15
Tonton Selengkapnya
28 °c
Pecenongan
Sat
Sun
Saturday, 6 June, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Saintek Sains

Membiakkan Bakteri, Memanen Emas Murni

Oleh Dedi Junaedi, Wartawan dan Dosen INAIS

Dedi Junaedi by Dedi Junaedi
25 March 2018
in Sains
0
Membiakkan Bakteri, Memanen Emas Murni

Kabar baik datang dari dunia riset Jerman-Australia. Tim riset  gabungan dari  Martin Luther University Halle-Wittenberg (MLU),  Technical University of Munich (TUM), dan University of Adelaide (UA) di Australia berhasil menemukan bakteri yang dapat memanen emas murni  (24 karat) dari limbah logam berat.

Ekstrak emas dari bakteri  Cupriavidus metallidurans

Jurnal Metallomics  terbaru  terbitan Royal Society of Chemistry di London (31/01/2018) melaporkan bahwa bakteri  Cupriavidus metallidurans terbukti dapat menghasilkan ektrak emas dari air limbah terkontaminasi logam berat. Tim riset gabungan dari dua negara itu juga menyingkap mekanisme ekstraksinya secara biokimia.

Dalam artikel berjudul  “Synergistic gold–copper detoxification at the core of gold biomineralisation in Cupriavidus metallidurans,”,  L Bütof dan koleganya menjelaskan bahwa secara alami, adanya konsentrasi logam berat yang tinggi, seperti tembaga dan emas, bersifat sangat beracun untuk kebanyakan mahluk hidup.  Ternyata, C. metallidurans  punya adaptasi tinggi. Lebih dari itu, bakteri berbentuk batang ini malah memiliki kemampuan  mengekstrak elemen emas (Au) dari  limbah senyawa logam berat tanpa meracuni dirinya sendiri. Bahkan, bakteri ini dapat memanen logam mulia dalam bentuk gumpalan-gumpalan kecil emas murni.

BACA JUGA

Risiko Depresi Karena Asupan Garam Tinggi

Komunitas Psikiatri Dunia Soroti Tingginya Angka Kematian Akibat Bunuh Diri

Syamsuddin Arif: Iman, Sains dan Budaya Harus Saling Dipadukan

Ilmuwan AS Temukan Metode Cegah Pemutihan Karang

Terungkap, Ular Derik Nyaman Bersama Koloninya

Sebuah tim peneliti gabungan dari  MLU dan   TUM (Jerman) dan UA (Australia) telah menemukan proses biomolekuler yang terjadi di dalam bakteri. Kelompok tersebut terdiri tujuh ilmuwan, yaitu L. Bütof,  N. Wiesemann  M. Herzberg,  M. Altzschner,  A. Holleitner,  F. Reith  and  D. H. Nies. Mereka telah mempublikasi  temuan tersebut  dalam jurnal  Metallomics  edisi 31 Januari 2018.

Bakteri Batang

Menurut Profesor Dietrich H Nies, ahli mikrobiologi di MLU, bakteri C. metalliduran biasa hidup di tanah yang tercemar dengan banyak logam berat. Seiring waktu beberapa mineral tanah rusak, melepaskan logam berat beracun dan gas hidrogen ke lingkungannya.  “Terlepas dari ladanya ogam berat beracun, kondisi kehidupan di tanah ini tidak selalu berdampak buruk. Ada cukup hidrogen untuk menghemat energi dan memungkinkan bakteri itu beradaptasi. Agar dapat bertahan, organisme itu harus menemukan cara untuk melindungi dirinya dari zat beracun ini,’’ tambahnya.

Bersama dengan rekannya, Profesor Frank Reith dari Universitas Adelaide dari Australia, Nies pada 2009 telah menemukan kemampuan C. metalliduran menyera emas secara biologis. Mengapa hal ini bisa terjadi? Bagaimana mekanisme  proses biomineralisasiinya secata tepat baru diketahui setelah melalui rangkaian riset  lanjutan yang dikerjakan belum lama ini.

 

Nugget emas murni hasil ektraksi C. metalliduran

Reith dan Nies menjelaskan, emas memasuki bakteri dengan cara yang sama seperti tembaga. Tembaga adalah elemen vital bagi kehidupan C. metalliduran, namun akan menjadi racun jika terakumulasi dalam jumlah banyak. Ketika partikel tembaga dan emas bersentuhan dengan bakteri, serangkaian proses kimia terjadi. Tembaga, yang biasanya terjadi dalam bentuk yang sulit untuk diangkat, diubah menjadi bentuk yang jauh lebih mudah bagi bakteri untuk diimpor sehingga mampu mencapai bagian dalam sel. Hal yang sama juga terjadi pada senyawa emas.

Bila jumlah tembaga terlalu banyak terakumulasi dalam tubuh bakteri, maka logam itu biasanya dipompa keluar oleh enzim CupA. “Namun, ketika senyawa emas juga ada bersama tembaga, enzim tersebut  akan tertekan. Ini membuat senyawa campuran tembaga dan emas beracun tetap berada di dalam sel. Gabungan tembaga dan emas sebenarnya lebih beracun daripada bila muncul sendiri, ” unkap Dietrich H. Nies.

Untuk mengatasi masalah racun ini, bakteri akan mengaktifkan enzim lain: CopA. Enzim ini mampu mengubah senyawa tembaga dan emas menjadi bentuk kompleks logam yang  sulit diserap. “Ini memastikan bahwa lebih sedikit senyawa tembaga dan emas masuk ke dalam interior sel. Dengan bantuan enzim CopA, bakteri akan mengurangi efek racun dengan cara memompa elemen tembaga keluar tubuh tanpa hambatan. Konsekuensi lainnya: senyawa emas yang sulit dibuang akan ditransformasi menjadi partakel nugget emas yang berkumpul di bagian luar sel bakteri. Karena dimensinya hanya beberapa nanometer, partikel emas itu tidak sampai membahayakan kehidupan bakteri, ” jelas  Nies.

Di alam, C. metalliduran memainkan peran kunci dalam pembentukan loga emas sekunder, yang biasanya terbentik muncul setelah proses pemecahan bijih emas yang berlangsung secara geologis. Jadi bakteri batang ini dapat mengubah partikel emas beracun yang dibentuk oleh proses pelapukan menjadi partikel emas yang tidak berbahaya, sehingga menghasilkan nugget emas.

Riset  Tim MSU

Jika menilik sejarahnya, temuan tim riset gabungan Jerman-Australia itu ternyata juga mengkonfirmasi temuan tim AS. Oktober 2012, sebagaimana dikutip Scitech Daily,  tim dari Michigan State University (MSU) telah menemukan bahwa bakteri Cupriavidus metallidurans memiliki kemampuan untuk menahan jumlah toksisitas yang luar biasa, yang tampaknya merupakan kunci penting jalan untuk menciptakan emas 24 karat.

Kazem Kashefi dan Adam Brown dari MSU menemukan bahwa bakteri toleran logam C. metalliduran dapat tumbuh pada konsentrasi klorida emas yang besar, senyawa kimia beracun yang banyaj ditemukan di alam. Mereka memamerkan temuan mereka dalam ajam  kompetisi  Cyber Prix Arts Electronica 2012 di Linz, Austria.

Mereka menggunakan bioreaktor bakteri yang mampu mengubah emas cair menjadi emas 24 karat. Bakteri itu setidaknya 25 kali lebih kuat dari yang dilaporkan sebelumnya. Dalam karya yang disebut The Great Work of the Metal Lover, mereka menggunakan kombinasi bioteknologi, seni, dan alkimia untuk mengubah emas cair menjadi emas murni.

Dalam kontes itu, tim MSU memberi makan bakteri klorida emas, meniru proses yang mereka yakini terjadi di alam. Dalam waktu sekitar seminggu, bakteri tersebut dapat mengubah racun dan menghasilkan nugget emas.

Biomineralisasi Hijau

Bagaimanapun, menurut Manuela Bank-Zillmann dari Martin Luther University Halle-Wittenberg, studi yang dilakukan oleh tim riset gabungan Jerman-Australia ini memberikan wawasan penting ke era paruh kedua dari siklus emas bio-geokimia. Melalui riset ini, masyarakat ilmiah kini mendapat gambaran utuh bahwa logam mulia primer dapat ditransformasikan oleh bakteri lain ke dalam senyawa emas beracun dan mobile, yang kemudian diubah kembali menjadi logam-logam sekunder yang aman secara lingkungan pada paruh kedua siklus bio-geokimia.

Dia percaya, setelah seluruh siklus dipahami, ke depan tambang emas dapat diproduksi tak hanya dari ladang-ladang bijih yang hanya mengandung sebagian kecil emas. Melainkan juga dapat diperoleh melalui bioproses yang bersih tanpa memerlukan keterlibatan senyawa ikatan merkuri beracun seperti yang selama ini berlaku. Dengan begitu, bersiaplah kita mengambut hadirnya inovasi biomineralisasi hijau.

Dedi Junaedi

Tags: BakteriEmasMemanen
Share225Tweet138Send
Previous Post

Mengubah Paradoks Ekologis, Demi Masa Depan Lebih Baik

Next Post

Mengolah Emas

Dedi Junaedi

Dedi Junaedi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pesantren Wisuda: Bekali Lulusan SMPIT Insantama Leuwiliang Menuju Masa Depan

Pesantren Wisuda: Bekali Lulusan SMPIT Insantama Leuwiliang Menuju Masa Depan

4 June 2026
Filosofi Takbir, Tahlil, dan Tahmid dalam Idul Adha: Kajian Ontologis, Epistemologis, dan Aksiologis

Filosofi Takbir, Tahlil, dan Tahmid dalam Idul Adha: Kajian Ontologis, Epistemologis, dan Aksiologis

30 May 2026
Menghidupkan Spirit Haji Pasca-Idul Adha dalam Kehidupan Sehari-hari

Menghidupkan Spirit Haji Pasca-Idul Adha dalam Kehidupan Sehari-hari

31 May 2026
Ini dia Lirik Lagu Gontor ‘Takkan Terlupa’

Ini dia Lirik Lagu Gontor ‘Takkan Terlupa’

30 August 2021
Tiga Perempuan Tangguh Alumni Gontor Putri di Tengah Hiruk Pikuk FORBIS EXPO 2024

Tiga Perempuan Tangguh Alumni Gontor Putri di Tengah Hiruk Pikuk FORBIS EXPO 2024

2 August 2024
Ikhlas: Rahasia Ketangguhan Gontor

Ikhlas: Rahasia Ketangguhan Gontor

0
Mahasiswi Penerima Beasiswa BAZNAS Raih Juara 1 Panahan Nasional

Mahasiswi Penerima Beasiswa BAZNAS Raih Juara 1 Panahan Nasional

0
Pesantren Wisuda: Bekali Lulusan SMPIT Insantama Leuwiliang Menuju Masa Depan

Pesantren Wisuda: Bekali Lulusan SMPIT Insantama Leuwiliang Menuju Masa Depan

0
Bekali Lulusan Hadapi Ujian Kehidupan, SMPIT Insantama Leuwiliang Gelar Pesantren Wisuda di Kawasan Wisata Gunung Salak

Bekali Lulusan Hadapi Ujian Kehidupan, SMPIT Insantama Leuwiliang Gelar Pesantren Wisuda di Kawasan Wisata Gunung Salak

0
Universitas Islam Bogor Jalin Kerjasama dengan UNIDA Gontor

Universitas Islam Bogor Jalin Kerjasama dengan UNIDA Gontor

0
Mahasiswi Penerima Beasiswa BAZNAS Raih Juara 1 Panahan Nasional

Mahasiswi Penerima Beasiswa BAZNAS Raih Juara 1 Panahan Nasional

5 June 2026
Ikhlas: Rahasia Ketangguhan Gontor

Ikhlas: Rahasia Ketangguhan Gontor

5 June 2026
BCA Syariah Salurkan Zakat Nasabah kepada BAZNAS dan Hadirkan Fitur ZIS di BSya

BCA Syariah Salurkan Zakat Nasabah kepada BAZNAS dan Hadirkan Fitur ZIS di BSya

5 June 2026
Pesantren Wisuda: Bekali Lulusan SMPIT Insantama Leuwiliang Menuju Masa Depan

Pesantren Wisuda: Bekali Lulusan SMPIT Insantama Leuwiliang Menuju Masa Depan

4 June 2026
BAZNAS Evakuasi dan Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran Kemayoran

BAZNAS Evakuasi dan Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran Kemayoran

4 June 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Alur Pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar Pondok Modern Darussalam GontorSource: gontortv
https://youtu.be/cUA3pvD43i8Video ini menjelaskan alur pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar Kulliyatu-l-Mu’allimin Al-Islamiyah (KMI) Pondok Modern Darussalam Gontor secara lengkap dan sistematis.Informasi lengkap terkait pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar KMI Pondok Modern Darussalam Gontor dapat diakses melalui:
https://gontor.ac.id/persiapanPendaftaran online dilakukan melalui halaman resmi:
https://capel.gontor.ac.id
  • Kunjungan Tim Redaksi Majalah Gontor ke Pondok Pesantren Modern Darel Azhar RangkasbitungIntip momen seru kunjungan Tim Redaksi Majalah Gontor saat berkeliling melihat fasilitas, unit ekonomi, hingga suasana belajar di Pondok Pesantren Modern Darel Azhar Rangkasbitung.#DarelAzhar #MajalahGontor #KunjunganMahabbah #PondokModern #Rangkasbitung #SantriIndonesia #UkhuwahIslamiyah #DuniaPesantren #Gontor #LiterasiSantri
#majalahgontor
#gontornews
  • Tujuan dari sains Islam adalah meletakkan kembali jejak Tuhan di dalam kausalitas alam, agar manusia tidak arogan dan menganggap alam bekerja tanpa pencipta.Prof. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil.#nasehat
#motivasionline
#belajarbaik
#hidupislami
#kehidupanislam
#majalahgontor
#gontornews
#kiaiku
#memperbaikidiri
#ilmupengetahuan
  • Membaca Al-Qur
  • Kebebasan dalam Islam bukanlah kebebasan tanpa batas, melainkan
  • Nasehat dalam memimpin suatu lembaga:
(Yang sulit dan menjadi tantangan dalam memimpin lembaga itu adalah:)
1. Noto Atine Dewe
2. Noto Atine Wong Liyo
3. Noto Atine Wong Liyo Sing luwih Tuo
4. Noto Atine Wong Liyo Sing luwih Tuo Sing Tukaran.KH Hasan Abdullah Sahal#nasehat
#motivasi
#belajar
#hidup
#kehidupan
#majalahgontor
#gontornews
  • Beriman itu tandanya jujur. Beriman itu tandanya bersaudara. Iman seseorang bisa diukur dari perilakunyaProf. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil.#nasehat
#motivasi
#belajar
#hidup
#kehidupan
#majalahgontor
#gontornews
#kiaiku
#memperbaikidiri
  • KAJIAN PARENTING EKSKLUSIF & VIRTUAL TOUR ARABIC GLOBAL SCHOOL JAKARTA.Menyiapkan Generasi Cerdas: Menyeimbangkan Adab Islami & Kompetensi Global di Era DigitalBersama Narasumber dari Arabic Global School (AGS):
1.​Dedek Febrian (Pembimbing Akademik AGS)
2.​Ramdhanil (Kepala Sekolah Kindergarten AGS)
3.​Adi Suroto (Kepala Sekolah Primary AGS)Moderator :
Devi Lusianawati
Reporter Majalah Gontor dan Gontornews.com🗓 Rabu, 22 April 2026
⏰ 13.00 – 15.30 WIB​👇 KLIK LINK DI BAWAH INI UNTUK MENDAFTAR:
👉 https://bit.ly/pendaftaran-kajian-online#bedahbuku #parentingislami #muslimmilenial #gontornews #majalahgontor #gontor #kajianonline #kajianislam #psikologianak #polaasuh #bukuislami #livezoom #webinarislami #pendidikananak #belajarparenting #polaasuhanak #generasimilenial #islammodern #kajianjakarta
  • Mestinya orang Islam itu hanya dengan menjalankan shalat, jiwanya itu bersih. Shalat itu harus ada hubungannya dengan perilaku.Prof. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil.#nasehat
#motivasi
#belajar
#hidup
#kehidupan
#majalahgontor
#gontornews
#kiaiku
#memperbaikidiri

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result