Beberapa barang peninggalan Rasulullah SAW, termasuk pedang, hingga kini masih ada yang tersimpan dan dimuseumkan oleh para sejarawan. Beberapa pedang Rasulullah SAW yang masih tersimpan baik adalah pertama, al-Ma’thur atau biasa dikenal dengan al-Ma’tur al-Fijar.
Al-Ma’tur dimiliki Rasulullah SAW sebelum menerima wahyu pertama di Mekkah. Pedang ini terbuat dari emas menyerupai bentuk dua ular, berlapiskan emeralds dan pirus. Ini adalah pedang pemberian dari ayahandanya.
Tepat di dekat pegangan pedang ini terdapat kufic ukiran tulisan Arab yang berbunyi ‘Abdallah bin Abd al Muthalib’. Sekarang pedang bersejarah tersebut telah dimuseumkan di Topkapi, Istanbul, Turki.
Kedua, yaitu al-Adb. Al-Adb dalam bahasa Indonesia berarti memotong atau tajam. Pedang ini diterima Rasulullah SAW sesaat sebelum terjadinya Perang Badar. Hingga akhirnya digunakan untuk Perang Uhud. Pedang ini kini disimpan di dalam Masjid Husain, Kairo, Mesir.
Ketiga, al-Rasub. Bentuknya blade dengan panjang 140 cm, dengan ciri khas berupa hiasan bulatan emas yang di dalamnya terdapat ukiran tulisan Arab berbunyi: ‘Ja’far al Shadiq’. Pedang ini kini telah disimpan di Museum Topkapi, Istanbul.
Keempat, al-Battar. Pedang dengan sebutan ‘Pedangnya para Nabi’ ini adalah pedang hasil rampasan Rasulullah dari Bani Qainuqa. Di dalamnya terdapat sebuah ukiran Arab yang berbunyi: ‘Nabi Daud AS, Nabi Sulaiman AS, Nabi Musa AS, Nabi Harun AS, Nabi Yusuf AS, Nabi Zakaria AS, Nabi Yahya AS, Nabi Isa AS, dan Nabi Muhammad SAW’.
Kelima, al-Hatf. Al-Hatf adalah sebuah pedang hasil rampasan Nabi Muhammad dari Bani Qainuqa. Dikisahkan bahwa ini adalah pedang hasil buatan Nabi Daud AS. Sedangkan al-Hatf adalah salah satu hasil karyanya yang menyerupai Al Battar, tapi lebih besar dari itu dengan panjang 112 cm dan lebar 8 cm. [Edithya Miranti/Rus]




















