New Delhi, Gontornews — Perusahaan media sosial berskala global, Facebook, meluncurkan kebijakan untuk mengatur iklan politik menjadi lebih transparan guna menunjang pelaksanaan pemilihan umum di India, Kamis (9/2) malam.
Melalui kebijakan tersebut, iklan Facebook akan memudahkan para pengguna untuk mencari dan mengetahui lebih banyak tentang iklan politik serta upaya pencegahaan penyalahgunaan facebook di masa mendatang dalam setiap pagelaran pemilihan umum.
Selain itu, facebook berdalih bahwa kebijakan tersebut dilakukan untuk membatasi pihaknya dalam campur tangan perpolitikan di sejumah negara seperti India, Nigeria, Ukraina dan Uni Eropa sebelum pemungutan suara dilakukan.
“Dengan meningkatakan transparansi di sekitar halaman di facebook, kami berharap dapat meningkatkan akuntabilitas bagi para pengiklan, membantu orang menilai konten yang mereka lihat serta mencegah penyalahgunaan ddalam pemilihan di masa mendatang,” ungkap pernyataan resmi facebook yang dilansir Reuters.
India sendiri tengah menyoroti peran facebook yang diilai abai dalam mengatasi penyebaran informasi palsu, melalui media pesan elektronik WhatsApp yang berada di bawah facebook, yang berujung pada serangkaian kasus pembunuhan.
Facebook lantas menerapkan kebijakan otentikasi dua faktor dengan meminta lokasi negara utama administrasi halaman untuk mencegah campur tangan dunia internasional dalam perhelatan pemilu di India.
Mereka pun mengakui jika facebook sering digunakan oleh sejumlah politisi dan musuh-musuh global, yang terlibat dalam pemilihan umum, untuk mendistribusikan berita palsu serta propaganda lainnya.
Karena alasan itu pula, facebook yang juga tengah mendapatkan sorota global sejak tahun lalu memperkenalkan sejumlah inisiatif untuk meningkatkan pengawasan iklan politik. [Mohamad Deny Irawan]






















