Banjarmasin, Gontornews — Masjid Keramat Banua Halat atau Masjid Al-Mukarromah adalah salah satu masjid tertua di Kalimantan Selatan. Sebagaimana dilansir Tribuntapin.com disebutkan bahwa letak masjid itu berada di bantaran Sungai Rantau di Desa Banua Halat Kiri, Kecamatan Tapin Utara, Kabupaten Tapin, Provinsi Kalimantan Selatan
Masjid Al-Mukarromah hadir dengan nuansa arsitektur banjar dan berbahan ulin. Sejarah menuturkan bahwa masjid yang dikeramatkan tersebut dibangun pada tahun 1840 oleh tokoh masyarakat ternama, Datu Ujung atau H Syafrullah. Akan tetapi, versi lain menyebutkan bahwa pendiri masjid ini adalah H Mungani Salingnata.
Kisah unik di balik masjid
Salah satu keunikan luar biasa yang terdapat pada Masjid Keramat Banua Halat ialah kehadiran sebuah tiang penghasil minyak yang terus menjadi sorotan warga. Tidak diketahui pasti kapan dan kenapa minyak itu bisa keluar.
Namun, pengunjung yang merasa takjub kerap berebut mengelus tiang berminyak, baik menggunakan kapas, tisu, hingga lembaran uang kertas. Tidak hanya itu, berbagai niat dan permintaan pun sering mereka panjatkan saat mengusap tiang tingi penuh minyak tersebut.
Dilansir oleh situsbudaya.id, yakni saat pembangunan masjid, Datu Ujung berupaya keras mencari tiang-tiang masjid hingga ke Desa Batung, Kecamatan Piani. Konon, cukup dengan tendangan saktinya saja, Datu Ujung berhasil menghanyutkan tiang-tiang itu ke sungai hingga sampai di depan Masjid Keramat yang berada di pinggiran Sungai Tapin. <Edithya Miranti>



















