pesanan-baju-kaos
31 °c
Pecenongan
Sun
Mon
Saturday, 24 October, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Pondok Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Muamalah Ekonomi

The New Normal Economy Momentum Hijrah ke Keuangan Syariah

Rusdiono Mukri by Rusdiono Mukri
10 years ago
in Ekonomi
0

Jakarta, Gontornews — Sampai detik ini teori-teori para ekonom masih belum mampu menjawab persoalan-persoalan besar dalam dunia ekonomi. Sehingga pascakrisis global ini kita tetap berada dalam situasi resesi. “Kondisi perkembangan global hari ini merupakan bentuk refleksi dari keputusasaan para ekonom dalam menjawab peristiwa ekonomi. Keputusasaan para ekonom tersebut kemudian memunculkan istilah the new normal economy. Jadi kita disuruh untuk terbiasa dengan situasi yang seperti ini,” ujar Kepala Pusat Studi Bisnis dan Ekonomi Syariah (CIBEST) Institut Pertanian Bogor Irfan Syauqi Beik dalam seminar bertajuk “Amnesty Riba Merupakan Jalan Menuju Keselamatan Umat” di Kampus Trisakti Jakarta, Selasa (25/10).

Irfan menganalogikan kondisi perekonomian global dengan suhu badan manusia. Suhu badan normal, kata Irfan, misalnya 36 derajat kemudian tiba-tiba seluruh manusia di muka bumi ini suhu tubuhnya naik menjadi 38 derajat dan tidak ada yang bisa kembali seperti sedia kala.

“Karena itu seluruh dunia sepakat bahwa yang disebut kondisi normal atau sehat yang baru itu adalah yang suhunya 38 derajat. Kira-kira seperti itu logikanya. Makanya kemudian muncul istilah The New Normal. Karena ternyata teori-teori yang ada itu banyak yang tidak bisa menjawab persoalan-persoalan besar yang kita hadapi saat ini,” paparnya.

Tahun 2015 lalu, misalnya, negara-negara berkembang mengalami pertumbuhan pada titik terendah, hanya 3,8 persen. Situasi ekonomi di Uni Eropa juga masih belum stabil. Pada 2017 nanti secara global berdasarkan proyeksi sejumlah lembaga, kita masih akan mengalami perlambatan ekonomi. Berdasarkan pengamatan Irfan pada 2019 juga  akan muncul berita bahwa mereka perlu waktu sampai 2024 untuk bisa pulih. “Saya selalu mengikuti berita ekonomi dunia. Misalnya, bank central dunia Eropa ketika 2009 mengatakan Eropa akan tumbuh di 2011. Begitu 2011 muncul berita perlu waktu tambahan 3 tahun lagi. Begitu 2014 saya baca berita lagi katanya perlu waktu tambahan sampai 2016. Kemarin saya baca berita lagi katanya perlu waktu tambahan sampai 2019 untuk recover. Saya memprediksi pada 2019 nanti juga akan muncul berita kalau mereka perlu waktu sampai 2024 untuk bisa recover,” ujarnya.

BACA JUGA

LPNU Jakarta Pusat Adakan Diskusi NGOPI Bahas Penguatan Ekonomi Umat

Pembukaan ISEF 2026, Bank Indonesia Luncurkan Tiga Program Peningkatan Ekonomi Syariah

Darussalam Global Charity Resmi Berstatus LAZ Nasional

BI-Kemenag-UNIDA Gontor Gelar Sekolah Wakaf

KUII Ke-8: BAZNAS Komitmen Perkuat Peran Zakat untuk Pemberdayaan Mustahik

Menurut Irfan ini merupakan persoalan besar. Sebagai orang beriman tentu melihat fenomena ini bukan sekedar fenomena ekonomi biasa. “Apa yang terjadi hari ini masih menunjukkan bahwa kita menghadapi persoalan-persoalan mendasar dalam dunia ekonomi. Pendekatan kita bukan pendekatan ekonomi biasa, kita juga harus melihat dari sisi kacamata agama. Kalau kita runut ,semua basis persoalan itu pada dasarnya karena melanggar ketentuan Allah. Basis semua permasalahan ekonomi adalah riba, maysir, gharar dan kezaliman ekonomi.”

“Ketika Allah melarang riba kita melakukan riba, ketika Allah melarang maysir kita melakukan maysir.  Ketika Allah melarang gharar kita melanggar. Itu secara sistemik, masif dan ini betul-betul mengakar. Ini betul-betul terjadi hari ini,” paparnya.



Irfan menyebutkan, Rasulullah SAW dalam satu hadisnya sudah mengingatkan kepada kita. Rasulullah mengatakan tidaklah mungkin seseorang itu banyak bertransaksi dengan sistem ribawi kecuali akhir dari hartanya nanti akan menjadi sedikit. “Rasulullah sudah memberikan suatu jaminan bahwa sehebat-hebatnya sistem ribawi maka ujungnya akan memunculkan persoalan,” jelasnya.

Berdasarkan fenomena tersebut gagasan riba amnesty, menurut Irfan menemukan momentumnya. Riba amnesty merupakan cara bagaimana kita keluar dari sistem riba. Dari sinilah dibutuhkan collectif effort yang luar biasa. Baik dari individu, masyarakat, bangsa maupun negara. Tetapi titik berangkatnya harus dengan keyakinan. “Keyakinan yang kemudian akan menuntun kita untuk memperjuangkan walaupun dalam kondisi hari ini keyakinan ini mungkin dianggap agak sedikit mustahil. Mengapa riba amnesty menjadi penting. Karena kita sama-sama menjadi hewan melata,” jelasnya menganalogikan.

Irfan mencontohkan kisah pembakaran Nabi Ibrahim AS. Ketika Nabi Ibrahim di bakar, burung pipit sibuk mengantarkan air. Kemudian hewan-hewan melata dengan semangat mengantarkan air. Secara logika, tetesan air yang dibawa oleh burung pipit dan hewan melata itu mungkinkah bisa memadamkan api? Tetapi sejarah membuktikan bahwa api bisa dingin dengan air dari hewan melata. Demikian pelajaran dari hewan melata dan secara kedudukan manusia di atas hewan melata posisinya.

Lanjut Irfan menganalogikan tetesan air itu dengan uang 300 triliun di Bank Syariah. Bisakah 300 triliun uang Bank Syariah memadamkan 240 ribu triliun yang di Bank Konvensional. Secara logika dan nalar tidak bisa. Tapi kalau belajar dari kisah hewan melata seharusnya bisa dan semakin meneguhkan kita. Walaupun kita masih kecil tapi nothing is imposible. Tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah SWT. “Saya kira itu satu keyakinan yang harus masuk dalam diri kita yang kemudian mendrive up kita.” [Muhammad Khaerul Muttaqien/Rus]

 

Tags: CIBESTInstitut Pertanian BogorIrfan Syauqi BeikKeuangan Syariahthe new normal economy
Share14Tweet9Send
Previous Post

SNI Mutlak Lindungi Industri dan Konsumen Dalam Negeri

Next Post

Indonesia Siap Bersaing di World Halal Tourism 2016

Rusdiono Mukri

Rusdiono Mukri

Redaksi Majalah Gontor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kesyukuran Wisuda Angkatan Ke-11 STKQ Al-Hikam Depok Hadirkan Puluhan Lulusan Berkualitas

Kesyukuran Wisuda Angkatan Ke-11 STKQ Al-Hikam Depok Hadirkan Puluhan Lulusan Berkualitas

19 October 2026
Tidak Hanya Luluskan Wisudawan, STKQ Al-Hikam Depok Mulai Lahirkan Sebelas Wisudawati Terbaik

Tidak Hanya Luluskan Wisudawan, STKQ Al-Hikam Depok Mulai Lahirkan Sebelas Wisudawati Terbaik

19 October 2026
Santrivation: Teman Bertumbuh Para Santri Gapai Sukses di Kemudian Hari

Santrivation: Teman Bertumbuh Para Santri Gapai Sukses di Kemudian Hari

15 October 2026
Teman Paling Baik Menurut Al-Qur’an

Teman Paling Baik Menurut Al-Qur’an

22 October 2026
Mahasiswa AFI UNIDA Gontor Belajar Menjadi Pemimpin dan Ayah di Rumpun Nurani

Mahasiswa AFI UNIDA Gontor Belajar Menjadi Pemimpin dan Ayah di Rumpun Nurani

21 October 2026
IQT UNIDA Gontor Kunjungi Kampoeng Qur’an Wijaya Kusuma Malang

IQT UNIDA Gontor Kunjungi Kampoeng Qur’an Wijaya Kusuma Malang

0
HNW Ajak Intelektual Dunia Tangani Islamofobia

HNW Ajak Intelektual Dunia Tangani Islamofobia

0
Pemuda, Masjid, dan Masa Depan Peradaban Islam

Pemuda, Masjid, dan Masa Depan Peradaban Islam

0
Peringati Hari Santri, HNW Minta RUU Sisdiknas Tetap Posisikan UU Pesantren sebagai Lex Specialis

Peringati Hari Santri, HNW Minta RUU Sisdiknas Tetap Posisikan UU Pesantren sebagai Lex Specialis

0
ilutsrasi sunan kalijaga

Sunan Kalijaga: Menyebarkan Islam Melalui Seni dan Budaya

0
Budhi Sarwono: Pertobatan Mantan Bupati dari Jerat Narkoba

Budhi Sarwono: Pertobatan Mantan Bupati dari Jerat Narkoba

23 October 2026
PKS: Berkontestasi Politik Harus Siap Menang dan Siap Kalah

Kunjungi Sekolah Rakyat Terintegrasi di Jakarta Selatan, HNW Apresiasi SR dan Perkembangan Peserta Didik

23 October 2026
IQT UNIDA Gontor Kunjungi Kampoeng Qur’an Wijaya Kusuma Malang

IQT UNIDA Gontor Kunjungi Kampoeng Qur’an Wijaya Kusuma Malang

23 October 2026
Peringati Hari Santri, HNW Minta RUU Sisdiknas Tetap Posisikan UU Pesantren sebagai Lex Specialis

Peringati Hari Santri, HNW Minta RUU Sisdiknas Tetap Posisikan UU Pesantren sebagai Lex Specialis

22 October 2026
ilutsrasi sunan kalijaga

Sunan Kalijaga: Menyebarkan Islam Melalui Seni dan Budaya

22 October 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Assalamu
  • Pre Order dibuka kembali hingga 25 Oktober 2026

Link pembelian bisa dilihat di bagian akhir gambar atau di profile.
atau bisa langsung ke link dibawah ini :
https://tinyurl.com/pesan-baju

#majalahgontor 
#gontornews
  • Telah terbit dan bisa dipesan
Majalah Gontor Edisi Oktober 2026
pemesanan bisa ke nomor :
081234160133

untuk edisi khusus 100 tahun gontor bisa dipesan melalui link dibawah ini
https://bit.ly/pesan-majalah

#majalahgontor 
#gontornews 
#pesanmajalah
  • Bismillah, bagi yang ingin mempromosikan usahanya di Majalah Gontor edisi November silahkan daftar dan cek paketnya pada link https://bit.ly/pasang-iklan-mg atau scan barcode pada gambar.

#majalahgontor #gontornews
  • Bismillah.
Paket Perpustakaan.
EDISI TAHUN 2020 - 2025

Hanya : Rp. 149.000,-
Didapatkan: 
1. Isi 20 Eksemplar
2. Edisi Tahun Acak
3. + SUBSIDI ONGKIR 10.000,-

Pesan Via WhatsApp
0812 3416 0133, 0858 1760 8802

Website : www.gontornews.com
Instagram : @gontornews 

#majalahgontor 
#majalahgontor
  • Bismillah.
tersedia baju kaos lengan panjang atau pendek. Warna putih dan hitam. Degan Sablon DTF.

Ukuran : S, M, L, XL

Link Pembelian : https://tinyurl.com/pesan-baju

#majalahgontor 
#gontornews
  • Edisi Khusus Bulan September 2026 spsial 100 tahun .

Pesan sekarang
https://bit.ly/pesan-majalah

#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah, kami kembali membuka kesempatan kepada Alumni Gontor ataupun Pondok Alumni yang memiliki usaha yang ingin diperkenalkan melalui Majalah Gontor pada bulan oktiober ini. 
Kami membuka 3 paket pilihan :
1. 1/4
2. 1/6
3. Iklan Mini

Link pendaftaran : https://bit.ly/pasang-iklan-mg

atau bisa lihat di link Bio.

#majalahgontor #gontornews
  • Alhamdulillah Majalah Gontor Edisi Khusus Bulan September spesial100 tahun Gontor telah tersedia. Stok edisi khusus semakin menipis pula (Juli - September). Bagi yang belum memiliki bisa Langsung pesan melalui link berikut :
https://bit.ly/pesan-majalah

Jangan sampai kehabisan.

Untuk Baju kaos bisa juga pesan melalui link ini : https://tinyurl.com/pesan-baju

kontak bagian penjualan :
0812-3416-0133
#majalahgontor #gontornews #gontor #alumnigontor

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Pondok Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result