pesanan-baju-kaos
31 °c
Pecenongan
Mon
Tue
Sunday, 8 November, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Pondok Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Inpirasi Dakwah

Mbah Ma’shum, Kiai Kharismatik asal Lasem Rembang

Fathur Roji by Fathur Roji
8 years ago
in Dakwah, Jejak
0
Mbah Ma’shum, Kiai Kharismatik asal Lasem Rembang

Muhammadun, demikian nama aslinya. Ia adalah putra ketiga dari tiga bersaudara pasangan Kyai Ahmad dan Nyai Qosimah. Dari jalur ayahnya, ia masih punya hubungan darah dengan Sultan Minangkabau, dan silsilahnya bersambung hingga ke Rasulullah.

Muhammadun lahir di desa Soditan Kecamatan Lasem Kabupaten Rembang Jawa Tengah pada tahun 1870 M/ 1290H.  Setelah menunaikan ibadah haji, namanya diganti menjadi Ahmad Ma’shum yang sudah terkenal dengan nama Mbah Ma’shum.

Dalam buku yang ditulis M. Luthfi Thomafi, berjudul Mbah Ma’shum Lasem The Authorized Biography of KH. Ma’shum Ahmad. Pustaka Pesantren.Yogyakarta:2007, Mbah Ma’shum menikah dengan Nyai Nuriyah. Putra pertama Mbah Ma’shum adalah Kyai Ali Ma’shum, yang kelak menjadi pemimpin Pesantren Al-Munawwir Krapyak, Yogyakarta, dan menjadi salah satu tokoh NU yang terkenal di tingkat nasional.





Sejak kecil hingga menginjak dewasa, Mbah Ma’shum menimba banyak pengetahuan dari berbagai kyai baik di Lasem maupun di luar Lasem. Beberapa kyai yang didatangi oleh Mbah Ma’shum untuk menimba ilmu antara lain Kyai Nawani dari Sinanggul Mlonggo Jepara, Kyai Abdullah dari Kajen, Kyai Abdussalam dari Kajen, Kyai Siroj dari Kajen, Kyai Umar bin Harun dari Sarang Rembang, Kyai Ma’shum dari Damaran Kudus, Kyai Syarofuddin dari Kudus, Kyai Ridwan dari Semarang, Kyai Idris dari Jamsaren Solo, Kyai Dimyati at Turmusi dari Termas, Kyai Hasyim Asy’ari dari Tebu Ireng, Kyai Kholil Abdul Latif dari Bangkalan, Kyai Mahfudz at Turmusi dari Makkah dan masih banyak lagi kyai yang di datangi oleh Mbah Ma’shum.

BACA JUGA

Peluncuran Rumah Qur’an Magnet Rezeki: Target Bebaskan Indonesia dari Buta Huruf Al-Qur’an

Sunan Kalijaga: Menyebarkan Islam Melalui Seni dan Budaya

Magnet Rezeki Center Undang Majalah Gontor Ikuti Seminar Hybrid Serentak di Beberapa Kota

Azhariyat Indonesia Buka Seri Bedah Disertasi dan Riset Menggali Ecofeminism dan Eco-Islam

100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor

Setelah sekian lama melakukan pencarian ilmu di berbagai daerah, Mbah Ma’shum mengikuti profesi orangtuanya sebagai pedagang. Perdagangannya tidak hanya di pasar Lasem, melainkan hingga ke pasar Ploso Jombang. Dagangannya saat itu adalah baju grito (baju untuk bayi). Baju tersebut dibuat oleh Mbah Nuri lalu di jual Mbah Ma’shum. Tetapi kebiasaan mereka ini tidak berlangsung lama karena mbah Nuriyyah menginginkan Mbah Ma’shum untuk menjadi Kyai.

Di pasar Ploso ia berdagang sambil mengajar ilmu pengetahuan agama kepada orang-orang yang di sekitarnya. Hal ini tak lepas dari kenyataan jaman dulu bahwa orang-orang mengaji bisa dimana saja. Selain di pasar juga mengajar di masjid dekat pasar Ploso.



Ia juga sering berkunjung ke Tebu Ireng untuk mengaji kepada KH. Hasyim Asy’ari, walaupun usianya lebih tua dari KH. Hasyim Asy’ari. Hal inilah sebagai bukti keteladanan Mbah Ma’shum dalam mencari ilmu, karena ia tetap menuntut ilmu kepada siapa saja sekalipun sudah menjadi kyai dan orang yang didatanginya lebih muda darinya.

Mbah Ma’shum bermimpi bertemu dengan Nabi Muhammad, dan mendapat nasihat supaya meninggalkan perdagangan serta berganti mengajar. Mimpinya bertemu nabi itu terjadi selama beberapa kali. Akhirnya Mbah ma’shum melaksakan apa yang dianjurkan Nabi Muhammad lewat mimpi

Bangunan pertama pondok yang di dirikan oleh Mbah Ma’shum adalah semacam musholla yang di gunakan untuk shalat berjama’ah dan pengajian para santri. Kemudian berkembang membangun asrama sederhana di sekitar rumah untuk tempat tinggal para santri.

Nama yang di berikan Mbah Ma’shum untuk pondok tersebut adalalah Al-Hidayat. Awal mula santri berjumlah 26 orang. Ia juga memberi makan santrinya satu kali sehari. Hal ini terjadi saat awal pengajaran Mbah Ma’shum atau pertengahan perkembangan pesantren yaitu sekitar tahun 1917.

Pondok yang di dirikan Mbah Ma’shum ini sempat vakum pada tahun 1941 M selama 3,5 tahun, karena adanya serangan dari Jepang di daerah Rembang. Pondok Al Hidayat juga menjadi serangan Jepang karena terdapat Laskar Hizbullah Lasem yang bermarkas di pondok tersebut. Oleh karena itu para santri di pulangkan ke tempatnya masing-masing, padahal pada waktu itu santrinya mencapai ratusan.

Tidak hanya jepang yang menyerang Rembang, tetapi Belanda juga turut menyerangnya pada tahun 1949. Mbah Ma’shum dan keluarganya mengungsi di suatu tempat yang jauh dari kota, karena ia dikejar oleh Belanda dan  termasuk tokoh yang berpengaruh bagi masyarakat.

Mbah Ma’shum merupakan kyai Nahdlatul Ulama (NU) yang gigih berjuang mendukung membesarkan NU bersama kyai-kyai lainnya. Para tokoh pendiri NU meminta pemikiran-pemikiran Mbah Ma’shum tentang NU. Dalam muktamar NU, ia selalu ikut serta, dari pendirian kali pertama hingga muktamar NU yang ke XXV di Surabaya. Selain itu, juga termasuk anggota Konstituante Kabinet Sastro Amijoyo tahun1955. Hal ini sebagai bukti kepeduliannya terhadap urusan kenegaraan.

Serangan PKI juga di rasakan oleh Mbah Ma’shum. Rembang adalah termasuk kota sasaran para PKI, karena penduduknya yang sangat kuat keislamannya dan banyak para kyai yang mampu mempengaruhi masyarakat dalam memeluk agama Islam. Waktu itu Mbah Ma’shum salah satu kiai yang diserang oleh PKI. Akibatnya, ia melakukan perjalanan di beberapa tempat di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Hal itu untuk menghindar dari incaran PKI serta konsolidasi umat islam dalam rangka mensikapi permasalahan social dan politik.

Kesehatan Mbah Ma’shum turun drastis sejak tanggal 14 Robi’ul Awal 1392 atau 28 April 1972. Hingga pada akhirnya ia masuk rumah sakit dr. Karyadi Semarang pada tanggal 17 September 1972 selama 10 hari. Tanggal 12 Ramadhan 1932 atau 20 Oktober 1972 Mbah Ma’shum menyempatkan untuk shalat Jum’at di masjid Jami’ Lasem. Hari itu juga ia meninggal dunia pada pukul 2 siang. [fathurroji dbs]

Tags: mbah mashum rembangUlama
Share90Tweet56Send
Previous Post

Masjid Sultan Suriansyah Masjid Pertama di Kalimantan Selatan

Next Post

Macet Tol Cipali Sampai 42 KM

Fathur Roji

Fathur Roji

Jurnalis, Web Content, Penulis Buku Biografi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
KH Izzat Fahd Ajak Santri Baitul Arqom Jember Selalu Menjaga dan Memperjuangkan Pondok

KH Izzat Fahd Ajak Santri Baitul Arqom Jember Selalu Menjaga dan Memperjuangkan Pondok

2 November 2026
Kiai Jamhari dan Wasiat Kemandirian Perempuan

Kiai Jamhari dan Wasiat Kemandirian Perempuan

2 November 2026

Komjen (Purn) Dr Nurfaizi Suwandi: Mutiara Indonesia di Negeri Piramida

13 February 2018
Santriwati Darul Muttaqin Parung Bogor Kunjungi Majalah Gontor

Santriwati Darul Muttaqin Parung Bogor Kunjungi Majalah Gontor

1 November 2026
Filosofi Ayam Mengerami Telur: Warisan Istiqamah KH Jamhari Abdul Jalal

Filosofi Ayam Mengerami Telur: Warisan Istiqamah KH Jamhari Abdul Jalal

29 October 2026
Al-Amanah Al-Gontory Gelar Kuliah Umum Pendidikan Holistik

Al-Amanah Al-Gontory Gelar Kuliah Umum Pendidikan Holistik

0
Al-Amien Prenduan Raih Juara Umum ATLAS 2026

Al-Amien Prenduan Raih Juara Umum ATLAS 2026

0
Raudhatul Hasanah Medan ‘Belajar’ Bahasa Arab dari Mumtaza Banjarnegara

Raudhatul Hasanah Medan ‘Belajar’ Bahasa Arab dari Mumtaza Banjarnegara

0
Materi Mitigasi Bencana Harus Masuk Kurikulum Pesantren

Materi Mitigasi Bencana Harus Masuk Kurikulum Pesantren

0
Universitas Pancasila Jakarta Kukuhkan Dua Guru Besar

Universitas Pancasila Jakarta Kukuhkan Dua Guru Besar

0
Al-Amanah Al-Gontory Gelar Kuliah Umum Pendidikan Holistik

Al-Amanah Al-Gontory Gelar Kuliah Umum Pendidikan Holistik

8 November 2026
Al-Amien Prenduan Raih Juara Umum ATLAS 2026

Al-Amien Prenduan Raih Juara Umum ATLAS 2026

8 November 2026
Raudhatul Hasanah Medan ‘Belajar’ Bahasa Arab dari Mumtaza Banjarnegara

Raudhatul Hasanah Medan ‘Belajar’ Bahasa Arab dari Mumtaza Banjarnegara

7 November 2026
Materi Mitigasi Bencana Harus Masuk Kurikulum Pesantren

Materi Mitigasi Bencana Harus Masuk Kurikulum Pesantren

7 November 2026
Universitas Pancasila Jakarta Kukuhkan Dua Guru Besar

Universitas Pancasila Jakarta Kukuhkan Dua Guru Besar

6 November 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Alhamdulillah, Pre-Order dibuka lagi, kini tersedia Crewneck Sweatshirt. Tersedia saat ini Warna :

1. Black
2. Navy
3. Maroon
4. Army
5. Light Pink

Silahkan di pesan melalui link :
https://tinyurl.com/pesan-baju/

atau bisa lihat link di profile

#majalahgontor
#gontornews
  • Bazar Buku. Silahkan japri untuk pemesanan via instagram hari ini.
  • Buku ini ditulis untuk kamu yang sedang atau pernah menjalani kehidupan di pesantren. Pesan sekarang atau kunjungi stan Majalah Gontor di ESPECTO BAZAR.
  • ESPECTOR BAZAR AL HASSAN BEKASI 24 - 25 OKTOBER 2026.  DAPATAKAN DISKON 15% BAGI PEMESAN BUKU INI VIA INSTAGRAM. 
BELUM TERMASUK ONGKIR. 
UNTUK PEMESANAN BISA JAPRI ADMIN.
  • Assalamu
  • Pre Order dibuka kembali hingga 25 Oktober 2026

Link pembelian bisa dilihat di bagian akhir gambar atau di profile.
atau bisa langsung ke link dibawah ini :
https://tinyurl.com/pesan-baju

#majalahgontor 
#gontornews
  • Telah terbit dan bisa dipesan
Majalah Gontor Edisi Oktober 2026
pemesanan bisa ke nomor :
081234160133

untuk edisi khusus 100 tahun gontor bisa dipesan melalui link dibawah ini
https://bit.ly/pesan-majalah

#majalahgontor 
#gontornews 
#pesanmajalah
  • Bismillah, bagi yang ingin mempromosikan usahanya di Majalah Gontor edisi November silahkan daftar dan cek paketnya pada link https://bit.ly/pasang-iklan-mg atau scan barcode pada gambar.

#majalahgontor #gontornews
  • Bismillah.
Paket Perpustakaan.
EDISI TAHUN 2020 - 2025

Hanya : Rp. 149.000,-
Didapatkan: 
1. Isi 20 Eksemplar
2. Edisi Tahun Acak
3. + SUBSIDI ONGKIR 10.000,-

Pesan Via WhatsApp
0812 3416 0133, 0858 1760 8802

Website : www.gontornews.com
Instagram : @gontornews 

#majalahgontor 
#majalahgontor

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Pondok Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result