pesanan-baju-kaos
28 °c
Pecenongan
Mon
Tue
Monday, 21 September, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Values Kolom

Anies, Bawaslu dan People Power

M Khaerul Muttaqien by M Khaerul Muttaqien
10 January 2019
in Kolom
0
Menguji Janji Capres

Tony Rosyid, Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa

Sejak terpilih jadi gubernur DKI, Anies menjadi icon rakyat melawan kezaliman penguasa. Umat Islam sebagai penduduk mayoritas juga merasa terwakili. Selama ini, ada perasaan terintimidasi dan ketidakadilan. Anies jadi Gubernur, rakyat seolah mendapat pengakuan dan sarana berkiprah kembali untuk bangsa.

Sebagian tak sabar. Mereka ingin Anies nyapres. Jadi presiden gantikan Jokowi di 2019. Ini akan jadi tumpuan dan sekaligus kebanggaan bagi rakyat. Tapi, sebagian yang lain belum setuju. Alasannya? Jadi fitnah sosial. Apa kata dunia kalau Anies nyapres? Tuntaskan dulu Jakarta. Baru nyapres di periode berikutnya. Meski publik tahu, lawan yang paling ditakuti istana adalah Anies. Berikutnya adalah Gatot Nurmantyo yang gagal nyapres karena last minute PKB batal mengusungnya . Dicopotnya sekjen PKB kabarnya terkait soal ini.

Anies sendiri ingin tuntaskan tugasnya di Jakarta. Sekarang adalah era Prabowo, senior dan promotor Anies di DKI. Anies tegas, tak akan bersedia dicalonkan oleh siapapun dan dari partai manapun jika Prabowo nyapres. Anies berkomitmen dan pegang prinsip soal ini. Komitmen ini bisa dicek dari berbagai sumber. Anies tak ingin seperti Jokowi, Ahok dan Ridwan Kamil, orang-orang binaan Prabowo yang balik badan dari Sang Promotor. Ini soal etika berpolitik, katanya.

BACA JUGA

Rekonstruksi Pendidikan Akhlak di Era AI: Transformasi Generasi Stroberi Menuju Generasi Kemiri Berdasarkan Nilai-nilai Pendidikan dalam Surat Luqman

1926: Ketika NU dan Gontor Menjawab Zaman

Nyali Kemandirian ala Pesantren

Rekonstruksi Pendidikan Akhlak: Dari Generasi Stroberi Menuju Generasi Kemiri untuk Mewujudkan Indonesia Emas yang Berkeadaban 2045

Ketika Rhoma Irama ‘Hadir’ di Gontor

Anies dukung Prabowo? Pasti. Dengan narasi-narasinya yang halus dan lembut Anies menyampaikan pesan. Kena dan pas. Di antara narasi Anies: “Di pilpres ini kita bisa lihat siapa yang akan menghalalkan segala cara, dan siapa yang hanya menggunakan cara yang halal.” Publik pasti paham maksudnya. Simpel, tapi tajam. Tepat mengenai obyek yang disasar.

Dalam sebuah sambutan, Anies pernah mengatakan bahwa apa yang terjadi di Jakarta, akan berpotensi terjadi di tingkat nasional. Anda paham? Kalau gak paham, berarti Anda bagian dari “manusia dung…” yang sering dibicarakan Rocky Gerung itu.

Di akhir pidatonya, Anies angkat ke atas kedua tangannya dengan mengacungkan dua jarinya. Anda sadar seberapa besar pengaruh dua jari Anies? Mari kita lihat.

Pertama, Gubernur Anies lahir dan didukung di antaranya oleh jutaan massa 212. Mereka berasal dari lintas agama, etnis dan wilayah. Anies bukan hanya representasi masyarakat Jakarta, tapi representasi rakyat Indonesia. Secara emosional tak bisa memisahkan keterpilihan Anies dari heroisme rakyat yang berkumpul di Monas.

Kedua, Anies gubernur DKI. Gubernur ibukota negara. Gubernur yang setiap hari disorot media. Karena sejumlah peristiwa dan kinerja herois, publik menjuluki Anies sebagai “Gubernur Indonesia”. Dan sekitar 6 persen rakyat Indonesia menginginkan Anies nyapres. Tapi, Anies menghormati dan mendukung Prabowo yang maju.

Dari aspek berita, dukungan massa, serta hubungan emosional dan militansial, Anies tentu punya pengaruh yang cukup besar. Maka, ketika Anies mengangkat dua jarinya ke atas, heroisme para pendukung Anies di seluruh Indonesia akan bangkit. Jelas, ini akan jadi ancaman serius terhadap elektabilitas incumbent.

Salam dua jari Anies, tentu berbeda -dan tak sebanding- dengan salam satu jarinya Luhut dan Sri Mulyani. Ini soal militansi dan jumlah pengaruh. Salam dua jari Anies akan ditangkap sebagai pesan kepada seluruh rakyat Indonesia “pilihlah Prabowo, aku mendukungnya”. Begitulah kira-kira rakyat memahami pesan itu.

Jika semula istana berhasil menahan Anies untuk nyapres, maka istana tak akan bisa menghalangi dukungan Anies kepada Prabowo. Dan dukungan itu dahsyat dampaknya.

Gara-gara salam dua jari, Bawaslu panggil Anies. Anies diminta klarifikasi. Bawaslu benar. Mereka menjalankan tugas sesuai kewenangannya. On the track. Rakyat harus apresiasi kerja Bawaslu. Hanya saja, kenapa cuma Anies yang dipanggil? Sementara para menteri dan sejumlah kepala daerah yang sama-sama mengangkat jari dukungannya tidak dipanggil? Apa yang membedakan Anies dari para menteri dan kepala daerah yang lain? Pasti bedalah. Anies dua jari. Para menteri dan kepala daerah yang lain cuma satu jari. Ya pasti beda! Maksudnya? Beda hukum dan perlakuannya gitu?

Pemanggilan tunggal oleh Bawaslu akan menjadi trigger bagi para pendukung dan simpatisan Anies di seluruh Indonesia untuk semakin mengobarkan semangat dan patriotisme perlawanan kepada penguasa. Kok penguasa? Ah, mosok Anda gak tahu?

Jika Bawaslu ceroboh dalam menangani Anies, ini akan berpotensi memicu hadirnya jutaan rakyat ke Jakarta untuk #SaveAnies. Suara ini sudah mulai bergaung di berbagai medsos.

Rakyat marah. Kenapa? Karena Bawaslu dianggap tak bertindak adil. Sejumlah kepala daerah di Riau dukung Paslon no 01 dan acungkan satu jari, Bawaslu tak bertindak. Ridwan Kamil dan Khofifah acungkan satu jari, bebas-bebas saja. Bupati Garut kumpulkan Camat, Lurah, Ketua RT dan RW untuk memberikan arahan kampanye, lenggang aja. Giliran Anies, (dan juga satu lurah di Jawa Timur) acungkan dua jari, langsung dipanggil. Ditakut-takuti dengan penjara tiga tahun.

Rakyat yang selama ini bersabar, menahan kecewa, geram dan marah, seolah mendapatkan triggernya. Jika kita memotret situasi emosional rakyat saat ini dengan teori tahapan konfliknya Jonathan Turner, kemarahan rakyat sudah klimaks. Masuk tahapan kedelapan. Hanya tinggal satu tahapan lagi. Ini berbahaya, dan harus dicegah. Dengan apa? Keadilan!

Pemanggilan Anies oleh Bawaslu menyebabkan pertama, rakyat makin sadar betapa Bawaslu tak netral. Mereka tak lagi jadi wasit, tapi pemain. Kedua, tindakan kepada Anies akan menimbulkan kemarahan rakyat yang luar biasa. Mengingat Anies adalah simbol perlawanan rakyat dan icon oposisi.

Bawaslu, dan sejumlah pihak yang diduga berada di belakangnya, tidak sadar, betapa “ketidakadilan sampai batas tertentu” akan memicu lahirnya people power. Itu hukum sosial yang “boomnya” tidak bisa dipredisksi oleh siapapun.

Jika rakyat tak mendapatkan keadilan di ruang hukum, maka mereka akan menciptakan keadilan di jalanan. Ini tentu punya risiko sosial dan politik yang cukup besar. Sebagai bangsa yang demokratis dan beradab, tentu tak ada yang menginginkan semua itu terjadi. Karena itu, kepada semua pihak yang sedang diberikan otoritas di pundaknya oleh rakyat, bersikaplah adil. Hanya itu yang diharapkan rakyat, agar rakyat tidak mengambil paksa otoritas itu dengan menciptakan keadilan di jalan.

Share26Tweet11Send
Previous Post

Sistem Pilpres Langsung Ala Demokrasi Liberal Era Reformasi

Next Post

Dilema Pemilihan Umum Serentak 2019

M Khaerul Muttaqien

M Khaerul Muttaqien

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pasutri Alumni Gontor Ini Persembahkan 100 Sumur untuk 100 Tahun Gontor

Pasutri Alumni Gontor Ini Persembahkan 100 Sumur untuk 100 Tahun Gontor

17 September 2026
SDIT Insantama Leuwiliang Ajarkan Siswa Berniaga ala Rasulullah Lewat Market Day

SDIT Insantama Leuwiliang Ajarkan Siswa Berniaga ala Rasulullah Lewat Market Day

16 September 2026
K3S Leuwiliang Apresiasi Insantama Market Day: Siswa Belajar Berniaga Sesuai Syariah

K3S Leuwiliang Apresiasi Insantama Market Day: Siswa Belajar Berniaga Sesuai Syariah

16 September 2026
Pimpinan Gontor dari Masa ke Masa

Pimpinan Gontor dari Masa ke Masa

23 October 2020
Gontor Apresiasi Alumni Touring Motor hingga Mengayuh Sepeda Demi Hadiri 100 Tahun PMDG

Gontor Apresiasi Alumni Touring Motor hingga Mengayuh Sepeda Demi Hadiri 100 Tahun PMDG

15 September 2026
100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor

100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor

0
Gontor Siap Sambut Puluhan Ribu Alumni Menuju 100 Tahun Gontor

Gontor Siap Sambut Puluhan Ribu Alumni Menuju 100 Tahun Gontor

0
Gontor, Alumni, dan Jejak Satu Abad

Gontor, Alumni, dan Jejak Satu Abad

0
Pasutri Alumni Gontor Ini Persembahkan 100 Sumur untuk 100 Tahun Gontor

Pasutri Alumni Gontor Ini Persembahkan 100 Sumur untuk 100 Tahun Gontor

0
Presiden Prabowo Siap Hadir dan Resmikan Fakultas Kedokteran UNIDA Gontor

Presiden Prabowo Siap Hadir dan Resmikan Fakultas Kedokteran UNIDA Gontor

0
100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor

100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor

17 September 2026
Gontor Terus Matangkan Kesiapan Jelang Puncak Acara 100 Tahun

Gontor Terus Matangkan Kesiapan Jelang Puncak Acara 100 Tahun

17 September 2026
Kunjungan Tujuh Presiden ke Gontor: Relasi antara Dunia Pesantren dan Negara

Kunjungan Tujuh Presiden ke Gontor: Relasi antara Dunia Pesantren dan Negara

17 September 2026
Reuni Akbar 100 Tahun Gontor: Momentum Evaluasi Langkah Alumni dengan Cita-Cita Pendiri

Reuni Akbar 100 Tahun Gontor: Momentum Evaluasi Langkah Alumni dengan Cita-Cita Pendiri

17 September 2026
Gontor, Alumni, dan Jejak Satu Abad

Gontor, Alumni, dan Jejak Satu Abad

17 September 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Bismillah.
Paket Perpustakaan.
EDISI TAHUN 2020 - 2025Hanya : Rp. 149.000,-
Didapatkan:
1. Isi 20 Eksemplar
2. Edisi Tahun Acak
3. + SUBSIDI ONGKIR 10.000,-Pesan Via WhatsApp
0812 3416 0133, 0858 1760 8802Website : www.gontornews.com
Instagram : @gontornews#majalahgontor
#majalahgontor
  • Bismillah.
tersedia baju kaos lengan panjang atau pendek. Warna putih dan hitam. Degan Sablon DTF.Ukuran : S, M, L, XLLink Pembelian : https://tinyurl.com/pesan-baju#majalahgontor
#gontornews
  • Edisi Khusus Bulan September 2026 spsial 100 tahun .Pesan sekarang
https://bit.ly/pesan-majalah#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah, kami kembali membuka kesempatan kepada Alumni Gontor ataupun Pondok Alumni yang memiliki usaha yang ingin diperkenalkan melalui Majalah Gontor pada bulan oktiober ini.
Kami membuka 3 paket pilihan :
1. 1/4
2. 1/6
3. Iklan MiniLink pendaftaran : https://bit.ly/pasang-iklan-mgatau bisa lihat di link Bio.#majalahgontor #gontornews
  • Alhamdulillah Majalah Gontor Edisi Khusus Bulan September spesial100 tahun Gontor telah tersedia. Stok edisi khusus semakin menipis pula (Juli - September). Bagi yang belum memiliki bisa Langsung pesan melalui link berikut :
https://bit.ly/pesan-majalahJangan sampai kehabisan.Untuk Baju kaos bisa juga pesan melalui link ini : https://tinyurl.com/pesan-bajukontak bagian penjualan :
0812-3416-0133
#majalahgontor #gontornews #gontor #alumnigontor
  • Tersedia Ukuran:
S, M, L, XL, XXLWarna : Hitam dan Putih
Sablon : DTF
  • Kumpul-kumpul alumni di acara puncak 100 Tahun gontor boleh juga ini. Silahkan yang mau pesan bisa langsung ke link berikut : https://tinyurl.com/pesan-kaos
atau bisa pesan ke nomor yang ada pada flyer.Bahan : Cotton Combed 24s
Warna tersedia : Hitam dan Putih
Tersedia lengan pendek dan lengan panjang.
Ukuran : S, M, L, XL, XXL.Catatan:
Gambar yang ada pada katalog ini mungkin tidak 100% akurat dengan aslinya. Hal tersebut disebabkan adanya faktor perbedaan cahaya dan tampilan pada media elektronik yang digunakan.#gontornews #majalahgontor
  • Bismillah, PRE-ORDER
Limited Edition
Tersedia Warna Hitam dan Putih
Ukuran yang tersedia : S, M, L, XL, XXL
Bahan : Cotton Combed 24s
Sablon : DTFLink Pemesanan : https://tinyurl.com/pesan-baju#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah.  Alumni Gontor 2007 wakaf 100 unit sepeda untuk guru-guru di Gontor
Insya Allah akan diserahkan secara simbolis pada acara peringatan 100 tahun Gontor.#majalahgontor #gontornews #gontor #pondokmoderngontor @risang.wijanarko @pondok.modern.gontor

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result