pesanan-baju-kaos
30 °c
Pecenongan
Sat
Sun
Friday, 18 September, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Inpirasi Dakwah

Mbah Ma’shum, Kiai Kharismatik asal Lasem Rembang

Fathur Roji by Fathur Roji
13 June 2018
in Dakwah, Jejak
0
Mbah Ma’shum, Kiai Kharismatik asal Lasem Rembang

Muhammadun, demikian nama aslinya. Ia adalah putra ketiga dari tiga bersaudara pasangan Kyai Ahmad dan Nyai Qosimah. Dari jalur ayahnya, ia masih punya hubungan darah dengan Sultan Minangkabau, dan silsilahnya bersambung hingga ke Rasulullah.

Muhammadun lahir di desa Soditan Kecamatan Lasem Kabupaten Rembang Jawa Tengah pada tahun 1870 M/ 1290H.  Setelah menunaikan ibadah haji, namanya diganti menjadi Ahmad Ma’shum yang sudah terkenal dengan nama Mbah Ma’shum.

Dalam buku yang ditulis M. Luthfi Thomafi, berjudul Mbah Ma’shum Lasem The Authorized Biography of KH. Ma’shum Ahmad. Pustaka Pesantren.Yogyakarta:2007, Mbah Ma’shum menikah dengan Nyai Nuriyah. Putra pertama Mbah Ma’shum adalah Kyai Ali Ma’shum, yang kelak menjadi pemimpin Pesantren Al-Munawwir Krapyak, Yogyakarta, dan menjadi salah satu tokoh NU yang terkenal di tingkat nasional.

Sejak kecil hingga menginjak dewasa, Mbah Ma’shum menimba banyak pengetahuan dari berbagai kyai baik di Lasem maupun di luar Lasem. Beberapa kyai yang didatangi oleh Mbah Ma’shum untuk menimba ilmu antara lain Kyai Nawani dari Sinanggul Mlonggo Jepara, Kyai Abdullah dari Kajen, Kyai Abdussalam dari Kajen, Kyai Siroj dari Kajen, Kyai Umar bin Harun dari Sarang Rembang, Kyai Ma’shum dari Damaran Kudus, Kyai Syarofuddin dari Kudus, Kyai Ridwan dari Semarang, Kyai Idris dari Jamsaren Solo, Kyai Dimyati at Turmusi dari Termas, Kyai Hasyim Asy’ari dari Tebu Ireng, Kyai Kholil Abdul Latif dari Bangkalan, Kyai Mahfudz at Turmusi dari Makkah dan masih banyak lagi kyai yang di datangi oleh Mbah Ma’shum.

BACA JUGA

100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor

Rumil Al-Hilya Gelar Kajian ‘Ketentuan dalam Harta Warisan’ Bersama Ustadzah Aini Aryani Lc

Shafar Keadilan

Menjaga Semangat Qurban dan Ketaatan Setelah Hari Raya

Idul Adha: Membuktikan Cinta kepada Allah Melalui Ketaatan, Pengorbanan, dan Ketakwaan

Setelah sekian lama melakukan pencarian ilmu di berbagai daerah, Mbah Ma’shum mengikuti profesi orangtuanya sebagai pedagang. Perdagangannya tidak hanya di pasar Lasem, melainkan hingga ke pasar Ploso Jombang. Dagangannya saat itu adalah baju grito (baju untuk bayi). Baju tersebut dibuat oleh Mbah Nuri lalu di jual Mbah Ma’shum. Tetapi kebiasaan mereka ini tidak berlangsung lama karena mbah Nuriyyah menginginkan Mbah Ma’shum untuk menjadi Kyai.

Di pasar Ploso ia berdagang sambil mengajar ilmu pengetahuan agama kepada orang-orang yang di sekitarnya. Hal ini tak lepas dari kenyataan jaman dulu bahwa orang-orang mengaji bisa dimana saja. Selain di pasar juga mengajar di masjid dekat pasar Ploso.

Ia juga sering berkunjung ke Tebu Ireng untuk mengaji kepada KH. Hasyim Asy’ari, walaupun usianya lebih tua dari KH. Hasyim Asy’ari. Hal inilah sebagai bukti keteladanan Mbah Ma’shum dalam mencari ilmu, karena ia tetap menuntut ilmu kepada siapa saja sekalipun sudah menjadi kyai dan orang yang didatanginya lebih muda darinya.

Mbah Ma’shum bermimpi bertemu dengan Nabi Muhammad, dan mendapat nasihat supaya meninggalkan perdagangan serta berganti mengajar. Mimpinya bertemu nabi itu terjadi selama beberapa kali. Akhirnya Mbah ma’shum melaksakan apa yang dianjurkan Nabi Muhammad lewat mimpi

Bangunan pertama pondok yang di dirikan oleh Mbah Ma’shum adalah semacam musholla yang di gunakan untuk shalat berjama’ah dan pengajian para santri. Kemudian berkembang membangun asrama sederhana di sekitar rumah untuk tempat tinggal para santri.

Nama yang di berikan Mbah Ma’shum untuk pondok tersebut adalalah Al-Hidayat. Awal mula santri berjumlah 26 orang. Ia juga memberi makan santrinya satu kali sehari. Hal ini terjadi saat awal pengajaran Mbah Ma’shum atau pertengahan perkembangan pesantren yaitu sekitar tahun 1917.

Pondok yang di dirikan Mbah Ma’shum ini sempat vakum pada tahun 1941 M selama 3,5 tahun, karena adanya serangan dari Jepang di daerah Rembang. Pondok Al Hidayat juga menjadi serangan Jepang karena terdapat Laskar Hizbullah Lasem yang bermarkas di pondok tersebut. Oleh karena itu para santri di pulangkan ke tempatnya masing-masing, padahal pada waktu itu santrinya mencapai ratusan.

Tidak hanya jepang yang menyerang Rembang, tetapi Belanda juga turut menyerangnya pada tahun 1949. Mbah Ma’shum dan keluarganya mengungsi di suatu tempat yang jauh dari kota, karena ia dikejar oleh Belanda dan  termasuk tokoh yang berpengaruh bagi masyarakat.

Mbah Ma’shum merupakan kyai Nahdlatul Ulama (NU) yang gigih berjuang mendukung membesarkan NU bersama kyai-kyai lainnya. Para tokoh pendiri NU meminta pemikiran-pemikiran Mbah Ma’shum tentang NU. Dalam muktamar NU, ia selalu ikut serta, dari pendirian kali pertama hingga muktamar NU yang ke XXV di Surabaya. Selain itu, juga termasuk anggota Konstituante Kabinet Sastro Amijoyo tahun1955. Hal ini sebagai bukti kepeduliannya terhadap urusan kenegaraan.

Serangan PKI juga di rasakan oleh Mbah Ma’shum. Rembang adalah termasuk kota sasaran para PKI, karena penduduknya yang sangat kuat keislamannya dan banyak para kyai yang mampu mempengaruhi masyarakat dalam memeluk agama Islam. Waktu itu Mbah Ma’shum salah satu kiai yang diserang oleh PKI. Akibatnya, ia melakukan perjalanan di beberapa tempat di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Hal itu untuk menghindar dari incaran PKI serta konsolidasi umat islam dalam rangka mensikapi permasalahan social dan politik.

Kesehatan Mbah Ma’shum turun drastis sejak tanggal 14 Robi’ul Awal 1392 atau 28 April 1972. Hingga pada akhirnya ia masuk rumah sakit dr. Karyadi Semarang pada tanggal 17 September 1972 selama 10 hari. Tanggal 12 Ramadhan 1932 atau 20 Oktober 1972 Mbah Ma’shum menyempatkan untuk shalat Jum’at di masjid Jami’ Lasem. Hari itu juga ia meninggal dunia pada pukul 2 siang. [fathurroji dbs]

Tags: mbah mashum rembangUlama
Share88Tweet55Send
Previous Post

Masjid Sultan Suriansyah Masjid Pertama di Kalimantan Selatan

Next Post

Macet Tol Cipali Sampai 42 KM

Fathur Roji

Fathur Roji

Jurnalis, Web Content, Penulis Buku Biografi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
SDIT Insantama Leuwiliang Ajarkan Siswa Berniaga ala Rasulullah Lewat Market Day

SDIT Insantama Leuwiliang Ajarkan Siswa Berniaga ala Rasulullah Lewat Market Day

16 September 2026
K3S Leuwiliang Apresiasi Insantama Market Day: Siswa Belajar Berniaga Sesuai Syariah

K3S Leuwiliang Apresiasi Insantama Market Day: Siswa Belajar Berniaga Sesuai Syariah

16 September 2026
Pasutri Alumni Gontor Ini Persembahkan 100 Sumur untuk 100 Tahun Gontor

Pasutri Alumni Gontor Ini Persembahkan 100 Sumur untuk 100 Tahun Gontor

17 September 2026
Gontor Persembahkan Kajian dan Pelatihan Seni Kaligrafi Khat Nasta’liq Irani 

Gontor Persembahkan Kajian dan Pelatihan Seni Kaligrafi Khat Nasta’liq Irani 

11 September 2026
Gontor Apresiasi Alumni Touring Motor hingga Mengayuh Sepeda Demi Hadiri 100 Tahun PMDG

Gontor Apresiasi Alumni Touring Motor hingga Mengayuh Sepeda Demi Hadiri 100 Tahun PMDG

15 September 2026
100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor

100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor

0
Gontor Siap Sambut Puluhan Ribu Alumni Menuju 100 Tahun Gontor

Gontor Siap Sambut Puluhan Ribu Alumni Menuju 100 Tahun Gontor

0
Gontor, Alumni, dan Jejak Satu Abad

Gontor, Alumni, dan Jejak Satu Abad

0
Pasutri Alumni Gontor Ini Persembahkan 100 Sumur untuk 100 Tahun Gontor

Pasutri Alumni Gontor Ini Persembahkan 100 Sumur untuk 100 Tahun Gontor

0
Presiden Prabowo Siap Hadir dan Resmikan Fakultas Kedokteran UNIDA Gontor

Presiden Prabowo Siap Hadir dan Resmikan Fakultas Kedokteran UNIDA Gontor

0
100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor

100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor

17 September 2026
Gontor Terus Matangkan Kesiapan Jelang Puncak Acara 100 Tahun

Gontor Terus Matangkan Kesiapan Jelang Puncak Acara 100 Tahun

17 September 2026
Kunjungan Tujuh Presiden ke Gontor: Relasi antara Dunia Pesantren dan Negara

Kunjungan Tujuh Presiden ke Gontor: Relasi antara Dunia Pesantren dan Negara

17 September 2026
Reuni Akbar 100 Tahun Gontor: Momentum Evaluasi Langkah Alumni dengan Cita-Cita Pendiri

Reuni Akbar 100 Tahun Gontor: Momentum Evaluasi Langkah Alumni dengan Cita-Cita Pendiri

17 September 2026
Gontor, Alumni, dan Jejak Satu Abad

Gontor, Alumni, dan Jejak Satu Abad

17 September 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Bismillah.
Paket Perpustakaan.
EDISI TAHUN 2020 - 2025Hanya : Rp. 149.000,-
Didapatkan:
1. Isi 20 Eksemplar
2. Edisi Tahun Acak
3. + SUBSIDI ONGKIR 10.000,-Pesan Via WhatsApp
0812 3416 0133, 0858 1760 8802Website : www.gontornews.com
Instagram : @gontornews#majalahgontor
#majalahgontor
  • Bismillah.
tersedia baju kaos lengan panjang atau pendek. Warna putih dan hitam. Degan Sablon DTF.Ukuran : S, M, L, XLLink Pembelian : https://tinyurl.com/pesan-baju#majalahgontor
#gontornews
  • Edisi Khusus Bulan September 2026 spsial 100 tahun .Pesan sekarang
https://bit.ly/pesan-majalah#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah, kami kembali membuka kesempatan kepada Alumni Gontor ataupun Pondok Alumni yang memiliki usaha yang ingin diperkenalkan melalui Majalah Gontor pada bulan oktiober ini.
Kami membuka 3 paket pilihan :
1. 1/4
2. 1/6
3. Iklan MiniLink pendaftaran : https://bit.ly/pasang-iklan-mgatau bisa lihat di link Bio.#majalahgontor #gontornews
  • Alhamdulillah Majalah Gontor Edisi Khusus Bulan September spesial100 tahun Gontor telah tersedia. Stok edisi khusus semakin menipis pula (Juli - September). Bagi yang belum memiliki bisa Langsung pesan melalui link berikut :
https://bit.ly/pesan-majalahJangan sampai kehabisan.Untuk Baju kaos bisa juga pesan melalui link ini : https://tinyurl.com/pesan-bajukontak bagian penjualan :
0812-3416-0133
#majalahgontor #gontornews #gontor #alumnigontor
  • Tersedia Ukuran:
S, M, L, XL, XXLWarna : Hitam dan Putih
Sablon : DTF
  • Kumpul-kumpul alumni di acara puncak 100 Tahun gontor boleh juga ini. Silahkan yang mau pesan bisa langsung ke link berikut : https://tinyurl.com/pesan-kaos
atau bisa pesan ke nomor yang ada pada flyer.Bahan : Cotton Combed 24s
Warna tersedia : Hitam dan Putih
Tersedia lengan pendek dan lengan panjang.
Ukuran : S, M, L, XL, XXL.Catatan:
Gambar yang ada pada katalog ini mungkin tidak 100% akurat dengan aslinya. Hal tersebut disebabkan adanya faktor perbedaan cahaya dan tampilan pada media elektronik yang digunakan.#gontornews #majalahgontor
  • Bismillah, PRE-ORDER
Limited Edition
Tersedia Warna Hitam dan Putih
Ukuran yang tersedia : S, M, L, XL, XXL
Bahan : Cotton Combed 24s
Sablon : DTFLink Pemesanan : https://tinyurl.com/pesan-baju#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah.  Alumni Gontor 2007 wakaf 100 unit sepeda untuk guru-guru di Gontor
Insya Allah akan diserahkan secara simbolis pada acara peringatan 100 tahun Gontor.#majalahgontor #gontornews #gontor #pondokmoderngontor @risang.wijanarko @pondok.modern.gontor

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result