pesanan-baju-kaos
31 °c
Pecenongan
Mon
Tue
Sunday, 4 October, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Saintek Sains

Membiakkan Bakteri, Memanen Emas Murni

Oleh Dedi Junaedi, Wartawan dan Dosen INAIS

Dedi Junaedi by Dedi Junaedi
25 March 2018
in Sains
0
Membiakkan Bakteri, Memanen Emas Murni

Kabar baik datang dari dunia riset Jerman-Australia. Tim riset  gabungan dari  Martin Luther University Halle-Wittenberg (MLU),  Technical University of Munich (TUM), dan University of Adelaide (UA) di Australia berhasil menemukan bakteri yang dapat memanen emas murni  (24 karat) dari limbah logam berat.

Ekstrak emas dari bakteri  Cupriavidus metallidurans

Jurnal Metallomics  terbaru  terbitan Royal Society of Chemistry di London (31/01/2018) melaporkan bahwa bakteri  Cupriavidus metallidurans terbukti dapat menghasilkan ektrak emas dari air limbah terkontaminasi logam berat. Tim riset gabungan dari dua negara itu juga menyingkap mekanisme ekstraksinya secara biokimia.

Dalam artikel berjudul  “Synergistic gold–copper detoxification at the core of gold biomineralisation in Cupriavidus metallidurans,”,  L Bütof dan koleganya menjelaskan bahwa secara alami, adanya konsentrasi logam berat yang tinggi, seperti tembaga dan emas, bersifat sangat beracun untuk kebanyakan mahluk hidup.  Ternyata, C. metallidurans  punya adaptasi tinggi. Lebih dari itu, bakteri berbentuk batang ini malah memiliki kemampuan  mengekstrak elemen emas (Au) dari  limbah senyawa logam berat tanpa meracuni dirinya sendiri. Bahkan, bakteri ini dapat memanen logam mulia dalam bentuk gumpalan-gumpalan kecil emas murni.

BACA JUGA

Risiko Depresi Karena Asupan Garam Tinggi

Komunitas Psikiatri Dunia Soroti Tingginya Angka Kematian Akibat Bunuh Diri

Syamsuddin Arif: Iman, Sains dan Budaya Harus Saling Dipadukan

Ilmuwan AS Temukan Metode Cegah Pemutihan Karang

Terungkap, Ular Derik Nyaman Bersama Koloninya

Sebuah tim peneliti gabungan dari  MLU dan   TUM (Jerman) dan UA (Australia) telah menemukan proses biomolekuler yang terjadi di dalam bakteri. Kelompok tersebut terdiri tujuh ilmuwan, yaitu L. Bütof,  N. Wiesemann  M. Herzberg,  M. Altzschner,  A. Holleitner,  F. Reith  and  D. H. Nies. Mereka telah mempublikasi  temuan tersebut  dalam jurnal  Metallomics  edisi 31 Januari 2018.

Bakteri Batang

Menurut Profesor Dietrich H Nies, ahli mikrobiologi di MLU, bakteri C. metalliduran biasa hidup di tanah yang tercemar dengan banyak logam berat. Seiring waktu beberapa mineral tanah rusak, melepaskan logam berat beracun dan gas hidrogen ke lingkungannya.  “Terlepas dari ladanya ogam berat beracun, kondisi kehidupan di tanah ini tidak selalu berdampak buruk. Ada cukup hidrogen untuk menghemat energi dan memungkinkan bakteri itu beradaptasi. Agar dapat bertahan, organisme itu harus menemukan cara untuk melindungi dirinya dari zat beracun ini,’’ tambahnya.

Bersama dengan rekannya, Profesor Frank Reith dari Universitas Adelaide dari Australia, Nies pada 2009 telah menemukan kemampuan C. metalliduran menyera emas secara biologis. Mengapa hal ini bisa terjadi? Bagaimana mekanisme  proses biomineralisasiinya secata tepat baru diketahui setelah melalui rangkaian riset  lanjutan yang dikerjakan belum lama ini.

 

Nugget emas murni hasil ektraksi C. metalliduran

Reith dan Nies menjelaskan, emas memasuki bakteri dengan cara yang sama seperti tembaga. Tembaga adalah elemen vital bagi kehidupan C. metalliduran, namun akan menjadi racun jika terakumulasi dalam jumlah banyak. Ketika partikel tembaga dan emas bersentuhan dengan bakteri, serangkaian proses kimia terjadi. Tembaga, yang biasanya terjadi dalam bentuk yang sulit untuk diangkat, diubah menjadi bentuk yang jauh lebih mudah bagi bakteri untuk diimpor sehingga mampu mencapai bagian dalam sel. Hal yang sama juga terjadi pada senyawa emas.

Bila jumlah tembaga terlalu banyak terakumulasi dalam tubuh bakteri, maka logam itu biasanya dipompa keluar oleh enzim CupA. “Namun, ketika senyawa emas juga ada bersama tembaga, enzim tersebut  akan tertekan. Ini membuat senyawa campuran tembaga dan emas beracun tetap berada di dalam sel. Gabungan tembaga dan emas sebenarnya lebih beracun daripada bila muncul sendiri, ” unkap Dietrich H. Nies.

Untuk mengatasi masalah racun ini, bakteri akan mengaktifkan enzim lain: CopA. Enzim ini mampu mengubah senyawa tembaga dan emas menjadi bentuk kompleks logam yang  sulit diserap. “Ini memastikan bahwa lebih sedikit senyawa tembaga dan emas masuk ke dalam interior sel. Dengan bantuan enzim CopA, bakteri akan mengurangi efek racun dengan cara memompa elemen tembaga keluar tubuh tanpa hambatan. Konsekuensi lainnya: senyawa emas yang sulit dibuang akan ditransformasi menjadi partakel nugget emas yang berkumpul di bagian luar sel bakteri. Karena dimensinya hanya beberapa nanometer, partikel emas itu tidak sampai membahayakan kehidupan bakteri, ” jelas  Nies.

Di alam, C. metalliduran memainkan peran kunci dalam pembentukan loga emas sekunder, yang biasanya terbentik muncul setelah proses pemecahan bijih emas yang berlangsung secara geologis. Jadi bakteri batang ini dapat mengubah partikel emas beracun yang dibentuk oleh proses pelapukan menjadi partikel emas yang tidak berbahaya, sehingga menghasilkan nugget emas.

Riset  Tim MSU

Jika menilik sejarahnya, temuan tim riset gabungan Jerman-Australia itu ternyata juga mengkonfirmasi temuan tim AS. Oktober 2012, sebagaimana dikutip Scitech Daily,  tim dari Michigan State University (MSU) telah menemukan bahwa bakteri Cupriavidus metallidurans memiliki kemampuan untuk menahan jumlah toksisitas yang luar biasa, yang tampaknya merupakan kunci penting jalan untuk menciptakan emas 24 karat.

Kazem Kashefi dan Adam Brown dari MSU menemukan bahwa bakteri toleran logam C. metalliduran dapat tumbuh pada konsentrasi klorida emas yang besar, senyawa kimia beracun yang banyaj ditemukan di alam. Mereka memamerkan temuan mereka dalam ajam  kompetisi  Cyber Prix Arts Electronica 2012 di Linz, Austria.

Mereka menggunakan bioreaktor bakteri yang mampu mengubah emas cair menjadi emas 24 karat. Bakteri itu setidaknya 25 kali lebih kuat dari yang dilaporkan sebelumnya. Dalam karya yang disebut The Great Work of the Metal Lover, mereka menggunakan kombinasi bioteknologi, seni, dan alkimia untuk mengubah emas cair menjadi emas murni.

Dalam kontes itu, tim MSU memberi makan bakteri klorida emas, meniru proses yang mereka yakini terjadi di alam. Dalam waktu sekitar seminggu, bakteri tersebut dapat mengubah racun dan menghasilkan nugget emas.

Biomineralisasi Hijau

Bagaimanapun, menurut Manuela Bank-Zillmann dari Martin Luther University Halle-Wittenberg, studi yang dilakukan oleh tim riset gabungan Jerman-Australia ini memberikan wawasan penting ke era paruh kedua dari siklus emas bio-geokimia. Melalui riset ini, masyarakat ilmiah kini mendapat gambaran utuh bahwa logam mulia primer dapat ditransformasikan oleh bakteri lain ke dalam senyawa emas beracun dan mobile, yang kemudian diubah kembali menjadi logam-logam sekunder yang aman secara lingkungan pada paruh kedua siklus bio-geokimia.

Dia percaya, setelah seluruh siklus dipahami, ke depan tambang emas dapat diproduksi tak hanya dari ladang-ladang bijih yang hanya mengandung sebagian kecil emas. Melainkan juga dapat diperoleh melalui bioproses yang bersih tanpa memerlukan keterlibatan senyawa ikatan merkuri beracun seperti yang selama ini berlaku. Dengan begitu, bersiaplah kita mengambut hadirnya inovasi biomineralisasi hijau.

Dedi Junaedi

Tags: BakteriEmasMemanen
Share228Tweet140Send
Previous Post

Mengubah Paradoks Ekologis, Demi Masa Depan Lebih Baik

Next Post

Mengolah Emas

Dedi Junaedi

Dedi Junaedi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Sosiologi Ketahanan Gontor

Pengalaman Gontor Mendidik Santri Terampil Komunikasi

29 September 2026
Empat Alumni KMI Gontor Resmi Menjadi Guru Besar UNIDA Gontor

Empat Alumni KMI Gontor Resmi Menjadi Guru Besar UNIDA Gontor

28 September 2026
Landasan Etika Bertutur dalam Pergaulan

Landasan Etika Bertutur dalam Pergaulan

27 September 2026
Pesta Literasi Alumni di Satu Abad Gontor

Pesta Literasi Alumni di Satu Abad Gontor

29 September 2026
Prof Syamsuddin Arif: Guru Besar Filsafat Islam Abad Pertengahan dari UNIDA Gontor

Prof Syamsuddin Arif: Guru Besar Filsafat Islam Abad Pertengahan dari UNIDA Gontor

29 September 2026
Catatan Penting dari Pengukuhan Prof Akhmad Affandi Mahfudz sebagai Guru Besar UNIDA Gontor

Catatan Penting dari Pengukuhan Prof Akhmad Affandi Mahfudz sebagai Guru Besar UNIDA Gontor

0
Sosiologi Ketahanan Gontor

Pengalaman Gontor Mendidik Santri Terampil Komunikasi

0
Pesta Literasi Alumni di Satu Abad Gontor

Pesta Literasi Alumni di Satu Abad Gontor

0
Prof Syamsuddin Arif: Guru Besar Filsafat Islam Abad Pertengahan dari UNIDA Gontor

Prof Syamsuddin Arif: Guru Besar Filsafat Islam Abad Pertengahan dari UNIDA Gontor

0
Empat Alumni KMI Gontor Resmi Menjadi Guru Besar UNIDA Gontor

Empat Alumni KMI Gontor Resmi Menjadi Guru Besar UNIDA Gontor

0
Catatan Penting dari Pengukuhan Prof Akhmad Affandi Mahfudz sebagai Guru Besar UNIDA Gontor

Catatan Penting dari Pengukuhan Prof Akhmad Affandi Mahfudz sebagai Guru Besar UNIDA Gontor

1 October 2026
Sosiologi Ketahanan Gontor

Pengalaman Gontor Mendidik Santri Terampil Komunikasi

29 September 2026
Prof Syamsuddin Arif: Guru Besar Filsafat Islam Abad Pertengahan dari UNIDA Gontor

Prof Syamsuddin Arif: Guru Besar Filsafat Islam Abad Pertengahan dari UNIDA Gontor

29 September 2026
Pesta Literasi Alumni di Satu Abad Gontor

Pesta Literasi Alumni di Satu Abad Gontor

29 September 2026
Empat Alumni KMI Gontor Resmi Menjadi Guru Besar UNIDA Gontor

Empat Alumni KMI Gontor Resmi Menjadi Guru Besar UNIDA Gontor

28 September 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Bismillah, bagi yang ingin mempromosikan usahanya di Majalah Gontor edisi November silahkan daftar dan cek paketnya pada link https://bit.ly/pasang-iklan-mg atau scan barcode pada gambar.#majalahgontor #gontornews
  • Bismillah.
Paket Perpustakaan.
EDISI TAHUN 2020 - 2025Hanya : Rp. 149.000,-
Didapatkan:
1. Isi 20 Eksemplar
2. Edisi Tahun Acak
3. + SUBSIDI ONGKIR 10.000,-Pesan Via WhatsApp
0812 3416 0133, 0858 1760 8802Website : www.gontornews.com
Instagram : @gontornews#majalahgontor
#majalahgontor
  • Bismillah.
tersedia baju kaos lengan panjang atau pendek. Warna putih dan hitam. Degan Sablon DTF.Ukuran : S, M, L, XLLink Pembelian : https://tinyurl.com/pesan-baju#majalahgontor
#gontornews
  • Edisi Khusus Bulan September 2026 spsial 100 tahun .Pesan sekarang
https://bit.ly/pesan-majalah#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah, kami kembali membuka kesempatan kepada Alumni Gontor ataupun Pondok Alumni yang memiliki usaha yang ingin diperkenalkan melalui Majalah Gontor pada bulan oktiober ini.
Kami membuka 3 paket pilihan :
1. 1/4
2. 1/6
3. Iklan MiniLink pendaftaran : https://bit.ly/pasang-iklan-mgatau bisa lihat di link Bio.#majalahgontor #gontornews
  • Alhamdulillah Majalah Gontor Edisi Khusus Bulan September spesial100 tahun Gontor telah tersedia. Stok edisi khusus semakin menipis pula (Juli - September). Bagi yang belum memiliki bisa Langsung pesan melalui link berikut :
https://bit.ly/pesan-majalahJangan sampai kehabisan.Untuk Baju kaos bisa juga pesan melalui link ini : https://tinyurl.com/pesan-bajukontak bagian penjualan :
0812-3416-0133
#majalahgontor #gontornews #gontor #alumnigontor
  • Tersedia Ukuran:
S, M, L, XL, XXLWarna : Hitam dan Putih
Sablon : DTF
  • Kumpul-kumpul alumni di acara puncak 100 Tahun gontor boleh juga ini. Silahkan yang mau pesan bisa langsung ke link berikut : https://tinyurl.com/pesan-kaos
atau bisa pesan ke nomor yang ada pada flyer.Bahan : Cotton Combed 24s
Warna tersedia : Hitam dan Putih
Tersedia lengan pendek dan lengan panjang.
Ukuran : S, M, L, XL, XXL.Catatan:
Gambar yang ada pada katalog ini mungkin tidak 100% akurat dengan aslinya. Hal tersebut disebabkan adanya faktor perbedaan cahaya dan tampilan pada media elektronik yang digunakan.#gontornews #majalahgontor
  • Bismillah, PRE-ORDER
Limited Edition
Tersedia Warna Hitam dan Putih
Ukuran yang tersedia : S, M, L, XL, XXL
Bahan : Cotton Combed 24s
Sablon : DTFLink Pemesanan : https://tinyurl.com/pesan-baju#majalahgontor
#gontornews

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result