New Delhi, Gontornews — Virus Nipah telah menewaskan sedikitnya 10 orang di negara bagian Kerala, India bagian selatan.
Virus yang dibawa oleh kelelawar buah itu cepat menyebar dan memiliki tingkat kematian sebesar 70 persen, dapat menginfeksi manusia dan hewan, khususnya babi. Tidak ada vaksin yang tersedia untuk itu.
KK Shailaja, menteri kesehatan negara bagian Kerala, mengatakan pada hari Selasa (22/5) bahwa 10 orang meninggal karena virus dan dua lagi berada dalam kondisi kritis.
“Kami telah mengirim 18 kasus untuk pengujian virus Nipah yang 12 di antaranya positif,” katanya kepada wartawan.
Mereka yang meninggal kebanyakan berasal dari distrik Kozhikode dan Mallapuram, termasuk perawat berusia 31 tahun, yang merawat pasien terinfeksi virus.
“Para korban dari Malappuram dilaporkan bersentuhan dengan mereka yang terinfeksi di Kozhikode,” kata Shailaja seperti dikutip Aljazeera.
Ia menambahkan, tidak ada kasus baru yang dilaporkan dalam 24 jam terakhir.
Wabah itu telah menyebabkan kepanikan di negara bagian itu. Pemerintah meminta kasus itu ditangani secara serius.
“Semua upaya sedang dilakukan untuk memastikan lebih banyak nyawa bisa diselamatkan,” kata Menteri Utama Kerala Pinarayi Vijayan sebagaimana dikutip oleh media setempat.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan, virus Nipah pertama kali diidentifikasi pada tahun 1998 di Kampung Sungai Nipah, Malaysia.
Gejala medis penderita antara lain demam tinggi, sakit kepala, kesulitan bernafas, pembengkakan otak, mengantuk, disorientasi, dan koma.
[Rusdiono Mukri]



















