Doha, Gontornews — Wakil Rektor 1 Universitas Darussalam Gontor, Dr Hamid Fahmy Zarkasyi mendapatkan kesempatan untuk safari ramadhan di Qatar.Β Pada hari pertama, salah satu putra pendiri Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG), KH Imam Zarkasyi, tersebut berkenan untuk menyampaikan tausiyahnya di Kedutaan Besar Republik Indonesia di Doha, Qatar.
Dalam safari di hari pertamanya, Ustadz Hamid, sapaan akrabnya, memberikan tausiyah seputar taqwa. Menurutnya, Taqwa diibaratkan sebagai seseorang yang berjalan di sebuah taman yang dikelilingi banyak duri. Tugas manusia adalah untuk menghindari duri tersebut hingga sampai ke tujuan yang dituju.
βTaqwa itu ibarat ketika ingin berjalan namun di depan penuh duri. Tugas kita adalah bagaimana selamat dari duri-duri ini dan sampai ke tujuan tanpa terkena duri,β kata Ustadz Hamid di KBRI Doha, Qatar, Sabtu (4/5).
Kehadiran Ustadz Hamid di Qatar merupakan realisasi dari undangan dari komunitas muslim Indonesia di Qatar (Indonesian Muslim Community in Qatar/IMSQA). Dalam jadwal yang dirilis laman unida.gontor.ac.id, Ustadz Hamid dijadwalkan untuk menyampaikan tausiyah Ramadhan sedari akhir bulan Syaβban hingga 6 Ramadhan mendatang.
Lebih lanjut, Ustadz Hamid menjelaskan bahwa duri-duri yang dimaksud diatas adalah dosa. Dosa, kata Ustadz Hamid, merupakan halangan yang mengganggu tujuan manusia. Walhasil, semakin bertaqwa seseorang, semakin kuat pula godaan yang akan menghampiri.
βDuri disini ibarat seperti dosa, halangan yang menggangu tujuan kita. Semakin orang bertaqwa, duri atau godaan-godaan ini akan semakin kuat. Taqwa itulah sikap kehati-hatian kita agar selamat dan sampai pada tujuan tanpa kena duri,β
βKenapa akhir dari ayat puasa adalah taqwa? Karena inti dari berpuasa adalah menjaga diri dan kembali menyucikan diri,β pungkas Ustadz Hamid. [Mohamad Deny Irawan]






















