Tripoli, Gontornews – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Selasa (9/7) kemarin mengatakan sebanyak 1.048 orang tewas dalam pertempuran yang berlangsung selama tiga bulan terakhir di Tripoli, Ibukota Libya. Selain itu, perang juga telah melukai 5.558 orang, termasuk warga sipil.
Dalam sebuah pernyataan yang ditulis di twitter, WHO mengatakan pihaknya terus mengirimkan tenaga medis untuk membantu rumah sakit dalam mengatasi masalah yang terjadi di kota tersebut.
“Tim kami juga telah melakukan lebih dari 1.700 operasi dalam tiga bulan terakhir, ” kata badan PBB itu, Aljazeera.
Pertempuran di Kota Tripoli terus memanas setelah pasukan LNA yang dipimpin Khalifah Aftar melancarkan serangan ke kota itu awal April lalu. Pasukan yang mendapat dukungan dari Mesir, Uni Emirat Arab, dan Rusia itu terus bergerak maju di pinggiran selatan kota untuk merebut ibukota dari pasukan yang loyal kepada Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA).
Tetapi pasukan itu menghadapi perlawanan keras dari para pejuang yang selaras dengan pemerintah yang diakui PBB, dengab dibantu oleh Turki dan Qatar.
Baru-baru ini GNA berhasil merebut kembali Gharyan, sebuah kota 100 km barat Tripoli, yang merupakan rute pasokan utama.[Devi Lusianawati]






















