Jakarta, Gontornews — Sudah menjadi kewajiban suami untuk bisa mendidik istri menjadi pribadi yang jauh lebih baik. Ketika suami mendapati istrinya kerap melawan perintahnya, maka suami harus melakukan beberapa langkah berikut.
Jika istri melakukan kesalahan lalu terjadi percekcokan antara pasutri (pasangan suami istri), langkah pertama adalah menasehati istri. Namun, kalau hal itu tidak bisa juga, maka suami boleh meminta untuk pisah ranjang.
Kemudian, jika masih belum teratasi juga, suami boleh memukul istri. Itupun dipukul tapi tidak untuk disakiti, melainkan sebagai pendidikan atau efek jera semata. Akan tetapi dari semua itu, alangkah baiknya jika suami mau memaafkan istri,” jelas Ustadzah Dedeh, dalam ceramahnya di stasiun televisi swasta.
Secara umum, tipelogi istri yang suka membangkang atau menyakiti hati suami adalah istri yang tak mengerti bahwa suami adalah imamnya. Sehingga kerap menyepelekan nasehat suami dan menyakiti hatinya.
Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa Rasulullah SAW pernah menangis saat mengingat isi neraka yang diperlihatkannya ketika Isra’ Mi’raj. Beliau lalu bersabda, “Saya tidak bisa melupakan bayangan-bayangan umat wanitanya yang di azab di neraka. Salah satunya, adapun wanita-wanita yang digantung dengan lidahnya. Sementara ada sebuah wadah yang menumpahkan air panas ke dalam tenggorokannya adalah wanita-wanita yang sering menyakiti hati suaminya.”
Karena itu, sepantasnya seorang istri harus terus mengabdi dan menghormati suami. Karena suami adalah jembatan baginya untuk meraih kenikmatan surga atau malah sebaliknya, membawa dirinya ke jurang neraka. <Edithya Miranti>
Tipe istri yang suka menyakiti hati suami:
1. Istri yang cerewet. Biasanya hampir semua perkataannya tak enak didengar. Selalu menyalahkan suami dan tidak mau mengakui kesalahan sendiri.
2. Istri yang berwajah cemberut. Biasanya kerap memendam rasa jengkel, hingga mendiamkan suami.
3. Istri sombong dan pemalas. Tidak bertanggungjawab dan tak mau menangapi nasehat suami.
























