Beira, Gontornews — Para pakar cuaca memperingatkan bahwa hujan yang “mengejutkan” akan terus melanda bagian-bagian tenggara Benua Afrika. Hujan deras yang disertai topan ganas telah menewaskan lebih dari 150 orang di sejumlah negara Afrika.
Seperti dirilis Aljazeera, Topan Idai telah menyengsarakan lebih dari 1,5 juta orang di Mozambik, Malawi dan Zimbabwe.
Federasi Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Masyarakat (IFRC) mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Sabtu bahwa setidaknya 126 orang telah tewas di Mozambik, Malawi dan Afrika Selatan setelah seminggu hujan lebat dan banjir. Di Zimbabwe, kementerian informasi negara itu menyebutkan jumlah korban jiwa akibat banjir mencapai 31 orang.
Pada hari Ahad, ratusan orang hilang, sementara puluhan ribu terputus dari jalan dan jalur komunikasi.
Kota pelabuhan sentral Mozambik, Beira, paling terpukul. Bandara di kota ini ditutup dan banyak rumah hancur.
IFRC mengatakan, para relawan kemanusiaan berusaha mencapai kota itu melalui jalan darat untuk membantu operasi tanggap darurat dan menilai kerusakan.
“Tingkat kerusakannya masih belum jelas, tetapi informasi dari tangan pertama yang diberikan oleh rekan-rekan lokal kami menunjukkan bahwa banyak bagian Beira telah rusak parah,” kata Jamie LeSueur, kepala operasi darurat IFRC, yang memimpin tim.
“Rumah-rumah hancur, pohon-pohon dan tiang-tiang listrik tumbang. Listrik dan komunikasi terputus.” [Rusdiono Mukri]





















