Batang, Gontornews — 87 santri Pondok Modern Tazakka menyelenggarakan agenda bedah buku bertajuk fathul kutub. Agenda yang diselenggarakan dalam rangka memberikan wawasan membuka kitab klasik berbahasa Arab dari beragam disiplin keilmuan islam itu melibatkan sektiar 4000 judul buku cetak, 20.000 buku digital dari perpustaakn digital semacam maktabah syamilah hingga maktabah Jami’ah.
Direktur Kulliyyatul Mu’allimin Al-Islamiyah (KMI) PM Tazakka, KH M Bisri mengatakan bahwa para santri memiliki kewajiban untuk mampu menjawab setidaknya 192 pertanyaan dari empat disiplin keilmuan keislaman seperti tafsir, hadits, aqidah dan fiqh.
“Mereka dibagi menjadi 4-5 orang perkelompok dan tiap kelompok diberi tugas untuk menyelesaikan minimal satu soal. Jika bisa cepat, dua-tiga soal bisa diselesaikan,” ungkap Kiai Bisri, sapaan akrabnya, kepada Gontornews.
Kiai Bisri mengungkapkan bahwa soal-soal yang diberikan kepada para santri merupakan persoalan pelik yang diihadapi masyarakat seperti hukum kelahiran in vitro, hukum euthanasia (suntik mati), hukum konsumsi narkoba, hukum nikah melalui sambungan video, tafsir makna “al-birr” dan lain sebagainya.
“Secara teknis, mereka memetakannya dalam kategori bidang ilmu sesaat setelah mengidentifikasi soal yang diberikan. Setelah itu, mereka mulai mendata sejumlah kitab yang bisa dijadikan rujukan,”
“Langkah selanjutnya, mereka melakukan tehnik scanning & skimming daftar isi dan indeks buku. Mereka lantas membaca cepat dan di saat yang bersamaan para santri merekonstruksi pembahasan dengan menggunakan teori-teori usul fiqh, mustolahul hadits dan disiplin ilmu lainnya,” jelas Kiai Bisri.
Sementara itu, Pimpinan PM Tazakka, KH Anang Rikza Masyhadi menjelaskan bahwa apa yang dilakukan oleh para siswa akhir KMI PM Tazakka itu merupakan kegiatan yang dilakukan oleh para alim ulama, fuqoha hingga seorang mufti besar.
“Apa yang dilakukan oleh para fuqaha, para mufti dan juga kegiatan-kegiatan di lembaga-lembaga riset dan fatwa, ya seperti (kegiatan fathul kutub) ini. Persis seperti apa yang kalian lakukan beberapa hari terakhir seperti, memahami masalah, membaca, menelaah, merumuskan jawaban dan menyampaikannya kepada publik,” pungkas Kiai Anang. [Mohamad Deny Irawan]






















