Jaksa kepala Istanbul telah mengajukan surat perintah untuk penangkapan seorang pembantu utama penguasa de facto Arab Saudi dan wakil kepala intelijen Saudi karena dicurigai merencanakan pembunuhan wartawan Saudi, Jamal Khashoggi.
Kantor kejaksaan menyimpulkan, ada “kecurigaan kuat” bahwa Saud al-Qahtani dan Ahmed Asiri, yang keduanya dipecat dari jabatannya menyusul pembunuhan Khashoggi, termasuk di antara para perencana pembunuhan. Demikian dikatakan dua pejabat Turki, Rabu (5/12).
Jamal Khashoggi, kolumnis Washington Post, tewas tak lama setelah memasuki konsulat Saudi di Istanbul pada 2 Oktober.
“Langkah jaksa penuntut untuk mengeluarkan surat perintah penangkapan Asiri dan Qahtani mencerminkan pandangan bahwa pemerintah Saudi tidak akan mengambil tindakan terhadap orang-orang itu,” kata salah seorang pejabat kepada kantor berita Reuters.
Pejabat itu menambahkan bahwa Arab Saudi dapat mengatasi kekhawatiran internasional dengan mengekstradisi semua tersangka dalam kasus itu ke Turki.
Menurut kantor berita AFP, permohonan itu diajukan pada hari Selasa.
Namun Arab Saudi belum menanggapi permintaan tersebut.
Saudi sebelumnya telah mengakui bahwa al-Qahtani dan Asiri adalah bagian dari rencana untuk membunuh Khashoggi.
Kedua pria itu adalah pejabat tinggi yang memiliki hubungan dekat dengan Putra Mahkota Muhammad bin Salman.
Al-Qahtani adalah salah satu tokoh dengan profil tertinggi yang terlibat dalam pembunuhan itu. Ia dipercaya sebagai tangan kanan Pangeran Mohammad.
Pria berusia 40 tahun itu diangkat sebagai penasihat istana kerajaan setelah pembunuhan Khashoggi. Sebelum itu, ia penasihat media untuk Pangeran Muhammad.
Al-Qahtani diyakini telah meminpin skuad 15-orang yang terbang dari ibukota Saudi, Riyadh, ke Istanbul untuk melakukan pembunuhan Khashoggi, meskipun ia tidak melakukan perjalanan ke Turki. [Rusdiono Mukri]


















