pesanan-majalah-edisi-khusus
30 °c
Pecenongan
Tue
Wed
Monday, 10 August, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Muamalah Ekonomi

The New Normal Economy Momentum Hijrah ke Keuangan Syariah

Rusdiono Mukri by Rusdiono Mukri
27 October 2016
in Ekonomi
0

Jakarta, Gontornews — Sampai detik ini teori-teori para ekonom masih belum mampu menjawab persoalan-persoalan besar dalam dunia ekonomi. Sehingga pascakrisis global ini kita tetap berada dalam situasi resesi. “Kondisi perkembangan global hari ini merupakan bentuk refleksi dari keputusasaan para ekonom dalam menjawab peristiwa ekonomi. Keputusasaan para ekonom tersebut kemudian memunculkan istilah the new normal economy. Jadi kita disuruh untuk terbiasa dengan situasi yang seperti ini,” ujar Kepala Pusat Studi Bisnis dan Ekonomi Syariah (CIBEST) Institut Pertanian Bogor Irfan Syauqi Beik dalam seminar bertajuk “Amnesty Riba Merupakan Jalan Menuju Keselamatan Umat” di Kampus Trisakti Jakarta, Selasa (25/10).

Irfan menganalogikan kondisi perekonomian global dengan suhu badan manusia. Suhu badan normal, kata Irfan, misalnya 36 derajat kemudian tiba-tiba seluruh manusia di muka bumi ini suhu tubuhnya naik menjadi 38 derajat dan tidak ada yang bisa kembali seperti sedia kala.

“Karena itu seluruh dunia sepakat bahwa yang disebut kondisi normal atau sehat yang baru itu adalah yang suhunya 38 derajat. Kira-kira seperti itu logikanya. Makanya kemudian muncul istilah The New Normal. Karena ternyata teori-teori yang ada itu banyak yang tidak bisa menjawab persoalan-persoalan besar yang kita hadapi saat ini,” paparnya.

Tahun 2015 lalu, misalnya, negara-negara berkembang mengalami pertumbuhan pada titik terendah, hanya 3,8 persen. Situasi ekonomi di Uni Eropa juga masih belum stabil. Pada 2017 nanti secara global berdasarkan proyeksi sejumlah lembaga, kita masih akan mengalami perlambatan ekonomi. Berdasarkan pengamatan Irfan pada 2019 juga  akan muncul berita bahwa mereka perlu waktu sampai 2024 untuk bisa pulih. “Saya selalu mengikuti berita ekonomi dunia. Misalnya, bank central dunia Eropa ketika 2009 mengatakan Eropa akan tumbuh di 2011. Begitu 2011 muncul berita perlu waktu tambahan 3 tahun lagi. Begitu 2014 saya baca berita lagi katanya perlu waktu tambahan sampai 2016. Kemarin saya baca berita lagi katanya perlu waktu tambahan sampai 2019 untuk recover. Saya memprediksi pada 2019 nanti juga akan muncul berita kalau mereka perlu waktu sampai 2024 untuk bisa recover,” ujarnya.

BACA JUGA

KUII Ke-8: BAZNAS Komitmen Perkuat Peran Zakat untuk Pemberdayaan Mustahik

Penerbit Erlangga Raih Apresiasi Radar Surabaya Awards 2026

Sakinah Finance Dorong Literasi Keuangan Syariah bagi Generasi Muslimah di Kampus Aisyah binti Abu Bakar Bogor

BAZNAS Bersama Petani Binaan di Batu Bara Sukses Panen Raya 150 Ton Padi

BAZNAS Santripreneur 2026 Siapkan Santri Jadi Pengusaha Fesyen Berdaya

Menurut Irfan ini merupakan persoalan besar. Sebagai orang beriman tentu melihat fenomena ini bukan sekedar fenomena ekonomi biasa. “Apa yang terjadi hari ini masih menunjukkan bahwa kita menghadapi persoalan-persoalan mendasar dalam dunia ekonomi. Pendekatan kita bukan pendekatan ekonomi biasa, kita juga harus melihat dari sisi kacamata agama. Kalau kita runut ,semua basis persoalan itu pada dasarnya karena melanggar ketentuan Allah. Basis semua permasalahan ekonomi adalah riba, maysir, gharar dan kezaliman ekonomi.”

“Ketika Allah melarang riba kita melakukan riba, ketika Allah melarang maysir kita melakukan maysir.  Ketika Allah melarang gharar kita melanggar. Itu secara sistemik, masif dan ini betul-betul mengakar. Ini betul-betul terjadi hari ini,” paparnya.

Irfan menyebutkan, Rasulullah SAW dalam satu hadisnya sudah mengingatkan kepada kita. Rasulullah mengatakan tidaklah mungkin seseorang itu banyak bertransaksi dengan sistem ribawi kecuali akhir dari hartanya nanti akan menjadi sedikit. “Rasulullah sudah memberikan suatu jaminan bahwa sehebat-hebatnya sistem ribawi maka ujungnya akan memunculkan persoalan,” jelasnya.

Berdasarkan fenomena tersebut gagasan riba amnesty, menurut Irfan menemukan momentumnya. Riba amnesty merupakan cara bagaimana kita keluar dari sistem riba. Dari sinilah dibutuhkan collectif effort yang luar biasa. Baik dari individu, masyarakat, bangsa maupun negara. Tetapi titik berangkatnya harus dengan keyakinan. “Keyakinan yang kemudian akan menuntun kita untuk memperjuangkan walaupun dalam kondisi hari ini keyakinan ini mungkin dianggap agak sedikit mustahil. Mengapa riba amnesty menjadi penting. Karena kita sama-sama menjadi hewan melata,” jelasnya menganalogikan.

Irfan mencontohkan kisah pembakaran Nabi Ibrahim AS. Ketika Nabi Ibrahim di bakar, burung pipit sibuk mengantarkan air. Kemudian hewan-hewan melata dengan semangat mengantarkan air. Secara logika, tetesan air yang dibawa oleh burung pipit dan hewan melata itu mungkinkah bisa memadamkan api? Tetapi sejarah membuktikan bahwa api bisa dingin dengan air dari hewan melata. Demikian pelajaran dari hewan melata dan secara kedudukan manusia di atas hewan melata posisinya.

Lanjut Irfan menganalogikan tetesan air itu dengan uang 300 triliun di Bank Syariah. Bisakah 300 triliun uang Bank Syariah memadamkan 240 ribu triliun yang di Bank Konvensional. Secara logika dan nalar tidak bisa. Tapi kalau belajar dari kisah hewan melata seharusnya bisa dan semakin meneguhkan kita. Walaupun kita masih kecil tapi nothing is imposible. Tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah SWT. “Saya kira itu satu keyakinan yang harus masuk dalam diri kita yang kemudian mendrive up kita.” [Muhammad Khaerul Muttaqien/Rus]

 

Tags: CIBESTInstitut Pertanian BogorIrfan Syauqi BeikKeuangan Syariahthe new normal economy
Share14Tweet9Send
Previous Post

SNI Mutlak Lindungi Industri dan Konsumen Dalam Negeri

Next Post

Indonesia Siap Bersaing di World Halal Tourism 2016

Rusdiono Mukri

Rusdiono Mukri

Redaksi Majalah Gontor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Ribuan Peserta Hadiri Multaqa Ilmi Bersama Prof Abdul Somad di Al-Amien Prenduan

Ribuan Peserta Hadiri Multaqa Ilmi Bersama Prof Abdul Somad di Al-Amien Prenduan

5 August 2026
Menjaga Iman dalam Segala Situasi Kehidupan

Menjaga Iman dalam Segala Situasi Kehidupan

7 August 2026
Khotmul Qur’an Ke-18 SIT Insantama Leuwiliang: Cetak Generasi Qur’ani

Khotmul Qur’an Ke-18 SIT Insantama Leuwiliang: Cetak Generasi Qur’ani

6 August 2026
FITK INAIS Bogor Siapkan Calon Pendidik yang Tak Tergantikan AI Menuju Indonesia Emas 2045

FITK INAIS Bogor Siapkan Calon Pendidik yang Tak Tergantikan AI Menuju Indonesia Emas 2045

3 August 2026
Pendekatan Astronomis Penentuan Awal Ramadhan

Pendekatan Astronomis Penentuan Awal Ramadhan

15 January 2026
Menjaga Iman dalam Segala Situasi Kehidupan

Menjaga Iman dalam Segala Situasi Kehidupan

0
saiful falah pemerhati pendidikan

Wilayah Bogor Barat Butuh Keragaman Sarjana

0
Khotmul Qur’an Ke-18 SIT Insantama Leuwiliang: Cetak Generasi Qur’ani

Khotmul Qur’an Ke-18 SIT Insantama Leuwiliang: Cetak Generasi Qur’ani

0
Peringati HUT RI Ke-81, PB JATMA ASWAJA Gelar Doa Keselamatan Bangsa di Istiqlal

Peringati HUT RI Ke-81, PB JATMA ASWAJA Gelar Doa Keselamatan Bangsa di Istiqlal

0
Ribuan Peserta Hadiri Multaqa Ilmi Bersama Prof Abdul Somad di Al-Amien Prenduan

Ribuan Peserta Hadiri Multaqa Ilmi Bersama Prof Abdul Somad di Al-Amien Prenduan

0
saiful falah pemerhati pendidikan

Wilayah Bogor Barat Butuh Keragaman Sarjana

6 August 2026
Khotmul Qur’an Ke-18 SIT Insantama Leuwiliang: Cetak Generasi Qur’ani

Khotmul Qur’an Ke-18 SIT Insantama Leuwiliang: Cetak Generasi Qur’ani

6 August 2026
Peringati HUT RI Ke-81, PB JATMA ASWAJA Gelar Doa Keselamatan Bangsa di Istiqlal

Peringati HUT RI Ke-81, PB JATMA ASWAJA Gelar Doa Keselamatan Bangsa di Istiqlal

6 August 2026
Ribuan Peserta Hadiri Multaqa Ilmi Bersama Prof Abdul Somad di Al-Amien Prenduan

Ribuan Peserta Hadiri Multaqa Ilmi Bersama Prof Abdul Somad di Al-Amien Prenduan

5 August 2026
BAZNAS dan PP PERSIS Perkuat Kerjasama Program Strategis

BAZNAS dan PP PERSIS Perkuat Kerjasama Program Strategis

4 August 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • KOLEKSI EDISI KHUSUS 100 TAHUN GONTORTiga edisi istimewa telah hadir!
📖 Juli 2026 – Seabad Mendidik Bangsa
📖 Agustus 2026 – UNIDA Gontor Mendunia
📖 September 2026 – Satu Abad, Seribu GontorJadikan ketiganya sebagai koleksi sejarah 100 Tahun Gontor di perpustakaan Anda🛒 Segera pesan sebelum kehabisan!
🔗 https://bit.ly/pesan-majalah#majalahgontor #100tahungontor #gontor100tahun #gontornews
  • Silahkan daftar melalui link ini : https://tinyurl.com/iklan-magonatau link bisa lihat di profile
  • Batas Akhir 7 Agustus 2026
Link Pendaftaran ada di profile"Kesempatan boleh datang berkali-kali, tetapi momen 100 Tahun Gontor hanya terjadi sekali. Jangan hanya menjadi saksi sejarah. Jadilah bagian dari sejarah."
  • Sistim pendafaran otomatis akan tertutup pada tanggal 7 Agustus 2026.
  • Edisi Khusus Majalah Gontor dalam rangka 100 Tahun Gontor. Bulan Juli, Agustus dan September.
Link Pemesanan : Lihat di profile#majalahgontor #gontornews #edisikhsusumajalahgontor #100tahungontor #gontor #gontorputri
  • KHUSUS ALUMNI GONTOR 📣Perkenalkan usaha Anda.
Majalah Gontor Edisi Khusus September 2026 – Spesial 100 Tahun Gontor.✔️ Perkenalkan usaha Anda kepada ribuan keluarga besar Gontor di seluruh Indonesia.
✔️ Kontribusi Rp1.500.000.
✔️ Pendaftaran hingga 7 Agustus 2026 atau kuota terpenuhi.📝 https://tinyurl.com/iklan-magon📞 0877-8707-2412 | 0813-1510-6479
  • Ada momen yang bisa diulang, ada pula yang hanya terjadi sekali dalam sejarah. Jangan lewatkan kesempatan memperkenalkan usaha Anda pada Edisi Spesial 100 Tahun Gontor.Link Pendaftaran :
https://tinyurl.com/daftar-umkm-mg#majalahgontor #gontornews #walisantrigontor #gontor
  • Kesempatan yang Tidak Datang Dua KaliJadilah bagian dari Edisi Khusus Majalah Gontor September 2026 dalam rangka 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor.Kami mengundang Wali Santri Gontor yang memiliki usaha untuk memperkenalkan produknya kepada ribuan keluarga besar Gontor di seluruh Indonesia melalui edisi koleksi yang akan menjadi bagian dari sejarah.📌 Kontribusi seikhlasnya
📌 Syarat: Anak masih aktif sebagai santri Gontor
📌 Pendaftaran hanya sampai 7 Agustus 2026Kirimkan:
✅ Logo Usaha
✅ Foto Produk
✅ Deskripsi Singkat
✅ Website/Sosial Media (jika ada)📲 Daftar sekarang:
https://tinyurl.com/daftar-umkm-mg📞 Informasi:
0877-8707-2412
0813-1510-6479#majalahgontor #100tahungontor #walisantri #pengusahamuslim #gontornews #pesantrengontor #gontor
  • EDISI KHUSUS SPESIAL 100 TAHUN GONTOR TELAH TERBIT! ✨Perjalanan satu abad tidak datang dua kali.📖 Majalah Gontor Edisi Juli & Agustus 2026 hadir sebagai bagian dari koleksi bersejarah 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor. Mengangkat perjalanan, gagasan, dan kontribusi Gontor dalam membangun peradaban, dua edisi ini layak menjadi koleksi bagi setiap keluarga besar Gontor.Jangan menunggu sampai stok habis.
📚 Pesan sekarang:
👉 https://bit.ly/pesan-majalah🌐 www.gontornews.com#majalahgontor #100tahungontor #gontor #pondokmoderngontor #mediaperekatumat #unidagontor #keluargabesargontor #alumnigontor #walisantrigontor #koleksibersejarah

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result