Montreal, Gontornews — Panel Penilaian Efek Lingkungan PBB (Nations Environment Programme’s Enviromental Effects Assesment Panel/NEPEESP) mengatakan bahwa meningkatnya radiasi matahari yang menembus lapisan ozon yang berinteraksi dengan perubahan iklim telah mempengaruhi ekosistem di bumi mulai dari cuaca, kesehatan hingga mamalia laut seperti anjing laut dan pinguin.
“Apa yang kita lihat adalah bahwa perubahan ozon telah menggeser pola suhu dan curah hujan di bumi bagian Selatan. Hal itu juga berdampak langsung pada ketersediaan ganggang laut di mana ikan, singa laut, dan anjing laut berada. Dari situ, kami memprediksi perubahan jaringan makanan,” kata peneliti dari Rensselaer Polytechnic Institute, Kevin Rose.
Lebih lanjut, dalam penelitiannya, Kevin Rose mempertanyakan keberadaan Protokol Montreal 1987 yang berisi tentang perjanjian multiteral tentang lingkungan yang ditandatangani oleh semua anggota negara PBB.
Secara spesifik, Protokol Montreal 1987 berisi tentang upaya-upaya untuk melindungi bumi dari radiasi ultraviolet matahari serta menghentikan zat-zat berbahaya buatan manusia seperti refrigeran klorofluorokarbon yang biasa ditemukan pada pendingin ruangan.
Di awal masa penerapannya, Protokol Montreal 1987 menuai kesuksesan dengan turunnya rata-rata angka global lapisan ozon hingga pertengahan abad 21. Namun, pada awal tahun ini, para peneliti berhasil mendeteksi emisi baru dari zat perusak ozon yang berasal dari Asia Timur.
“Emisi gas rumah kaca memerangkap lebih banyak panas di atmosfer yang lebih rendah yang mengarah pada pendinginan atmosfer di bagian atas. Temperatur yang lebih dingin di atmosfir lantas memperlambat pemulihan lapisan ozon,” pungkas Rose sebagaimana dilansir Science Daily. [Mohamad Deny Irawan]


















