Jakarta, Gontornews — Setelah resmi membuka Konsulat Kehormatan di Palestina 13 Maret 2016 lalu, Indonesia akan mendukung Palestina dari sisi pariwisata. Dukungan kepada Palestina ini diwujudkan dengan menganggarkan 1,5 juta dolar AS untuk program Pengembangan Kapasitas selama dua tahun kedepan.
“Kita bantu Palestina berdasarkan permintaan, kami akan memberikan bantuan yang dibutuhkan mereka sesuai dengan kapasitas,” jelas Direktur Kerjasama Teknik Kementerian Luar Negeri, Siti Nugraha Mauludiah, di Jakarta, Rabu (13/4).
Pariwisata merupakan salah satu bidang yang dapat dikembangkan dalam program tersebut. Di antaranya adalah destinasi untuk haji dan umrah yang sudah sejak lama ingin dinikmati umat Islam dari berbagai belahan dunia karena di sana terdapat Masjid al-Aqsha.
Maulidiah mengatakan, dengan visa wisata, untuk masuk ke wilayah Palestina saat ini tak ada masalah. Berbeda dengan visa diplomatik yang sulit didapatkan. Hanya saja, akan menjadi masalah jika warga Indonesia masuk ke wilayah Israel karena Indonesia tidak mengakui Israel. “Saya sempat mendengar adanya masalah visa ke Palestina tetapi itu sepertinya hanya faktor pertemanan kita dengan Palestina saja,” terangnya.
Palestina memiliki sejumlah hal menarik yang bisa dikembangkan menjadi daya tarik wisatawan. Di antaranya budaya masyarakat Palestina yang sudah berumur ribuan tahun menjadi daya tarik tersendiri, serta keramahan penduduknya yang dinilai akan meningkatkan kenyamanan bagi para wisatawan.
Selain itu, di wilayah tersebut juga terdapat kiblat umat Islam pertama yaitu Masjidil Aqsha di Jerussalem yang dijaga ketat tentara Israel.
Seperti dilansir republika.com, Project Manager Holy Land Trust Elias D Deis menyebutkan jumlah kunjungan wisata religi ke Palestina mencapai 2,5 juta orang per tahun. Dari data tersebut 50 ribu orang berasal dari Indonesia. Namun angka ini menurun dari sebelumnya, 60 ribu orang. Hal ini karena pemberitaan media terkait situasi di sana.
Ia berharap situasi di Palestina aman dan semakin banyak turis yang datang. “Kami berharap turis dari Rumania, Albania, Polandia dan beberapa negara lain datang berwisata,” terangnya. (Ahmad Muhajir)























