Cirebon, Gontornews–Peran kiai dan ustadz sangat besar dalam mengubah perilaku hidup sehat. Hal itu disebabkan mereka sangat didengar oleh para santri atau jamaah.
Demikian diungkapkan Sakri Sab’atmaja dari Pusat Promosi Kesehatan (Promkes) Kementerian Kesehatan saat menjadi pembicara dalam sesi diskusi pada lokakarya “Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) Melalui Gerakan Pesantren Sehat” di Pondok Pesantren Khas Kempek, Cirebon, Jawa Barat, (1/10) siang.
“Itu sebabnya kami ingin menitipkan pesan ini (perilaku hidup sehat) melalui para kiai. Karena akan berdampak luar biasa,” jelas Sakri yang merupakan Kasubdit Advokasi dan Kemitraan seperti diunggah nu.or.id (3/10).
Lebih jauh Sakri memaparkan, Kementerian Kesehatan menghadapi beban ganda. Di satu sisi ada penyakit menular, di sisi yang lain ada penyakit yang tidak menular. Untuk memutuskan rantai penyebaran penyakit tersebut dibutuhkan banyak aspek dan keterlibatan banyak pihak. Hal inilah yang menginspirasi digulirkannya Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas).
Dahulu sakit perut dan masuk angin saja yang katanya diidap masyarakat biasa. Sekarang ini masyarakat biasa pun, menderita serangan jantung dan stroke. Munculnya penyakit yang tergolong berat ini, timbul karena perilaku masyarakat, selain pola sosial, pola makan, dan lingkungan.
Salah satu langkah yang difokuskan dalam Germas 2016-2017 adalah aktivitas fisik. Aktivitas tersebut tidaklah memerlukan biaya yang mahal, seperti olah raga jalan kaki, ataupun kegiatan di rumah dan kantor. Sakri menyadari bahwa pola masyarakat saat ini yang dimudahkan oleh teknologi, terkadang membuat masyarakat jauh dari aktivitas fisik, termasuk masyarakat pesantren (santri).
Sakri yang sempat mengenyam pendidikan pesantren, mengatakan, di pesantren saat ini dengan penyediaan air menggunakan teknologi listrik, membuat santri tak perlu repot menyediakan air. Berbeda pada masa lalu, di mana air diambil dari sumur galian, menyebabkan santri harus mengambil air dengan timba, dan membawa ke bak penampungan juga secara manual. Pola yang sebenarnya menyehatkan fisik tersebut, sayangnya secara umum sudah tidak dilakukan lagi. [fathur]



















