Pemimpin rapat harus tegas dengan pendapat-pendapat yang menyimpang dari agenda utama rapat.
Sebelum kita mendirikan suatu kursus, majelis taklim, jamaah, atau memulai syiar, terlebih dahulu supaya diadakan rapat koordinasi di tempat yang akan didirikan majelis tersebut.
Di situ kita paparkan kebaikan, manfaat, asas-asas, arah gerak dan tujuan, serta harapan kita agar orang-orang yang hadir tertarik dengan apa yang kita sampaikan.
Jika semua orang sudah mengerti dan paham, merasa penting, setuju, dan menganggap perlu, maka baru didirikan suatu kursus, majelis taklim, pengajaran, atau cukup sekadar tabligh.
Sesudah disepakati, langkah selanjutnya adalah membentuk atau menunjuk personil siapa saja yang menjadi pengurus atau panitianya.
Ingatlah, sebelum mengadakan rapat koordinasi, terlebih dahulu kita dapat menemui salah seorang yang berpengaruh, terpandang, atau orang yang ditokohkan di tengah masyarakat yang akan kita datangi.
Dengan harapan, kita akan dengan mudah mengumpulkan warga atau masyarakat setempat untuk diajak mengadakan rapat.
Di samping itu, dari tokoh masyarakat tersebut kita dapat tahu karakter dan tabiat warga sekitar.
Dengan begitu, kita mampu menyusun strategi untuk beradaptasi dan menyesuaikan dengan adat istiadat yang ada sehingga masyarakat bisa berterima dengan apa yang kita sampaikan dan memuaskan kedua belah pihak.
Apalagi kalau kita hendak memimpin suatu bangsa, maka wajib hukumnya mempelajari dan memperdalam akar sejarah bangsa tersebut. Misalnya, apa kebiasaan, kelemahan, kesukaan, kemauan, asal-usul, dan lain-lainnya. Kenapa demikian?
Sekali lagi, agar kita bisa menyusun strategi untuk beradaptasi, bersikap, dan menemukan metode membawa masyarakat menuju kemajuan. Jangan sampai kita seperti yang diungkapkan dalam sebuah pepatah: “Arang habis besi dimasak, tukang embus payah belaka.”
Untuk itu, sesudah menemui tokoh masyarakat setempat dan sudah bersepakat untuk mengadakan rapat, maka kita harus membekali diri.
Kita harus sudah mempersiapkan tema-tema apa saja yang hendak kita sampaikan dalam rapat. Jadi, kita tidak kebingungan di tengah rapat. Sebelum rapat koordinasi digelar, kita sudah punya gambaran kira-kira hasil kesepakatan dalam rapat nantinya seperti apa. Tidak perlu terlalu banyak tema, cukup yang penting-penting saja. Karena itu, pimpinan rapat harus dapat mengendalikan forum selama diskusi dalam rapat.
Artinya, pemimpin rapat harus tegas dengan pendapat-pendapat yang menyimpang dari agenda utama rapat. Apalagi kalau pendapat itu datang dari orang yang tak dikenal.
Jangan sampai orang itu mengacau atau mengaburkan suara-suara yang sudah bulat dan jernih dalam forum rapat koordinasi tersebut.
Kesalahan itu jadi bekal orang yang terburu-buru. (Peribahasa)
Segala pekerjaan itu dengan penyelesaiannya. (Hadis)
Toorn verdwijnt spoedig bij een goedhartige.
Kemurkaan itu akan lekas lenyap bagi orang yang baik hatinya.
De langste dag heeft ook een eind.
Hari yang terlalu lama juga ada akhirnya.
Woorden vergaan, het geschrevene blijft.
Omongan itu akan hilang, sedang yang tertulis akan tetap abadi.






















