pesanan-majalah-edisi-khusus
35 °c
Pecenongan
Tue
Wed
Monday, 17 August, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Values Kolom

Adab Bersedekah

Ahmad Kholili Hasib, Mahasiswa Doktor UNIDA Gontor dan Direktur Institut Pemikiran dan Peradaban Islam (InPAS)

M Khaerul Muttaqien by M Khaerul Muttaqien
17 May 2019
in Kolom
0
Adab Bersedekah

Sayyidina Ali Zainal Abidin, memiliki kebiasaan ‘unik’. Yaitu sedekah di malam hari. Tak seorang pun mengetahui. Dikisahkan dari Muhammad bin Ishaq, bahwa dulu seluruh penduduk kota Madinah dari kalangan fakir miskin tiap hari tercukupi makannya karena tiap malam ada yang mengirim gandum.

Namun, mereka tidak mengetahui dari mana dan siapa yang mengirim gandum di depan rumah mereka masing-masing. Sudah beberapa waktu lamanya tetap tidak ada yang tahu. Penduduk Madinah pun juga akhirnya tidak mencari tahu asal-muasal gandum di rumah mereka, tapi yakin ada seseorang yang mengirimnya.

Akhirnya, suatu hari sayyid Ali Zainal Abidin meninggal dunia. Sejak itu, tidak ada lagi yang mengirim makanan pada malam hari. Pada saat jenazah Ali Zainal Abidin dimandikan, orang-orang bertanya mengenai luka memar di punggung beliau. Seorang budaknya membuka rahasia. “Dia tiap malam memikul gandum di punggungnya untuk dibagikan kepada penduduk Madinah”, kata budaknya. Sejak beliau wafat, tidak ada lagi yang menanggung makan penduduk Madinah (Zein bin Sumaith,al-Fawaid al-Mukhtarah, hal. 168).

Kisah di atas menunjukkan, cara bersedekah yang benar dan tepat. Yaitu, tidak dipamer-pamerkan, dan langsung dibagikan kepada fakir-miskin, bukan mengundangnya. Inilah sedekah yang berpahala besar.

BACA JUGA

Lima Agenda Konkret Bogor Kota Pelajar 2034

Jika Tujuh Kata Piagam Jakarta Tidak Dihapus: Tinjauan Filosofis, Ontologis, Epistemologis, dan Aksiologis terhadap Moralitas Bangsa dan Tata Kelola Negara

Menjadikan Bogor sebagai Kota Pelajar

Wilayah Bogor Barat Butuh Keragaman Sarjana

Metode Pendidikan dan Pembinaan Santri Melalui Lisaanul Haal

Besar-kecilnya sedekah sebetulnya bukan diukur dari jumlah harta yang dikeluarkan. Akan tetapi diukur dari kualitas sedekah kita. Sebaliknya, jika sedekah itu tidak berkualitas atau bahkan rusak, maka tidak ada faidah sama sekali.

“Hai orang-orang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima), seperti orang yang menafkahkan hartanya karena ria kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian. Maka perumpamaan orang itu seperti batu licin yang di atasnya ada tanah, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, lalu menjadilah dia bersih (tidak bertanah). Mereka tidak menguasai sesuatu pun dari apa yang mereka usahakan; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir.” (QS. Al-Baqarah: 164).

Ayat di atas menjelaskan, pahala puasa itu dikarenakan dua hal; Pertama, menyebut-nyebut sedekah (al-mann). Kedua, menyakiti perasaan penerima sedekah. Al-Mann adalah seseorang mengungkit-ungkit jasanya dalam bersedekah yang telah dilakukan kepada orang lain atau kepada penerima sedekah. Sedangkan menyakiti dalam sedekah adalah memberi sedekah sampil mengumpat, menghina atau berkata buruk lainnya kepada penerima sedekah.

Selain itu jangan mengharap-harap besar pada doa orang yang kita beri sedekah. Para ulama-ulama terdahulu memberi teladan, bahwa jika si faqir mendoakan sesuatu setelah diberi sedekah, maka sang pemberi membalas doa yang sama dengan doa si faqir. Hal ini supaya pahala sedekah tidak berkurang.

Diriwayatkan, sayyidah Aisyah ra punya kebiasaan setelah memberi sedekah, ia menyuruh budaknya untuk menguntit orang yang diberi sedekah sampai di rumah. Jika di rumah si faqir kemudian membacakan doa untuk sayyidah Aisyah, maka beliau membalas doa untuk si faqir. Jika si faqir tidak mendoakan apapun, maka sayyidah Aisyah diam. Sayyidah Aisyah khawatir apabila si faqir mendoakan sesuatu yang berlebihan sehingga pahala sedekahnya terbayar dengan doa itu. padahal yang diharapkan adalah pahala di akhirat. Bukan mengharap-harap doa (Fathul Allam 3, hal. 362).

Inilah akhlak orang-orang terdahulu, sedekahnya tidak diniatkan apapun, serta tidak mengharap sesuatu di dunia. Niatnya hanya satu, ingin ridha dan pahala Allah Swt.

Dalam membayarkan sedekah dan zakat, diutamakan kepada saudara atau kerabat yang tidak mampu. Nabi Saw bersabda: “Bersedakah kepada orang miskin adalah sedekah (saja), sedangkan jika kepada kerabat maka ada dua (kebaikan), sedekah dan silaturrahim.” (HR. Ahmad).

Setelah kepada kerabat, yang bagus juga kepada tetangga. Nabi telah bersabda memberikan wasiat kepada Abu Dzar ra, “Jika engkau memasak sop maka perbanyaklah kuahnya, lalu bagilah sebagiannya kepada tetanggamu.” (HR. Muslim)

Sedekah yang afdhol juga adalah sedekah yang di antarkan sendiri. Seperti yang dicontohkan dalam kisah sayyid Ali bin Zainal Abidin di atas. Karena, sedekah dan zakat itu merupakan hak fakir miskin bukan hak kita. Mengundang fakir miskin dalam sedekah boleh, akan tetapi yang afdhol menghantarkan hak mereka ke tangan-tangan mereka.

Bersedekah dalam kondisi sehat dan kuat lebih utama daripada berwasiat ketika sudah menjelang ajal, atau ketika sudah sakit parah dan tipis harapan kesembuhannya. Rasulullah Saw: “Sedekah yang paling utama adalah engkau bershadaqah ketika dalam keadaan sehat dan bugar, ketika engkau menginginkan kekayaan melimpah dan takut fakir. Maka jangan kau tunda sehingga ketika ruh sampai tenggorokan baru kau katakan, “Untuk fulan sekian, untuk fulan sekian.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Jadi, sedekah itu ada adab dan aturannya. Banyak pahala yang gugur disebabkan tidak memperhatikan adab dan aturan bersedekah.

Tags: AdabSedekahZakat
Share44Tweet28Send
Previous Post

Pasang Surut Hubungan Ulama dan Penguasa

Next Post

AICIS 2019 Akan Digelar di Jakarta Awal Oktober

M Khaerul Muttaqien

M Khaerul Muttaqien

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Jumat yang Mengetuk Pintu Persaudaraan

Jumat yang Mengetuk Pintu Persaudaraan

16 August 2026
Ujian Tulis Awal Tahun Resmi Dimulai di Pondok Modern Al-Imtinan Putri Riau

Ujian Tulis Awal Tahun Resmi Dimulai di Pondok Modern Al-Imtinan Putri Riau

15 August 2026
Jika Tujuh Kata Piagam Jakarta Tidak Dihapus: Tinjauan Filosofis, Ontologis, Epistemologis, dan Aksiologis terhadap Moralitas Bangsa dan Tata Kelola Negara

Jika Tujuh Kata Piagam Jakarta Tidak Dihapus: Tinjauan Filosofis, Ontologis, Epistemologis, dan Aksiologis terhadap Moralitas Bangsa dan Tata Kelola Negara

16 August 2026
Pendekatan Astronomis Penentuan Awal Ramadhan

Pendekatan Astronomis Penentuan Awal Ramadhan

15 January 2026
Elite Intelektual dan Masa Depan Bangsa: Refleksi atas Taklimat Presiden

Adab Ilmu

25 January 2026
Bersyukur dan Cobaan (Bagian Ketiga)

Bersyukur dan Cobaan (Bagian Ketiga)

0
Teguhkan Adab (Akhlak) untuk Masa Depan Pendidikan

Teguhkan Adab (Akhlak) untuk Masa Depan Pendidikan

0
Menggali Akar Integritas dalam Tradisi Keilmuan Islam

Menggali Akar Integritas dalam Tradisi Keilmuan Islam

0
Jumat yang Mengetuk Pintu Persaudaraan

Jumat yang Mengetuk Pintu Persaudaraan

0
Penegakan Hukum yang Adil: Wujudkan Keamanan dan Harmoni

Penegakan Hukum yang Adil: Wujudkan Keamanan dan Harmoni

0
Bersyukur dan Cobaan (Bagian Ketiga)

Bersyukur dan Cobaan (Bagian Ketiga)

17 August 2026
Teguhkan Adab (Akhlak) untuk Masa Depan Pendidikan

Teguhkan Adab (Akhlak) untuk Masa Depan Pendidikan

16 August 2026
Menggali Akar Integritas dalam Tradisi Keilmuan Islam

Menggali Akar Integritas dalam Tradisi Keilmuan Islam

16 August 2026
Jumat yang Mengetuk Pintu Persaudaraan

Jumat yang Mengetuk Pintu Persaudaraan

16 August 2026
UNIDA Gontor Kerjasama Magang dengan Elcorps Bandung

UNIDA Gontor Kerjasama Magang dengan Elcorps Bandung

16 August 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Edisi September yang akan datang.
Liputan Khusus :
1. Peta sebaran Pondok Alumni Gontor di Indonesia
2. Prospek dan Tantangan Pondok Alumni-Muadalah
3. KH Hasan Abdullah Sahal: Gontor Sebagai Inspirator Pondok Modern Yang Bersatu
4. Kipran Pondok Pesantren Alumni Gontor di Mancanegarapesan sekarang!
  • KOLEKSI EDISI KHUSUS 100 TAHUN GONTORTiga edisi istimewa telah hadir!
📖 Juli 2026 – Seabad Mendidik Bangsa
📖 Agustus 2026 – UNIDA Gontor Mendunia
📖 September 2026 – Satu Abad, Seribu GontorJadikan ketiganya sebagai koleksi sejarah 100 Tahun Gontor di perpustakaan Anda🛒 Segera pesan sebelum kehabisan!
🔗 https://bit.ly/pesan-majalah#majalahgontor #100tahungontor #gontor100tahun #gontornews
  • Silahkan daftar melalui link ini : https://tinyurl.com/iklan-magonatau link bisa lihat di profile
  • Batas Akhir 7 Agustus 2026
Link Pendaftaran ada di profile"Kesempatan boleh datang berkali-kali, tetapi momen 100 Tahun Gontor hanya terjadi sekali. Jangan hanya menjadi saksi sejarah. Jadilah bagian dari sejarah."
  • Sistim pendafaran otomatis akan tertutup pada tanggal 7 Agustus 2026.
  • Edisi Khusus Majalah Gontor dalam rangka 100 Tahun Gontor. Bulan Juli, Agustus dan September.
Link Pemesanan : Lihat di profile#majalahgontor #gontornews #edisikhsusumajalahgontor #100tahungontor #gontor #gontorputri
  • KHUSUS ALUMNI GONTOR 📣Perkenalkan usaha Anda.
Majalah Gontor Edisi Khusus September 2026 – Spesial 100 Tahun Gontor.✔️ Perkenalkan usaha Anda kepada ribuan keluarga besar Gontor di seluruh Indonesia.
✔️ Kontribusi Rp1.500.000.
✔️ Pendaftaran hingga 7 Agustus 2026 atau kuota terpenuhi.📝 https://tinyurl.com/iklan-magon📞 0877-8707-2412 | 0813-1510-6479
  • Ada momen yang bisa diulang, ada pula yang hanya terjadi sekali dalam sejarah. Jangan lewatkan kesempatan memperkenalkan usaha Anda pada Edisi Spesial 100 Tahun Gontor.Link Pendaftaran :
https://tinyurl.com/daftar-umkm-mg#majalahgontor #gontornews #walisantrigontor #gontor
  • Kesempatan yang Tidak Datang Dua KaliJadilah bagian dari Edisi Khusus Majalah Gontor September 2026 dalam rangka 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor.Kami mengundang Wali Santri Gontor yang memiliki usaha untuk memperkenalkan produknya kepada ribuan keluarga besar Gontor di seluruh Indonesia melalui edisi koleksi yang akan menjadi bagian dari sejarah.📌 Kontribusi seikhlasnya
📌 Syarat: Anak masih aktif sebagai santri Gontor
📌 Pendaftaran hanya sampai 7 Agustus 2026Kirimkan:
✅ Logo Usaha
✅ Foto Produk
✅ Deskripsi Singkat
✅ Website/Sosial Media (jika ada)📲 Daftar sekarang:
https://tinyurl.com/daftar-umkm-mg📞 Informasi:
0877-8707-2412
0813-1510-6479#majalahgontor #100tahungontor #walisantri #pengusahamuslim #gontornews #pesantrengontor #gontor

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result