Wina, Gontornews — Islamophobia kembali terjadi eo Eropa. Pemerintah sayap kanan Austria berencana untuk menutup tujuh masjid dan mengusir lusinan imam yang dicurigai mendorong Islam radikal.
Tindakan ekstrim Pemerintah Austria itu dikecam Presiden Turki Erdogan sebagai tindakan rasis dan Islamophobia berlebihan.
Pemerintah koalisi, sebuah aliansi konservatif dan paling kanan, berkuasa segera setelah krisis migrasi Eropa pada janji untuk mencegah masuknya orang lain dan membatasi manfaat bagi imigran baru dan pengungsi.
Langkah-langkah itu mengikuti “undang-undang tentang Islam”, yang disahkan pada 2015, yang melarang pendanaan luar negeri kelompok agama dan menciptakan tugas bagi organisasi-organisasi Muslim untuk memiliki “pandangan fundamental positif terhadap negara dan masyarakat Austria”.[DJ]





















