga sustainable pendanaan pondok dalam jangka panjang,” sebutnya.
Dr Fakhrurrozi menjadikan Al-Azhar Mesir sebagai prototype pengelolaan wakaf modern. Ia juga menyebut sejumalah sektor produktif seperti pertanian, perkebunan, pertambangan, pertokoan, jasa konstruksi dan saham di perusahan besar bisa dimanfaatkan sebagai wakaf.
“Wakafnya Al-Azhar sekarang begitu, sehingga semua keuntungannya bisa membiayai seluruh mahasiswa dari berbagai dunia gratis, bahkan dosen dan karyawannya juga digaji dari hasil wakaf itu, dan pembangunan pun terus melesat, itulah wakaf uang,” terang peraih doktor wakaf dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu.
Dalam kesempatan yang sama, Pimpinan PM Tazakka, KH Anang Rikza Masyhadi menyebutkan bahwa saat ini PM Tazakka telah mengembangkan wakaf uang menjadi beberapa unit usaha pondok seperti Ahsan Resto yang bergerak di bidang kuliner, Tazakka Toko yang menyediakan kebutuhan ritel, serta Lantabur Stone Crusher.
“Semua keuntungannya masuk pondok untuk menunjang biaya operasional dan pembangunan serta pengembangan SDM pondok,” tambah Kiai Anang.
Kiai Anang mendorong PM Tazakka agar fokus ke wakaf uang atau wakaf produktif sebagai konsep gerakan Wakaf Tazakka
“Mungkin ke depan, kita ubah strateginya, wakaf melalui uang untuk sarana prasarana cukup 40% saja, selebihnya yang 60% kita dorong kepada wakaf uang atau produktif, ini untuk jangka panjang. Maka jika kita terus bekerja keras, ikhlas penuh dedikasi dan amanah yang tinggi, tidak mustahil jika suatu saat Al-Azhar Kairo akan ada di Bandar, Batang ini, ya Rabb,” pungkasnya. [Mohamad Deny Irawan]



















