Ankara, Gontornews — Lokasi museum Istana Topkapi Istanbul, yang merupakan rumah Sultan Ottoman selama ratusan tahun, akan meluas lima kali lipat setelah proyek restorasi menyeluruh yang sedang berlangsung selesai.
Lokasi museum, yang saat ini mencakup ruang 80.000 meter persegi, dengan demikian akan menjadi 400.000 meter persegi. Demikian dilaporkan Demirören News Agency pada hari Kamis (23/8) sebagaimana dirilis hurriyetdailynews.com, Sabtu (25/8).
Salah satu pejabat yang bertanggung jawab atas pelaksanaan pekerjaan restorasi mengatakan, renovasi dilakukan secara cermat dengan melibatkan para ahli di bidangnya.
“Karya-karya ini memiliki karakteristik ilmiah dan dilakukan dengan tim besar. Kami menjalankan pekerjaan di sini melalui perencanaan dan strategi yang serius. Beberapa pekerjaan dilakukan hanya ketika istana ditutup, karena kami mencoba untuk tidak menghalangi pengunjung yang datang,” kata kepala Direktorat Survei dan Monumen Istanbul, Dr Olcay Aydemir.
Restorasi kali ini yang terbesar sepanjang sejarah museum Istana Topkapi. Di masa lalu, hanya ada perawatan sederhana.
Ada tim pemulihan yang berbeda untuk setiap bagian museum yang direstorasi. Tim-tim tersebut terdiri dari para arkeolog, sejarawan, ahli geologi, dan lain-lain. Ada juga seorang pejabat museum yang memeriksa puing-puing dari karya-karya tersebut. Menurut para pejabat, tidak ada satu batu pun yang dibuang sebelum diperiksa atau diteliti.
“Di setiap tempat yang kami sentuh di sini, kami melihat lapisan dan jejak yang berusia berabad-abad. Dan ini adalah faktor yang secara langsung mempengaruhi proses pemulihan. Kami menjalankan karya-karya di sini dengan melindungi jejak-jejak sejarah ini. Ada sejumlah besar akumulasi pengetahuan dalam bangunan istana. Ada perasaan yang sangat terhormat bisa membaca pengetahuan ini,” kata Aydemir.
Istana Topkapı, yang menghadap ke pertemuan Bosphorus dan Laut Marmara, adalah salah satu tempat tinggal utama sultan Ottoman selama hampir 400 tahun (1465-1856) dari 624 tahun masa kekhalifahan.
Sekarang istana ini berfungsi sebagai museum dan objek wisata utama, berisi sejumlah peninggalan penting dari dunia Islam. [Rusdiono Mukri]





















