Damaskus, Gontornews – Pemerintah Suriah memberikan waktu bagi kelompok Negara Islam Irak dan Levant (ISIS) untuk mengevakuasi diri dan keluarga mereka dari wilayah Selatan Damaskus, daerah yang dikuasai ISIS selama hampir tiga tahun. Demikian diberitakan surat kabar lokal propemerintah Al-Watan Daily, Kamis (19/4).
Beberapa hari terakhir, pasukan propemerintah telah meluncurkan serangan udara di daerah yang dikuasai ISIS tersebut, terutama di sekitar kamp pengungsi Palestina Yarmouk dan lingkungan sekitarnya.
“Waktu dua hari adalah kesempatan untuk menghindari serangan militer. Jika mereka menolak untuk pergi, tentara siap meluncurkan operasi militer untuk mengakhiri kehadiran mereka di daerah itu,” jelas surat kabar tersebut.
Yarmouk, yang berada sekitar 8 km dari pusat Damaskus, merupakan tempat tinggal bagi komunitas pengungsi Palestina terbesar di Suriah sebelum perang Suriah dimulai lebih dari tujuh tahun lalu.
Meskipun sebagian besar penduduk kamp telah melarikan diri ke wilayah lain di Suriah atau menuju ke negara tetangga, namun Perserikatan Bangsa-Bangsa memperkirakan masih ada ribuan orang yang masih terperangkap di dalam kota tersebut.
Kamp Yarmouk telah berada di bawah kendali ISIS sejak April 2015, dan telah dikepung sejak akhir 2012. Mereka melarang ribuan orang keluar dan masuk kembali ke wilayah tersebut.
Meskipun masih ada wilayah lain yang dikendalikan oleh kelompok pejuang ISIS, namun sekarang kelompok bersenjata itu diusir dari benteng besar terakhir mereka di Suriah. [Devi Lusianawati]






















