Kairo, Gontornews – Presiden Mesir, Abdel Fattah El-Sisi menyebut keamanan transportasi di laut merah dan selat Bab al-Mandab perlu diperketat. Pernyataan ini disampaikan saat pertemuan El-Sisi dengan Presiden Yaman, Abd-Robbu Mansour Hadi di Kairo, Selasa (14/8) membahas tentang serangan militer Houthi kepada 2 kapal tanker minyak di selat Bab al-Mandab.
“Kami dengan tegas menolak bahwa Yaman digunakan sebagai negara yang mempengaruhi kekuatan non-Arab yang mengancam keamanan serta stabilitas negara-negara Arab atau mengganggu kebebasan navigasi di laut merah dan selat Bab al-Mandab,” kata El-Sisi sebagaimana dilansir Reuters.
Akibat serangan dari Houthi, Arab Saudi menghentikan sementara pengiriman minyak mentah melalui slat Bab al-Mandab karena khawatir serangan militer Houthi kembali terjadi. Houthi sendiri disebut berkoalisi dan mendapatkan dukungan militer dengan Iran meski, belakangan, Iran menolak dugaan tersebut.
Lebih lanjut, El-Sisi menyatakan dukungannya kepada pemerintahan Yaman yang diakui secara internasional dan berharap stabilitas politik di negara Yaman segera pulih.
“Kami membahas bahaya tentang keamanan di Laut Merah akibat aksi terorisme yang dlakukan oleh militer Houthi dan pendukungnya, Iran, yang tidak saja mengganggu stabilitas keamanan di Laut Merah tapi juga mengganggu keamanan di negara-negara Arab lainnya,” kata Presiden Yaman, Abd Robbu Mansour Hadi. [Mohamad Deny Irawan]






















