Mumbai, Gontornews — Mata uang Afrika Selatan, Argentina, Meksiko, Brasil, dan Rusia telah ikut melemah selama sepekan terakhir karena sebagaimana Turki yang juga sangat bergantung pada aliran modal asing terutama dolar.
Menyusul aksi investor yang menjual berbagai mata uang negara berkembang karena cemas akan terjadinya krisis keuangan di Turki, pada Selasa (14/8/2018) ini mata uang India Rupee menyentuh level terendahnya sekitar 70 rupee per dolar Amerika Serikat (AS).
Diberitakan AFP dan cnbcindonesia, Rupee yang sedang berada di bawah tekanan terdepresiasi ke 70.09 per dolar AS pada perdagangan pagi hari akibat kekhawatiran krisis yang mendera mata uang Turki, lira, akan menular ke negara-negara berkembang lainnya.
Rupee telah terdepresiasi sekitar 10% sepanjang 2018 setelah mengawali tahun di posisi 63,67 rupee per dolar AS.
India adalah pengimpor minyak yang besar di mana dua per tiga dari kebutuhan bahan bakarnya dipenuhi dari pasokan luar negeri.
Para analis mengatakan tingginya harga minyak mentah menekan nilai tukar rupee sehingga membuatnya tidak menarik bagi investor. Kejatuhan mata uangnya mengakibatkan pelebaran defisit neraca berjalan India sebagai akibat nilai impor yang melampaui ekspor. (Muhammad Khaerul Muttaqien)






















